Pengetahuan

Masker Kain Mampu Cegah Virus Corona, Benarkah?

Masker Kain Mampu Cegah Virus Corona, Benarkah?

Penyebaran virus corona yaitu melalui percikan ludah saat batuk dan bersin. Itu sebabnya masker menjadi benda yang paling dicari saat ini. Masyarakat berbondong-bondong membeli bahkan sampai ada yang menimbun masker bedah sekali pakai (surgical mask).

Hal ini membuat tenaga medis kesulitan mendapatkan masker bedah sekali pakai. Akibatnya, angka penyebaran virus corona di kalangan tenaga medis menjadi lebih tinggi. Miris sekali bukan? Lalu apa solusinya?

Masker kain menjadi solusinya. Ternyata CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan di Amerika Serikat) merekomendasikan penggunaan masker kain sebagai cara pencegahan penularan virus corona.

Namun Anda harus memperhatikan masker tersebut layak digunakan. CDC memberikan syarat masker kain yang layak digunakan:

Baca Juga: Bisa Meningkatkan Imun, 5 Buah Ini Efektif Untuk Melawan Corona

1. Menutup bagian tepi wajah dengan sempurna

2. Memiliki tali pengikat atau karet telinga

3. Terdiri dari beberapa lapis kain

4. Tidak menjalani jalan nafas

5. Jika dicuci tidak berubah bentuk

Masker kain harus dicuci setelah selesai digunakan, jangan menyimpannya beberapa hari kemudian dipakai lagi. Jangan pernah memegang bagian depan masker, karena virus menempel pada bagian depan masker dan jika dipegang oleh tangan maka virus akan berpindah ke tangan. Jangan lupa untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah menggunakan masker.

Namun perlu ditegaskan, bahwa menggunakan masker jenis apapun bukanlah menjadi pencegah utama tertularnya virus corona, tetaplah berdiam diri dirumah jika tidak ada kepentingan, menjaga jarak dengan orang, rajin mencuci tangan, konsumsi makanan bergizi dan istirahatlah yang cukup. Dan gunakan masker jika terdesak untuk keluar rumah.

To Top