Love

Cintai Dulu Sang Pencipta, Baru Cintai yang DiciptakanNya

Cintai Dulu Sang Pencipta, Baru Cintai yang DiciptakanNya

Mencintai dan dicintai sudah jadi kodrat kita sebagai manusia. Ketika kita mencintai seseorang, rasanya tak ada lagi orang yang lebih sempurna dari dia, pokoknya dia adalah segalanya bagimu, dia bagaikan pelita setiap langkah-langkahmu.

Tak ada satu detikpun yang dibuang tanpa membayangkan senyum indah di bibirnya. Dia memang selalu jadi nomor satu di hatimu melebihi apapun, kamu siap jadi perisai yang selalu melindunginya dan bahkan kamu rela melakukan hal-hal bodoh hanya untuk menyenangkannya.

Namun di balik indahnya cinta, siap-siap mendapatkan rasa kecewa yang amat luar biasa menyakitkan. Cinta kadang tak selalu berjalan mulus, ada kalanya cinta bisa jadi sesuatu yang paling menyakitkan.

Misalnya saja diputusin, diselingkuhi, ditolak atau cuma dianggap teman saja setelah sekian lama berjuang. Alhasil rasa kecewa dan rasa sakit yang amat nyesek di hati.

Sakitnya bisa bertahan dalam waktu yang sangat lama dan sayangnya lagi tidak ada dokter yang mampu menyembuhkan sakit hati.

“Ketika kita siap mencintai, kita harus siap disakiti.”

Baca Juga: 5 Fase Perjalanan Cinta Dalam Rumah Tangga, Tidak Semua Bisa Melaluinya

Mencintai seseorang memang tidak salah, tapi yang salah itu kamu selama ini telah menjadikan si dia nomor satu di hati kita. Makannya ketika disakiti, rasa kecewalah yang akan kamu dapatkan.

Seharusnya cintai dulu Sang Pencipta, lalu cintai yang diciptakanNya. Jadikanlah Sang Pencipta nomor satu di hatimu, bahkan melebihi ibu bapakmu.

Buktikan rasa cintamu kepada Sang Pencipta dengan menuruti semua perintahNya dan menjauhi semua laranganNya.

Ketika kamu sudah bisa menjadikan Sang Pencipta nomor satu di hatimu, baru cintai yang diciptakanNya. Siapapun itu, dia bisa jadi milikmu jika Sang Pencipta berkehendak.

Seandainya kamu dikecewakan oleh seseorang, tapi karena yang nomor satu di hatimu adalah Allah, insyaallah kamu tidak akan menelan kekecewaan.

Alangkah lebih baiknya, jangan sebutkan namanya dalam doamu, cukup serahkan seluruhnya kepada Allah. Yakinlah Allah pasti akan memberikan yang terbaik untukmu.

To Top