in ,

Letusan Gunung Toba Pernah Nyaris Lenyapkan Umat Manusia

Letusan Gunung Toba Pernah Nyaris Lenyapkan Umat Manusia
Foto: mitchtestone.blogspot.com

Gunung Toba adalah salah satu gunung berapi paling besar di dunia yang masih aktif. Terletak di Sumatera Utara, gunung ini memiliki kantong magma yang sangat besar dan jika sampai meletus, dampaknya sangat besar sekali.

Namun tahu tidak kalau dulu Gunung Toba pernah meletus dahsyat hingga nyaris melenyapkan umat manusia di muka bumi ini? Letusannya berkali-kali lipat lebih kuat dari letusan Gunung Vesuvius atau Gunung Krakatau.

Sekitar 70.000 SM, pernah terjadi bencana besar global akibat letusan Gunung Toba. Letusan itu dianggap sebagai letusan gunung berapi terbesar sepanjang sejarah umat manusia.

Perbandingan letusan Gunung Toba dengan gunung lainnya.

Letusan Gunung Toba Pernah Nyaris Lenyapkan Umat Manusia

Untuk menggambarkan betapa dahsyatnya letusan Gunung Toba ketika itu, kita akan membandingkannya dengan letusan Gunung St. Helens pada 1980 yang mengeluarkan 1 kilomiter kubik batu.

Pada tahun 79 Masehi, Gunung Vesuvius di Italia mengeluarkan 3 kilometer kubik batu dan material vulkanik. Letusan tersebut sudah cukup untuk melenyapkan Kota Pompeii dan seluruh penduduknya.

Lalu pada tahun 1815, Gunung Tambora di Sumbawa meletus dahsyat dan mengeluarkan 80 kilometer material vulkanik.

Kemudian Gunung Krakatau yang meletus pada tahun 1883. Ledakan Krakatau telah melemparkan batu-batu dan abu vulkanik dengan volume 18 kilometer kubik. Suara letusannya saja terdengar sampai 4.600 km. Jika diperkirakan, daya ledak Krakatau setara dengan 30.000 kali bom atom.

Lantas berapa kekuatan letusan Gunung Toba?

Letusan Gunung Toba Pernah Nyaris Lenyapkan Umat Manusia
Foto: nextbigfuture.com

Menurut ilmuwan, letusan Gunung Toba pada 70.000 SM memiliki kekuatan dengan volume mencapai 2.800 kilometer kubik atau setara dengan 4.600.000 kali bom atom yang diledakan di Jepang.

Sudah tak terbayang lagi bagaimana kondisi bumi ini ketika itu. Letusan tersebut telah  menyebabkan bencana global, menyemburkan begitu banyak material ke udara hingga debunya saja sampai menutupi langit dari sinar matahari selama 6 tahun

Karena sinar matahari tidak bisa menembus permukaan bumi, akibatnya tumbuhan banyak yang mati, banyak hewan yang mati dan mengganggu siklus hujan.

Abu panas menyebabkan banyak hutan terbakar, menyebabkan kelaparan massal ketika manusia berjuang untuk bertahan hidup setelah letusan Gunung Toba.

Banyak ilmuwan yang percaya bahwa ini adalah periode di mana populasi manusia nyaris mengalami kepunahan. Hanya sedikit manusia ketika itu yang mampu bertahan hidup.

Beberapa berpendapat bahwa abu yang menutupi matahari selama bertahun-tahun setelah membuat planet bumi jadi dingin. Dataran di Afrika Timur saja diperkirakan memiliki suhu di bawah 20 derajat ketika itu. Cuaca yang ekstrim dan sulitnya makanan nyaris saja melenyapkan seluruh peradaban manusia.

Letusan itu menghasilkan kaledra dan sekarang menjadi Danau Toba dengan Pulau Samosir di tengahnya.

Sumber referensi: Toptenz, Wikipedia