in ,

Kenapa Seseorang Bisa Jadi Teroris?

Kenapa Seseorang Bisa Jadi Teroris?
Foto: idebag.net

Serangan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, pada hari Minggu (13/5/2018) kemarin telah mengingatkan kembali masyarakat akan bahanya serangan terorisme. Sejauh ini serangan tersebut telah mengorbankan 13 nyawa dan 43 orang lainnya terluka.

Terlepas dari serangan tersebut, mungkin pernah terlintas di benak kita kenapa seseorang ingin jadi teroris dan lebih jauhnya lagi kenapa mereka rela mati dengan melakukan bom bunuh diri? Ada beberapa alasan kenapa seseorang tergiur bergabung dengan jaringan kelompok teroris.

Dikutip WowMenariknya.com dari berbagai sumber, berikut alasan kenapa seseorang bisa jadi teroris dilihat dari berbagai sudut.

Kurang paham tentang agama

Para komplotan teroris biasanya menyasar calon anggota yang memiliki pemahaman tentang agama yang masih minim. Mereka akan menafsirkan ayat-ayat Al-Quran dan hadis seenaknya, jauh dari makna sebenarnya.

Baca Juga: Ciri-Ciri Orang yang Bergabung dengan Kelompok Teroris

Di sisi lain, Islam itu adalah agama rahmatan lil ‘alamin bukan rahmatan lil islami, yang artinya Islam itu adalah rahmat untuk semua semesta, termasuk untuk semua manusia tanpa memandang perbedaan keyakinan dan ras. Jadi umat Islam melakukan kebaikan tak hanya kepada umat Islam saja, tapi kepada seluruh manusia.

Tidak paham tentang arti jihad

Jihad di sini mereka artikan bentuk perlawanan secara fisik terhadap kelompok yang bertentangan dengan keyakinan mereka. Padahal jihad di dalam Al-Quran memiliki arti bentuk perlawanan terhadap hawa nafsu untuk menjauhi segala perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT.

Lalu bagaimana dengan perang zaman Nabi? Dulu umat Islam mendapat ancaman dan penolakan dari kaum musyrik. Karena tidak menerima Islam, kaum musyrik terus menyakiti kaum Muslim dan bahkan mencetuskan perang. Perlu diketahui, Nabi Muhammad tidak pernah mendeklarasikan perang, tapi beliau berperang untuk melindungi umatnya dari serangan kaum musyrik.

Setelah Perang Uhud, Nabi Muhammad pernah berbicara kepada para sahabatnya bahwa akan datang perang yang jauh lebih dahsyat dari Perang Uhud. Para sahabat pun kaget akan ada perang dahsyat lagi mengingat dahsyatnya Perang Uhud yang menelan banyak korban jiwa ketika itu, termasuk paman Nabi, Hamzah bin Abdul-Muththalib.

Ketika para sahabat bertanya perang apa itu? Rasulullah SAW menjawab bahwa itu adalah perang melawan hawa nafsu yang ada pada diri setiap manusia. Itulah arti jihad yang sebenarnya, yaitu memerangi hawa nafsu.

Hatinya dipenuhi kebencian

Kelompok teroris itu bagaikan piramida yang di bagian atasnya adalah pemimpin mereka yang sangat keras. Mereka tentu akan merekrut anggota yang hatinya dipenuhi dengan kebencian, seperti penah mengalami kegagalan, dikecewakan oleh pemerintah, dan tidak memiliki tujuan hidup.

Baca Juga: Bagaimana Cara Menyelamatkan Diri dari Serangan Teroris

Kemudian mereka akan memberikan penawaran kepada calon anggotnya untuk balas dendam, atau membantunya mewujudkan tujuannya yang tidak dicapai. Para calon anggota akan terus dipupuk oleh kebencian agar hati nurani mereka tertutup sehingga mereka nantinya tak segan untuk membunuh orang lain.

Tidak memiliki tujuan hidup

Gagal memaknai arti hidup dan tidak memiliki tujuan hidup setelah mengalami banyak hal menyakitkan, bisa membuat seseorang sangat mudah untuk jadi teroris. Para komplotan teroris akan merekrut orang-orang seperti ini karena hatinya mudah dipengaruhi oleh misi-misi kotor. Dengan menawarkan tujuan yang diklaim mulia, mereka yang tidak memiliki tujuan hidup akhirnya mau bergabung.

Loading...
Loading...