in

7 Fakta Jatuhnya Pesawat Lion JT 610 Sejauh Ini

Pesawat Lion Air JT 610 rute penerbangan Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat pada Senin 29 Oktober 2018. Pesawat jenis Boeing 737 Max 8 itu membawa 189 penumpang dan awak kabin.

Berikut fakta-fakta jatuhnya pesawat Lion JT 610 yang sejauh ini berhasil dihimpun, seperti dikutip dari Detik.

1. Lion JT 610 merupakan pesawat baru

Lion Air JT 610 merupakan pesawat berjenis Boeing 737 Max 8 yang tergolong baru. Menurut Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Lion Air, pesawat tersebut dibuat pada tahun 2018 dan mulai beroperasi pada 15 Agustus 2018.

loading...

2. Pesawat sempat bermasalah

Meskipun Lion JT 610 tergolong baru, pesawat ini sempat mengalami masalah. Pesawat tersebut terakhir terbang dari Denpasar menuju Cangkareng. Sempat ada laporan mengenai masalah teknis, tetapi masalah tersebut segera diatasi sesuai prosedur.

3. Pilot sempat minta return to base 2 menit setelah take off

Menurut Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengatakan kalau Lion Air yang jatuh di perairan Karawang, sempat minta return to base atau kembali ke bandara 2 menit setelah lepas landas. Alasannya karena pilot merasakan sesuatu yang janggal.

4. Lion JT 610 melaju dengan kecepatan tinggi

Pada saat pesawat minta return to base, Lion JT 610 melajut dengan kecepatan 340 knot atau 629 km per jam. Kecepatan tersebut termasuk dalam kategori cukup cepat untuk pesawat jenis Boeing 737 Max 8. Tidak diketahui alasan kenapa pesawat tersebut melajut dengan kecepatan tinggi.

5. Tak ada suara ledakan

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan kalau pesawat tidak meledak di udara sebelum jatuh ke perairan. Sebab ada beberapa saksi yang mengakut tidak mendengar suara ledakan. Namun serpihan ekos pesawat yang ditemukan di perairan Karawang juga tampak tak terbakar.

6. Pilot punya 6.000 jam terbang

Lion JT 610 yang jatuh di perairan Karawang dipiloti oleh Captain Bhavye Sunaje. Sang kapten setidaknya sudah memiliki lebih dari 6.000 jam terbang, sementara kopilot mempunyai 5.000 jam terbang.

7. ELT pesawat tak terdeteksi

Emergency Local Transmitter (ELT) merupakan peralatan darurat pesawat yang dipasang dalam kokpit atau bagian ekor pesawat. Alat ini berfungsi memancarkan sinyal radio agar lokasi pesawat bisa diketahui sistem di menara pusat. ELT pesawat Lion JT 610 sempat tidak terdeteksi saat jatuh.

loading...
Loading...
Loading...