Life

6 Kebiasaan Yang Merusak Kinerja Otak

6 Kebiasaan Yang  Merusak Kinerja Otak

Otak adalah salah satu organ tubuh manusia yang luar biasa penting. Seperti yang kamu tahu otak merupakan sistem kontrol dari semua aktivitas yang terjadi di dalam tubuh. Otak menyimpan semua informasi dan pengalaman dan segala hal lain yang telah Anda jalani sejak lahir. Organ ini harus dijaga dengan cara yang paling sehat.

Kinerja otak sangat dipengaruhi oleh kebiasaan yang dilakukan sehari-hari. Sering kali kebiasaan yang kerap dilakukan sehari-hari tanpa disadari jadi bumerang yang merusak jaringan otak. Segera ubah kebiasaan ini agar otak dapat bekerja maksimal. Berikut beberapa kebiasaan yang dapat merusak kinerja otak.

1. Terlalu banyak mengonsumsi garam

6 Kebiasaan Yang  Merusak Kinerja Otak

Makanan gurih memang menggugah selera. Namun, makanan yang banyak mengandung garam tak baik bagi otak. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Neurology ini mengatakan bahwa konsumsi garam berlebih dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan stroke.

Kondisi pembuluh darah yang rusak akibat tekanan darah tinggi dan stroke itulah yang dapat menyebabkan kerusakan otak. Kementerian Kesehatan merekomendasikan batasan asupan garam tidak lebih dari 5 gram atau satu sendok teh per hari.

2. Konsumsi Gula Berlebih

6 Kebiasaan Yang  Merusak Kinerja Otak

Menurut ahli dari Charite University Medical Centre, Jerman, gula darah berlebih (akibat konsumsi gula berlebih) bisa menyebabkan dan membahayakan struktur serta fungsi otak. Misalnya, kondisi ini bisa membuat bagian otak yang terdapat di area hipokampus menjadi mengecil.

Padahal, area hipokampus ini berguna untuk mengingat suatu kejadian atau fakta. Dengan kata lain, kemampuan otak untuk mengingat akan terganggu bila otak mengalami kelebihan gula.

3. Tidak Sarapan

6 Kebiasaan Yang  Merusak Kinerja Otak

Melewati sarapan juga merupakan kebiasaan merusak otak yang banyak dilakukan orang. Menurut ahli gizi, kualitas berpikir orang yang melewatkan sarapan cenderung menurun. Lho, kok bisa? Pasalnya, melewati sarapan sama halnya dengan meniadakan asupan energi di pagi hari.

Padahal, energi dari makanan ini merupakan salah satu asupan penting untuk aktivasi otak. Contohnya, ketika belajar atau bekerja otak membutuhkan energi dari kalori untuk mengaktifkan peran otak. Enggak itu saja, orang yang melewatkan sarapan juga cenderung sulit berkonsentrasi dan mudah lupa.

4. Terlalu banyak makan

6 Kebiasaan Yang  Merusak Kinerja Otak

Tidak ada yang salah dari hobi makan. Hanya saja, yang harus diperhatikan adalah, ternyata makan berlebihan dapat menyebabkan akumulasi zat sisa dalam bentuk lemak dan pengerasan arteri serebral, yang berdampak pada menurunnya kekuatan mental Anda.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Program Neuroscience di Penyalahgunaan Zat di Universitas Vanderbilt menemukan bahwa orang yang secara teratur makan makanan berlemak secara berlebihan dapat menderita kerusakan di otak.

Hal tersebut dapat menyebabkan otak untuk mengirim sinyal untuk terus makan, meskipun orang tersebut sebenarnya sudah kenyang.

5. Jarang Minum

6 Kebiasaan Yang  Merusak Kinerja Otak

70% dari tubuh manusia diisi oleh air. Air berperan sangat penting bagi fungsi kerja otak dan pergerakkan tubuh kita. Studi membuktikan bahwa kasus dehidrasi dapat menyebabkan turunnya fungsi kognitif otak manusia. Orang yang dehidrasi akan sulit mencerna informasi, merasa pusing, bahkan apabila parah, dapat terjadi kejang-kejang.

Perkumpulan dokter dunia menyarankan kita untuk meminum setidaknya 2 liter air per hari untuk menjaga kesehatan otak dan tubuh.

6. Kurang Tidur

6 Kebiasaan Yang  Merusak Kinerja Otak

Kebiasaan yang satu ini sih enggak perlu dipertanyakan lagi dampaknya bagi kesehatan psikis maupun fisik. Mereka yang kurang tidur cenderung mudah depresi, stres, dan suasana hati mudah terganggu. Lalu, bagaimana dampaknya sehingga bisa menjadi penyebab otak rusak?

Para peneliti mengatakan bahwa kurang tidur bisa membuat kewaspadaan dan konsentrasi otak menurun. Makanya, jangan heran kalau dirimu menjadi gampang lupa, sulit berpikir jernih, atau suka bingung sendiri bila kekurangan tidur.

Dalam dunia medis, kurang tidur juga bisa menimbulkan gangguan berpikir akibat otak yang kelelahan. Para ahli menyebut kondisi ini dengan istiah brain fog, bahasa sederhananya lemah otak (lemot). Nah, pastinya otak yang lemot akan membuat dirimu sulit mengambil keputusan penting.

Ingatlah, tidur sebenarnya merupakan kesempatan bagi otak dan saraf-saraf yang menyimpan ingatan untuk memperbaiki diri. Kata ahli dari Universitas Maryland, AS, ketika tidur otak akan merekam berbagai hal yang telah kita pelajari dan alami seharian ke dalam ingatan jangka pendek.

To Top