in ,

Alasan yang Cukup Logis Kenapa Koruptor di Indonesia Suka Cengar-Cengir

Alasan yang Cukup Logis Kenapa Koruptor di Indonesia Suka Cengar-Cengir 1

Di televisi atau internet, kalian pasti pernah melihat seorang tersangka koruptor cengar-cengir di depan kamera. Mungkin kalian bertanya-tanya dalam hati, kok bisa yah udah maling uang negara, tapi masih percaya diri cengar-cengir di depan kamera seperti orang yang tak berdosa?

Asalkan Anda tahu, hanya di Indonesia saja seorang koruptor masih bisa tersenyum lebar, sementara di negara-negara lain seperti China, Jepang atau Jerman, tak ada sedikitpun eskpresi bahagia di wajah mereka. Semua tersangka koruptor di negara-negara tersebut selalu memasang ekspresi wajah yang mengkhawatirkan atau tertunduk malu.

loading...

Lain lagi dengan di Indonesia, para tersangka pelaku korupsi masih bisa tersenyum di depan kamera wartawan. Mereka seperti tak memiliki dosa meski sudah terbukti mencuri uang negara. Gak ada sedikitpun ekspresi khawatir atau malu di wajah para koruptor tanah air. Kira-kira kenapa yah?

Memang gak ada yang tahu apa alasannya, namun beberapa alasan yang cukup logis ini bisa saja menjelaskan alasan kenapa koruptor di Indonesia suka cengar-cengir kepedean seperti orang yang tak berdosa.

Baca Juga: Jika Hukuman Mati Bagi Koruptor Diterapkan di Indonesia, Ini yang Akan Terjadi!

1. Hukumannya mungkin ringan banget

Di China, pelaku koruptor dijamin tidak akan ada yang memasang wajah bahagia karena hukuman bagi para pelaku koruptor di sana sangat berat, yaitu hukuman mati. Di Jepang, para koruptor akan tertunduk malu karena mereka tahu nama baiknya sudah tercemar seumur hidup. Di Arab Saudi, para koruptor akan diberikan hukuman setimpal berupa hukuman pancung, jadi wajar saja wajah mereka memasang ekspresi ketakutan.

Jadi bisa saja hukuman bagi koruptor di Indonesia masih ringan banget. Logikanya begini, kalau hukumannya seperti di China atau Arab Saudi, mana mungkin ada koruptor mau memasang ekspresi cengar-cengir, kecuali dia sudah gak waras. Mungkin pelaku koruptor masih bisa tersenyum lebar karena mereka tahu tidak akan menghadapi hukuman yang berat, malahan tersangka bisa dapat remisi. Hmmm pantesan!

2. Masa bodoh dipenjara juga, yang penting pas keluar nanti bisa menikmati uang hasil korupsi

Koruptor itu orang-orang pintar lho, saking pintarnya mereka tahu cara menyebarkan uang hasil korupsinya bair gak kedetek KPK. Gak usah disebutkan caranya, nanti takut jadi fitnah. Jadi kalau dia ketangkap, sebagian besar uang hasil korupsinya entah kemana, yang jelas hanya dia yang tahu di mana nyimpannya.

Masa bodoh mau dipenjara juga, paling dipenjara hanya beberapa tahun saja. Nah kalau udah bebas nanti, bisa nikmatin kekayaan hasil korupsi sepuasnya.

Aduh enak yah punya tabungan masa depan!

3. Penjaranya kayak hotel berbintang mungkin

Kalau koruptor dipenjara di Nusakambangan, dijamin tidak akan ada ekspresi bahagia di wajah mereka ketika ditemui wartawan. Mana ada orang yang tertawa saat dirinya hendak di penjara di dalam sel yang sempit, menjijikan dan menakutkan.

Tapi ini masih bisa tertawa? Mungkin saja sel di penjaranya kayak kamar hotel bintang lima. Ada berbagai macam fasilitasnya dan bisa jalan-jalan keluar kayak kasus Gayus Tambunan dulu.

Baca Juga: 5 Foto Miris Perbedaan Ekspresi Koruptor Indonesia vs China

4. Gak perlu khawatir, hukum masih bisa dibeli

Mungkin ini yang ada di benak para koruptor. Mereka beranggapan kalau hukum di Indonesia masih bisa dibeli alias disogok, jadi biar nanti hukuman penjaranya gak terlalu lama. Soal uang untuk nyogok, gak usah khawatir, kan ada uang hasil koruptor.

5. Mungkin senang jadi selebriti dadakan, namanya viral dan ada di mana-mana

Orang Indonesia itu kalau berhadapan dengan kamera TV suka kegirangan. Mumpung bisa masuk tv, jadi berkspresi saja sepuasnya. Mungkin saja koruptor seperti itu, mumpung lagi viral, jadi tunjukin senyum mempesona di depan kamera. Maklum jadi selebriti dadakan.

Itulah beberapa alasan yang cukup logis kenapa koruptor di Indonesia masih bisa cengar-cengir di depan kamera. Anda punya alasan lain?

loading...
Loading...
Loading...