Lists

3 Kasus Bunuh Diri Karena Jadi Korban Bully di Indonesia

3 Kasus Bunuh Diri Karena Jadi Korban Bully di Indonesia

Tindakan mengintimidasi atau yg sering kita sebut dengan bullying, kian hari bukan makin berkurang tapi malah makin menjadi. Padahal sudah banyak gerakan yang memeranginya.

Dengan memberikan edukasi dampak buruk bullying hingga bagaimana mengatasinya jika itu terjadi kepada kita atau teman terdekat kita.

Berkembangnya teknologi dengan mudahnya orang berkomentar di posting seseorang di sosial media juga membuat bullying berkembang.

Memberikan komentar negatif bahkan kata-kata yang tidak pantas seolah menjadi hal biasa, karena memang tidak ada tindak hukum tegas terhadap hal tersebut.

Kenyataan pahit dari dampak bullying adalah tindakan tidak terpuji tersebut sampai memakan korban. Mirisnya, korbannya meninggal karena bunuh diri diduga karena menjadi korban bullying.

Hal ini yang menjadikan bullying sangat dikecam. Berikut beberapa kasus bunuh diri yang diduga akibat menjadi korban bullying yang terjadi di Indonesia.

1. Siswi SMP asal Jakarta Timur

3 Kasus Bunuh Diri Karena Jadi Korban Bully di Indonesia

Kejadian ini baru saja terjadi bulan lalu Januari 2020. Siswi SMP Negeri 147 Ciracas Jakarta Timur berinisial SN mengakhiri hidupnya dengan cara loncat dari lantai 4 sekolahnya.

Kejadian tersebut memunculkan dugaan perundungan atau bullying yang dialami korban yang menjadi motif bunuh diri.

Dugaan tersebut muncul setelah kakak korban bercerita bahwa adiknya pernah mengeluhkan menjadi korban bullying di sekolah. Salah satu hal yang diceritakan SN kepada kakaknya adalah SN pernah dikeluarkan di grup WA teman sekolahnya.

Kasus SN sempat viral di media sosial twitter, dan diduga beredar chat SN dengan temannya sebelum SN memutuskan untuk bunuh diri dengan melompat dari ketinggian.

Baca Juga: Bunda, Ketahui Tanda-Tanda Anak Korban Bully

2. Pelajar SMP di Kupang

3 Kasus Bunuh Diri Karena Jadi Korban Bully di Indonesia

Lagi-lagi kasus bunuh diri yang dilakukan pelajar SMP. Seorang pelajar di Kupang dengan inisial nama YSS ditemukan tewas gantung diri pada Oktober tahun lalu.

YSS meninggalkan surat yang Ia tulis di buku tulisnya. Apa yang dialami YSS memang sangatlah tragis. Di surat tersebut Ia menyampaikan betapa kecewanya Ia karena tidak dapat membunuh ayahnya sendiri.

Kehendak tersebut karena rasa dendam yang dimilikinya terhadap sang ayah yang ternyata tega membunuh ibunya sendiri.

YSS juga menyampaikan di surat tersebut betapa kecewanya Ia sering diolok-olok tentang keluarganya. Bullying yang diterima korban dari teman-temannya di sekolah tidak ditangani sedari dini, sehingga berpengaruh pada psikologis YSS.

3. Siswi SMA di Riau

3 Kasus Bunuh Diri Karena Jadi Korban Bully di Indonesia

Jasad seorang wanita ditemukan siang hari tenggelam di sungai oleh warga di desa Batu Belah, Kampar, Riau. Polisi yang menyelidiki kasus ini menyebutkan adanya dugaan siswi tersebut bunuh diri karena tak tahan di-bully teman-temannya di sekolah.

Menurut pengakuan keluarga, korban mengatakan niatnya ingin pindah sekolah karena kerap di-bully di sekolah. Sebelum korban menceburkan diri, ada warga yang memergokinya dan berusaha mencegah, namun Ia berkata “Aku mau mati saja”.

Meskipun langsung dilakukan pencarian di sungai tersebut, korban baru ditemukan keesokan harinya dengan kondisi tidak bernyawa.

Sungguh sangat disayangkan kejadian-kejadian tersebut. Sayangnya banyak dari kita kurang peka terhadap bahayanya bullying.

Jangan sampai kita menjadi satu dari banyaknya saksi yang memilih diam ketika melihat kasus bullying di sekitar kita. Dan apabila kamu yang mengalami kasus bullying tersebut sudah saatnya kamu berani mengungkapkan apa yang terjadi pada dirimu, dan mintalah perlindungan dari orang-orang terdekat.

To Top