Life

Mengenal Ciri-Ciri Kecanduan Gadget, dan Cara mengatasinya

Mengenal Ciri-Ciri Kecanduan Gadget, dan Cara mengatasinya

Ciri-ciri kecanduan gadget bisa beragam. Dari anak-anak hingga orang dewasa dapat mengalami masalah satu ini. Apalagi dengan penggunaan gadget yang dapat memudahkan kamu dalam berbagai aktivitas.

Baca Juga : Terungkap! Ini Alasannya Kenapa Patah Hati Bikin Kita Nggak Nafsu Makan

Kamu dapat dikatakan sudah kecanduan gadget jika sebagian besar waktu kamu dihabiskan untuk menggunakan gadget, seperti smartphone, tablet, laptop, dan gadget lainnya. Berikut ciri-ciri kecanduan gadget yang perlu kamu waspadai:

1. Tidak bisa mengendalikan keinginan untuk menggunakan gadget.

2. Selalu memprioritaskan gadget daripada kehidupan sosial.

3. Tidak memandang durasi penggunaan gadget.

4. Kerap merasa tidak nyaman jika tidak memegang gadget.

5. Merasa keberatan atau enggan jika tidak memegang gadget, walaupun hanya sebentar.

6. Sering menggunakan gadget di waktu makan.

7. Sering memeriksa status atau unggahan pada gadget di tengah malam.

8. Menghabiskan banyak waktu untuk membuat cuitan di Twitter, membalas status-status di Facebook, atau mengirim email menggunakan gadget sebagai bentuk komunikasi kepada orang lain.

9. Lebih sering bermain gadget, daripada melakukan hal produktif lainnya.

10. Lebih memilih bermain gadget daripada menyelesaikan tugas sekolah atau pekerjaan kantor

Itulah beberapa ciri-ciri kecanduan gadget yang perlu kamu kenali. Jika kamu mengalami berbagai ciri-ciri kecanduan gadget tersebut, segera hindari kebiasaan tersebut. Mintalah pertolongan orang lain jika kamu tidak bisa melakukannya sendiri.

Dampak Buruk Kecanduan Gadget

Mengalami gangguan mata. Terlalu lama menatap layar gadget dapat membuat mata mengalami berbagai gangguan. Pecandu smartphone atau gadget dapat mengalami mata lelah, mata kering, hingga terganggunya penglihatan.

Nyeri pada bagian tubuh tertentu. Orang yang sudah kecanduan gadget sering kali tidak menyadari bahwa lehernya sering tertekuk dan jari-jari tangannya tidak berhenti mengetik di layar gawainya. Hal ini membuat kamu rentan mengalami sakit leher, nyeri bahu, serta nyeri pada jari-jari dan pergelangan tangan.

Infeksi. Perlu diketahui, layar gadget merupakan sarang jutaan kuman. Hal ini diperkuat dengan sebuah penelitian yang menyatakan bahwa kuman E.coli penyebab diare paling banyak ditemukan pada gadget.

Kurang tidur. Pecandu gadget tidak jarang rela begadang untuk melakukan berbagai aktivitas dengan gadgetnya. Hal ini membuat kualitas dan waktu tidurnya berkurang. Masalah kurang tidur ini bisa meningkatkan risiko terjadinya obesitas, diabetes, hingga penyakit jantung. Selain itu, karena kurang tidur, pecandu gadget akan sulit berkonsentrasi dan mengalami kelelahan sepanjang hari. Hal ini dapat meningkatkan risiko cedera atau kecelakaan saat bekerja atau menyetir.

Dampak Buruk Terhadap Psikologis. Masalah psikologis yang sering terjadi pada orang-orang yang mengalami kecanduan gadget adalah menjadi lebih mudah marah dan panik, stres, sering merasa kesepian karena berjam-jam menghabiskan waktu tanpa bersosialisasi dengan orang lain, sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya depresi dan gangguan kecemasan, sulit fokus atau berkonsentrasi ketika belajar atau bekerja, hingga mengalami masalah dalam hubungan sosial, baik dengan keluarga, teman, rekan kerja, atau pasangan.

Baca Juga : Terungkap, Ini Dia Alasan Pria Tidak Suka Perempuan Bertubuh Kurus

Cara Mengatasi Kecanduan Gadget

Berikut cara mengatasi kecanduan dengan gadget.

Mengatur dan Membatasi Penggunaan Gadget Tiap Harinya

Atur dan batasi waktu penggunaan gadget, misalnya maksimal dua atau tiga jam sehari. Jika pekerjaan mengharuskan kamu untuk menggunakan gadget, maka cobalah cari aktivitas lain yang tidak mengunakan gadget setelah selesai bekerja.

Hapus Aplikasi

Salah satu yang membuat kamu kecanduan gadget adalah aplikasi di dalamnya, salah satunya adalah media sosial. Bagi kamu yang ingin terlepas dari kebiasaan menggotak-atik smartphone, cobalah untuk menghapus beberapa aplikasi sosial media yang sering menganggu dirimu untuk terus membukanya.

Selain aplikasi medsos, sejumlah judul gim di perangkat pun dapat menjadi pertimbangan untuk dihapus. Cara ini bukan berarti kamu tidak boleh menggunakan media sosial maupun main gim, namun dengan begini kamu dapat belajar untuk bijak dalam menggunakannya.

Berlakukan Waktu Bebas Smartphone

Kamu harus membatasi diri dalam penggunaan gadget. Apalagi, saat berada di meja makan, kamar mandi, membaca buku atau pun saat menonton film. Cobalah berlakukan waktu `Bebas Smartphone` dimana kamu benar-benar terlepas dari perangkat smartphone dan fokus terhadap kegiatan yang sedang dilakukan.

Caranya mudah, kamu hanya perlu mengaktifkan Airplane Mode di smartphone saat sedang bekerja, atau ketika melakukan kegiatan penting lainnya. Coba lakukan hal ini selama beberapa jam dalam waktu sehari, sampai kamu terbebas dari kecanduanmu.

Matikan Semua Notifikasi

Cara lain yang bisa dilakukan adalah mematikan semua notifikasi dari aplikasi jejaring sosial yang ter-install di smartphone kamu. Jika alasan mematikan notifikasi dapat membuat hilang kontak dengan orang penting seperti ibu, ayah, istri, suami atau pun hal yang berbau kerjaan, kamu masih bisa memilih opsi untuk mematikan notifikasi aplikasi mana yang di-nonaktifkan.

Terkadang, notifikasi yang menganggu datang kebanyakan dari aplikasi jejaring sosial. Mungkin kamu dapat menonaktifkan notifikasi jejaring sosial tersebut agar tidak terpicu membuka apa yang sedang terjadi di jejaring sosial.

 

Mematikan Gadget 1 Jam Sebelum Tidur

Biasanya, seseorang akan memainkan gadget-nya sebelum tidur. Tak jarang kebiasaan ini justru membuat mereka sulit untuk tidur. Jika ingin terhindar dari kebiasaan buruk memainkan gadget terlalu sering dan menginginkan tidur yang lebih baik, kamu bisa memulainya dengan mematikan gadget 30 menit atau 1 jam sebelum tidur.

Ganti Gadget dengan Buku

Budaya membaca saat ini memang sudah banyak ditinggalkan orang. Mereka lebih senang membaca apapun yang ada di dunia maya dibandingkan dengan membaca buku. Untuk mengatasi hal tersebut, cobalah untuk membawa buku. Dengan begini, jika ada kesempatakan luang kamu lebih memilih untuk membaca buku daripada harus menggilai gadget.

To Top