in ,

Kenapa Ibu Tega Membunuh Anaknya Sendiri?

Kasus penganiayaan terhadap seorang bayi bernama Calista sampai tewas yang dilakukan oleh ibunya sendiri menjadi sorotan publik akhir-akhir ini. Selain kasus Calista, ada banyak kasus lainnya tentang ibu menganiaya anak sampai tewas. Yang jadi pertanyaan bagaimana bisa sosok seorang ibu bisa tega membunuh buah hatinya sendiri?

Padahal ibu adalah seorang figur yang paling menyayangi anaknya dan rela mengorbankan apapun demi anaknya. Kecintaan ibu terhadap buah hatinya bahkan berkali-kali lipat lebih besar dari figur seorang ayah. Tapi di sisi lain, bagaimana bisa seorang ibu tega membunuh anaknya sendiri.

Ada beberapa alasan yang menyebabkan orang tua tega menghabisi darah dagingnya sendiri. Berikut ulasannya yang berhasil kami himpun dari berbagai sumber.

Baca Juga: 10 Potret Hangatnya Kebersamaan Ibu & Anaknya yang Membangkitkan Kenangan Dulu

Altruistic filicide

Altruistic filicide berarti orang tua percaya bahwa membunuh adalah demi kebaikan anak itu sendiri atau tidak ingin meninggalkan anak tanpa sosok ibu. Alasan ini sering dipakai oleh orang tua yang tega menganiaya anaknya sendiri sampai tewas. Mereka beranggapan bahwa membunuh anak adalah kebaikan demi anaknya sendiri daripada harus hidup tapi menderita.

Anak yang tidak diharapkan

Sebagian pasangan yang melakukan hubungan seks di luar nikah sebenarnya tidak mengharapkan memiliki anak. Jika hal itu sampai terjadi, ibu dan ayah dari anak itu akan panik karena statusn mereka yang belum sah jadi suami istri. Rasa panik dan cemas inilah yang membuat seorang ibu mulai berpikir untuk mengakhiri buah hatinya sendiri. Ditambah lagi dukungan dari kekasihnya. Mereka tega membunuh bayi yang tidak bersalah demi menutupi aib mereka sendiri.

Tidak sengaja atau kebablasan

Banyak kasus ibu membunuh anaknya sendiri karena tidak sengaja. Sang ibu awalnya hanya berniat menghukum anaknya dengan menggunakan kekerasan, tapi karena ia kehilangan kendali, akhirnya secara tidak sengaja sang ibu telah membunuh anaknya sendiri.

Baca Juga: Foto Ini Ungkap Fakta Miris Hamil Di Luar Nikah

Faktor tekanan hidup

Faktor ekonomi, rumah tangga, dan tekanan lainnya bisa jadi penyebab seorang ibu tega membunuh anaknya sendiri. Karena beban hidup yang berat, sang ibu akhirnya jadi frustasi dan melampiaskan emosinya kepada anak. Emosi yang berlebihan bisa membuat sang ibu kehilangan kendali sampai membunuh anaknya sendiri.

Itulah beberapa alasan ilmiah yang berhasil kami himpun sejauh ini tentang alasan seorang ibu bisa sampai tega membunuh anaknya sendiri. Intinya, kelamnya hati bisa membutakan orang tua sampai mereka tega melakukan apa saja demi kebaikannya sendiri, termasuk membunuh bayi yang tak berdosa.

Sayangilah sosok anak sepenuh hati karena mereka adalah anugrah dari Tuhan. Meski bayi tersebut lahir dari hubungan di luar nikah, anak itu bukanlah anak haram, tapi yang bersalah itu adalah ibu bapaknya.

Loading...
Loading...