Love

Mengenang Kembali Kisah Cinta Habibie dan Ainun yang Tak Lekang Oleh Waktu

Mengenang Kembali Kisah Cinta Habibie dan Ainun yang Tak Lekang Oleh Waktu

Bacharuddin Jusuf Habibie atau akrab disapa BJ Habibie adalah tokoh yang sangat dihormati di Indonesia. Beliau pernah menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia Ketiga dan telah banyak mengukir prestasi berkat kecerdasannya, termasuk pembuatan pesawat.

Di balik semua keberhasilan yang pernah diraih Habibie, ada sosok Ainun, sang istri tercinta yang selalu mendukung Habibie saat suka maupun duka. Ya, kisah cinta Habibie dan Ainun begitu menggema di telinga kita seakan cinta mereka berdua tak lekang oleh waktu.

Sejak berusia 12 tahun, Habibie sering belajar kepada ayah Ainun karena beliau terkenal sangat cerdas. Otomatis Habibie pun sering ketemu Ainun, tapi Habibie belum tertarik sama Ainun. Wajar saja karena Habibie masih kecil kala itu.

Ditambah lagi Habibie dan Ainun kebetulan satu sekolah. Mereka berdua di kelas sama-sama cerdas dan kadang kerap dijodohkan oleh teman-temannya. Meskipun demikian, belum ada benih-benih cinta di antara mereka berdua.

Baca Juga: 4 Kisah Cinta yang Membuatmu Percaya Cinta Sejati itu Ada

Setelah keluar sekolah, mereka jadi jarang bertemu. Habibie disibukkan dengan melanjutkan pendidikannya, begitupun dengan Ainun. Bertahun-tahun lamanya tidak bertemu, Habibie dibuat terkejut melihat Ainun yang telah tumbuh jadi gadis dewasa yang cantik.

Waktu kecil Habibie sering bercanda dengan menyebut Ainun gula merah karena kulitnya dan setelah dewasa, Habibie jadi menyebut Ainun gula pasir. Saat itu Habibie mulai tertarik sama Ainun dan mulai mendekatinya.

Singkat kata, Habibie pun berpacaran dengan Ainun. Merasa nyaman, Habibie pun mantap melamar Ainun. Habibie dan Ainun resmi menikah pada 12 Mei 1962. Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai dua putra, yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal.

Ainun adalah sosok istri sekaligus ibu yang bertanggungjawab. Karena hal itulah cinta Habibie kepada Ainun begitu besar sampai lautanpun tidak bisa memisahkan mereka.

Dipertemukan lagi di keabadian.

Habibie dan Ainun

Ainun selalu mendukung Habibie, termasuk saat mulai membangun sebuah pesawat. Tak mudah bagi Habibie untuk meraih kesuksesan jika tidak ada pendamping. Jatuh bangun sempat dialaminya, tapi berkat dukungan dari istri tercinta, Habibie bisa terus berkarya.

Bahkan ketika jadi Presiden Republik Indonesia Ketiga, Ainun tetap setiap menemani Habibie. Dia memberikan dukungan moral kepada suami tercinta agar amanah dalam menjalankan amanat dari rakyat.

Namun romantisme Habibie dan Ainun dihadapkan pada cobaan besar ketika Ainun dinyatakan menderita kanker ovarium pada Maret 2010. Mendengar hal itu, Habibie cukup terpukul karena dia takut kehilangan istri tercintanya.

Baca Juga: 10 Foto Sedih Perjalanan Cinta SBY dan Ani Yudhoyono Sampai Maut Memisahkan

Malam demi malam, Habibie selalu menemani Ainun yang terbaring lemah di salah satu rumah sakit di Jerman. Sampai tiba waktunya, malaikat menjemput Ainun pada Mei 2010.

Kepergian istri tercinta begitu memukul Habibie sampai air matanya terkuras habis. Butuh waktu lama bagi Habibie untuk mengikhlaskan kepergian Ainun yang selama puluhan tahun selalu menemaninya.

Bahkan setelah kepergian istrinya, Habibie selalu menyempatkan waktu untuk datang ke makam Ainun seolah dia merindukannya dan ingin memeluknya. Di hatinya tak ada lagi perempuan yang bisa menggantikan Ainun. Bagi Habibie, Ainun adalah cinta pertama dan terakhir.

Tak jarang Habibie begitu merindukan Ainun hingga ia merasa sendirian. Hingga tiba masanya Habibie dijemput malaikat untuk pulang. Kini mereka berdua bisa bertemu lagi di keabadian.

Selamat jalan Bapak Habibie, semoga engkau diberikan tempat terbaik di sisi Allah!

You May Like

To Top