in ,

Ini Alasan Kenapa Harus Nyelupin Jari Tangan Ke Tinta Setelah Nyoblos

Nyelupin jari tangan
Foto: Hipwee

Tadi kamu udah nyoblos calon presiden? Setelah nyoblos, pasti kamu disuruh panitia untuk nyelupin jari tangan ke dalam tinta. Biasanya jari kelingking yang sering dicelupin ke dalam tinta berwarna ungu. Namun tahu tidak kenapa kita harus nyelupin jari ke dalam tinta usai nyoblos?

Oh itu untuk dijadiin status di medsos entar, biar orang lain tahu kalau gua udah nyoblos. Kalau jawabannya seperti itu, pasti keluarnya dari otak anak-anak alay. Asalkan kalian tahu, ada alasan kenapa kalian harus nyelupin jari tangan ke tinta setelah nyoblos.

Sejarah metode celup tinta

 Nyelupin Jari Tangan
Foto: malesbanget.com

Metode ini dipakai pertama kali pada pemilu ketiga di India tahun 1962. Pada pemilu sebelumnya, India menghadapi permasalahan serius berupa pencurian identitas. Jadi waktu itu banyak sekali yang memilih lebih dari satu kali.

Solusi untuk mengatasinya yaitu dengan menerapkan metode mencelupkan jari ke tinta. Tujuannya untuk mencegah masyarakat melakukan pemilihan lebih dari dua kali. Dengan adanya tanda tinta di jari tangan, itu berarti orang bersangkutan sudah memilih.

Baca Juga: Inilah 5 Gaji Presiden Terbesar Di Dunia, Ada yang Ratusan Miliar Per Bulan

Sampai sekarang, metode ini sudah digunakan oleh 44 negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Celup tinta di Indonesia baru digunakan setelah pemilu tahun 1999 pasca reformasi.

Tinta yang digunakan bukan tinta biasa

 Nyelupin Jari Tangan

Tinta yang digunakan dalam pencoblosan bukan tinta biasa, tapi tinta khusus yang terbuat dari silver nitrate. Bahan tersebut diklaim dapat membuat tinta bisa bertahan sampai 1 hari. Meskipun dibersihkan dengan air, masih akan sedikit meninggalkan bekas warna ungu.

Tak semua negara menggunakan metode celup tinta

 Nyelupin Jari Tangan
Foto: zonadamai.com

Celup tinta tak digunakan oleh semua negara saat pemilu. Beberapa negara ada yang menganggap metode ini sudah tidak efektif lagi. Contohnya saja negara maju seperti Belanda dan Irlandia yang menggunakan KTP dan sidik jari untuk memvalidasi para pemilih.

Jadi intinya, kamu diwajibkan mencelupkan jari ke dalam tinta sebagai bukti bahwa kamu sudah memilih. Dengan adanya tinta di jari tangan, kamu tidak bisa memilih lagi.