in ,

Seribu Kebaikan Pada Orang Lain Hilang Karena 1 Keburukan

Ilustrasi (Foto: duapah.com)

Selalu berbuat baik terhadap sesama adalah kewajibanku. Jika ada teman dan kerabat yang membutuhkan pertolonganku, aku pasti membantunya. Tidak ada maksud ingin disanjung, dipuji, atau ingin dia menolongku ketika aku membutuhkannya, aku membantu mereka hanya karena rasa manusiawiku saja.

Sudah tak terhitung lagi berapa banyak kebaikan yang kulakukan pada orang lain meskipun aku tidak ingin mengetahuinya. Karena kebaikan itu orang-orang mengagumiku, aku selalu disanjung, dihormati dan disegani.

Ya, aku seperti pejabat saja meskipun tidak berpangkat. Ketika aku membutuhkan pertolongan, mereka langsung membantuku. Meskipun beberapa di antaranya ada yang berharap mendapat imbalan dariku. Tapi itu tidak apa-apa selama perbuatanku membuat mereka senang.

loading...

Tapi aku juga manusia yang tak luput dari kesalahan. Ada kalanya aku membuat kesalahan yang tidak disadari yang membuat orang lain marah kepadaku. Tapi mereka enggan mengatakan kekesalan dalam dirinya kepadaku. Mereka hanya menyimpannya dalam hati dan menghinaku di belakangku.

Baca Juga: Seberapa Sempurnanya Orang Lain, Tetap Jadilah Diri Sendiri Meski Banyak Kekurangan

Aku tidak tahu kenapa mereka jadi mengacuhkanku, mengejekku dan bahkan menjelekanku di depan orang lain. Aku sadar aku sudah berbuat salah pada mereka, tapi aku tidak tahu percis apa kesalahanku. Namun mereka enggan memberitahu apa kesalahanku.

Entah kenapa hatiku jadi risau dan gelisah karena orang-orang jadi berbalik melawanku. Siang dan malam aku terus memikirkan apa yang salah denganku? Namun aku sudah putuskan bahwa ada satu kesalahan yang membuat orang-orang jadi tidak suka kepadaku, hanya saja aku tidak mengetahuinya.

Foto: magnusmulyadi.com

Aku juga sadar bahwa seribu kebaikan yang sudah kulakukan hilang begitu saja karena satu kesalahan. Orang yang membenciku seolah melupakan seribu kebaikan yang pernah kulakukan hanya karena satu kesalahan.

Padahal aku sudah minta maaf kepada orang itu, meskipun mulutnya berkata ya, tapi hatinya tetap tidak mau memaafkan. Hanya saja aku akan acuh dan tidak mempedulikan orang yang telah melupakan semua kebaikanku.

Biarkanlah hal itu, aku tidak butuh lagi orang itu. Namun masalahnya kenapa hatiku tetap resah dan gelisah?

Tuhan ku, salah apa aku, padahal aku sudah berusaha berbuat baik pada orang lain, tapi beberapa di antara mereka jadi membenciku hanya karena satu kesalahan. Aku sudah berbuat baik, tapi mereka tidak membalas kebaikanku.

Kemudian Tuhan menunjukkan jawabannya kepadaku. Dalam hati aku berkata, apakah kebaikan yang aku lakukan sudah sepenuhnya karena Allah atau ingin mendapat penilaian baik dari orang lain?

Setelah sekian lama merenung, baru aku sadar bahwa semua kebaikan yang aku lakukan masih besar mengharapkan penilaian orang lain. Aku jadi kesal dan kecewa karena merasa kebaikan yang kulakukan sudah sia-sia.

Baca Juga: Banyak Berharap Pada Orang Lain Itu Menyakitkan, Cukup Berharap Pada Allah Saja

Andaikan saja semua kebaikan yang kulakukan aku pasrahkan semuanya karena Allah dan semata-mata hanya ingin mendapat penilaian baik dari Allah, pasti aku tidak akan kecewa dan hatiku tidak akan gelisah.

Foto: islamozaik.com

Meskipun orang-orang melupakan semua kebaikan yang pernah kulakukan, walau orang-orang jadi membenciku hanya karena satu kesalahan, meskipun kebaikanku diabalas dengan keburukan, aku pasti tidak akan merasa kecewa karena aku yakin Tuhan tidak akan pernah melupakan semua kebaikan yang pernah kulakukan walau hanya sebesar titik debu.

Aku juga tidak akan berhenti berbuat baik kepada orang lain hanya karena dia berbalik jadi memusuhiku. Jadi begitulah para Nabi dulu yang selalu membalas keburukan dengan kebaikan. Karena alasan itu pula para Nabi hatinya tetap tenang dan damai walau banyak orang memusuhi dan mencaci makinya.

Sekarang aku baru sadar bahwa dalam diriku masih ada rasa ingin dipuji, disanjung dan dihormat oleh orang lain. Karena hal itulah aku selalu merasa kecewa ketika kebaikan yang kulakukan dibalas dengan keburukan.

Manusia bisa dengan mudah melupakan beribu-ribu kebaikan hanya karena satu kesalahan. Tapi Allah sebaliknya, beribu-ribu kesalahan bisa termaafkan karena satu kebaikan. Aku sudah memiliki Tuhan yang Maha Kuasa, Maha Terpuji, Maha Kaya, Maha Baik, Maha Pengampun, tapi kenapa aku lebih banyak berharap pada orang lain?

Ya Allah, maafkan semua kesalahan hambaMu yang lemah ini!

loading...
loading...
Loading...
Loading...