Love

Doanya Masih Sama, Hanya Saja Tak Lagi Tersemat Sebuah Nama, Cukup Meminta yang Terbaik

Doanya Masih Sama, Hanya Saja Tak Lagi Tersemat Sebuah Nama, Cukup Meminta yang Terbaik

Kamu pasti harapannya ingin mendapatkan pasangan yang rupawan, baik prilakunya dan mau menerima kamu apa adanya. Kamu berharap dia bisa jadi milikmu dan bisa bersama-sama mengarungi samudera kehidupan yang luas ini.

Di setiap malam, kamu tak pernah lupa menyebutkan namanya dalam doa-doamu yang indah. Dalam doamu itu, kamu berharap dia berjodoh denganmu, kamu berharap dia bisa menerimamu apapun keadaannya. Walau kelihatannya mustahil, tapi kamu tak pernah menyerah untuk selalu mendoakannya.

Tidak ada yang mustahil dalam sebuah doa, hingga akhirnya Yang Maha Kuasa mengizinkan kamu bersamanya. Nama yang selalu kamu sebutkan dalam doamu kini benar-benar jadi milikmu.

Setiap waktu kamu habiskan bersamanya, tak ada jarak yang bisa memisahkanmu, senyuman selalu menghiasi wajahmu sampai dunia yang luas ini pun terasa milik berdua.

Hari-hari berlalu, kamu pun mulai merasakan sesuatu yang aneh sama pasanganmu. Dia mendadak cuek, tidak perhatian lagi sama kamu dan sulit dihubungi. Ketika diajak bertemu, selalu ada alasan.

Sulit dipercaya, orang yang selalu kamu sebutkan namanya dalam doamu itu ternyata tidak setia kepadamu. Dia ketahuan bermain-main mata di belakangmu.

Betapa hancurnya hatimu menerima kenyataan yang pahit ini. Kamu pun mulai menyalahkan keadaan dan bahkan menyalahkan Allah.

Andai kata Allah bertanya kepadamu seperti ini, apa yang akan kamu jawab?

“Bukankah kamu dulu selalu menyebutkan namanya dalam doamu, bukankan kamu dulu menginginkannya? Aku mengabulkan doa hambaKu sesuai keinginannya meskipun Aku tahu mana yang baik dan mana yang buruk untukmu.”

“Kamu menganggap dia sempurna, kamu menganggap dia adalah yang terbaik untukmu, saking cintanya kamu sama dia, kamu pun banyak melupakan-Ku.”

Kalau udah begini, mau jawab apa?

Apa yang kamu doakan memang tidak salah, tapi bagaimana cara kamu berdoa itu yang salah. Kamu tidak sepenuhnya memasrahkan semuanya kepada Allah. Doamu berkesan seperti menuntut atau memaksa, padahal seharusnya kamu memasrahkan semuanya kepada Allah.

Ketahuilah, apa yang kamu anggap baik belum tentu baik di hadapan Allah, dan apa yang menurutmu buruk, belum tentu buruk di hadapan Allah. Allah itu Maha Mengetahui sedangkan kamu tidak tahu apa-apa.

Patah hati yang kamu alami jadikan pelajaran untuk terus memperbaiki diri ke depannya. Sekarang berdoalah kembali, tetap doa yang sama, hanya saja jangan menyebutkan nama, cukup minta yang terbaik kepada Allah, pasrahkan semuanya kepada Allah.

To Top