Love

5 Sisi Positif dari Hubungan yang Berakhir, Tidak Selamanya Buruk!

5 Sisi Positif dari Hubungan yang Berakhir, Tidak Selamanya Buruk!

Buat kamu yang hubungan dengan pasangan berakhir, pasti gak mau lagi mengalami momen nyesek itu kedua kali, kan? Sakit banget! Kadang, luka itu membuatmu menyesali pilihan. Menganggap sang mantan adalah kesalahan terbesar dalam hidup. Baik, dalam fase awal putus cinta, perasaan berbalut emosi itu masih wajar terjadi.

Tapi setelah waktu meredakan lukamu, kamu perlu berpikir lebih jernih supaya hatimu bisa berdamai dengan keadaan. Perasaan untuk menerima hubungan yang berakhir adalah langkah menuju ikhlas. Kalau kamu sudah ikhlas, kamu bakal menemukan hikmah bahkan poin-poin positif dari pengalamanmu.

Lebih jelasnya, berikut alasan sebenarnya gak ada hubungan yang berakhir sia-sia. Begitu juga dengan kisahmu.

Baca Juga : Cara Ampuh Melupakan Mantan dan Berdamai dengan Masa Lalu

1. Hubungan yang berakhir memberimu pelajaran penting untuk jadi seseorang yang lebih baik

Kegagalan adalah guru kehidupan yang paling berharga. Dari kegagalan itulah kamu bisa menyadari setiap kesalahan yang terjadi. Hubungan yang berakhir mengajarkanmu untuk lebih siap bertemu problema asmara. Kamu bakal lebih dewasa dan hati-hati dalam mencari alternatif penyelesaian masalah.

Semua pelajaran itu telah kamu asah dalam hubungan terdahulu. Kamu tentu gak ingin mengalami kisah cinta yang berakhir kedua kali, kan? Berguru pada pengalaman, jadi jalan yang bisa bikin kamu semakin baik.

2. Mengikhlaskan luka yang pernah ada bakal bikin kamu lebih kuat kedepannya

Berakhirnya hubungan memang selalu menyimpan luka tersendiri. Sebab, karena luka itulah seseorang memilih berpisah. Kamulah yang memutuskan untuk menjadikan luka itu rasa benci dan dendam, atau ujian hidup yang bikin kamu lebih kuat. Seseorang gak akan tahu seberapa kuat ia, kalau belum diuji.

Ketika kamu bisa ikhlas, itu artinya kamu lulus ujian. Kamu tentu bakal lebih tangguh dan kuat saat kembali menjalin hubungan baru.

3. Kamu akan belajar lebih mudah menerima kekurangan pasangan

Gak bisa dimungkiri bahwa penyebab berakhirnya hubungan, lebih sering terjadi karena kekurangan pasangan. Dia yang gak sesuai ekspektasi, selalu jadi pemantik emosi. Semakin sulit seseorang menerima kekurangan pasangannya, semakin rentan terjadi pertengkaran.

Kadang seseorang baru bisa memahami kalau manusia sempurna itu gak ada, setelah hubungannya kandas. Siapa pun pasanganmu, dia selalu akan hadir dengan kelebihan dan kekurangannya.

4. Berakhirnya hubungan mungkin jadi langkah terbaik yang berdampak positif

Ketika hubungan gak bisa lagi dipertahankan, perpisahan kadang punya dampak baik buat kamu dan mantan. Daripada tenggelam dalam penyesalan, lebih baik fokuslah pada masa depanmu yang masih panjang. Meratapi patah hati dan menganggapnya hubungan sia-sia, hanya akan menutupi celah-celah positif yang seharusnya kamu rasakan pasca putus.

Kalau kamu masih bisa menemukan kebahagiaan dan menjadi pribadi yang lebih baik, maka hubunganmu yang berakhir gak bisa dikatakan sia-sia.

5. Seseorang di masa lalu adalah bagian dari lembar takdirmu yang gak bisa diubah

Waktu yang pernah kamu habiskan dengannya dan suka duka yang pernah dilewati berdua, pada akhirnya bakal jadi kenangan. Mau gak mau, dialah takdir hidup yang harus mengisi masa lalumu. Kamu gak pernah bisa memutar balik waktu.

Menyadari kalau dia adalah bagian dari takdir, bisa bikin kamu lebih mudah berdamai dengan kisahmu. Seperti lirik lagu, “Apa yang terjadi… terjadilah…” Tugasmu hanya menjalani kehidupan dengan ikhlas. Ingat kembali, roda hidup terus berputar, sedihmu akan berganti bahagia.

Tetap semangat sambut kisah barumu di masa depan, ya! Tentunya dengan kualitas dirimu yang lebih baik lagi. Dalam setiap hubungan pasti akan ada pelajaran yang bisa kamu ambil untuk terus memperbaiki diri.

To Top