Pengetahuan

Trend Pendirian Law Firm di Indonesia

Trend Pendirian Law Firm di Indonesia

Law firm merupakan hal yang tak asing lagi sebagai penyedia jasa konsultan hukum, khususnya konsultan hukum perusahaan. Perkembangan trend pendirian law firm sangatlah panjang bahkan dimulai saat masa pra kemerdekaan Indonesia.

Law firm di Era Pra Kemerdekaan

Para Advokat Indonesia yang umumnya merupakan lulusan sekolah hukum di Belanda mulai bermunculan sekitar tahun 1940-an. Keberadaan mereka sengaja dibentuk oleh pemerintah kolonial untuk menjadi ahli hukum modern dengan pembatasan yang sangat ketat. Sebagian besar sarjana hukum mayoritas berasal dari kalangan priyayi yang dinilai lebih terhormat.

Hanya sedikit sekali orang Indonesia yang menjalankan praktik law firm. Mayoritas didominasi orang berkewarganegaraan Belanda atau warga Timur Asing untuk melayani masyarakat Eropa di bidang perniagaan. Advokat Indonesia lebih banyak menangani sengketa perburuhan serta perkara politik antara para buruh atau warga pribumi dengan perusahaan atau majikan Belanda.

Baca Juga: Mengenal Hukum Perdata di Indonesia

Law firm Setelah Kemerdekaan

Setelah Indonesia merdeka, semakin banyak law firm yang didirikan advokat Indonesia. Sementara law firm milik Belanda perlahan mundur dan menutup operasionalnya. Lahirnya modal asing setelah kemerdekaan membuat Indonesia merasakan kehidupan ekonomi terbuka yang banyak menawarkan peluang.

Semua aktivitas ekonomi dari para investor membutuhkan pelayanan jasa hukum. Sehingga posisi law firm pada kala itu semakin kuat dan dibutuhkan untuk mengawal dan mengamankan berbagai macam transaksi bisnis. law firm pada sejak itu sudah akhf berperan sebagai konsultan hukum perusahaan yang membantu dalam menghadapi berbagai persoalan hukum yang muncul terkait dengan aktivitas penanaman modal.

Kemunculan law firm di Indonesia tak lepas tokoh penting yaitu Ali Budiarjo, Adnan Buyung Nasution, dan Mochtar Kusumaatmadja. Ketiganya merupakan peletak dasar mendirikan kantor hukum era 1960-1970-an. Beliau-beliau tersebut adalah tokoh penting dalam pendirian law firm di era 1960-1970 dan semakin memicu kemunculan law firm lainnya di Indonesia.

Law firm di Era Sekarang

Kini, law firm sudah banyak menjamur dan bersinergi dengan teknologi dalam menjadi konsultan hukum perusahaan. Teknologi membuat law firm lebih leluasa dan luas dalam melakukan pelayanan hukum. Bahkan, law firm Indonesia saat ini juga melayani klien asing hanya dengan konsultasi melalui video conference yang didukung teknologi.

Tiap-tiap law firm telah memiliki website pribadi agar dikenal semakin luas oleh masyarakat dalam melakukan pelayanan hukum. Umumnya law firm yang sudah menggunakan teknologi adalah law firm di Jakarta atau kota besar lainnya.

Pada dasarnya, seluruh masyarakat mempunyai hak yang sama dalam memperoleh pelayanan hukum. Apalagi permasalahan sosial masyarakat yang kian kompleks dan rumit juga ikut ambil peranan dalam munculnya permasalahan hukum. Maka, trend pendirian law firm di Indonesia didorong oleh pemenuhan kebutuhan pelanggan dalam pelayanan hukum yang kompetitif. Jadi, seluruh masyarakat memperoleh hak hukum yang setara.

To Top