in ,

Jangan Sedih Hidup Susah Sekarang, Mungkin Kita Sedang Ditempa Untuk Jadi Orang Hebat di Masa Mendatang

Jangan Sedih Hidup Susah Sekarang, Mungkin Kita Sedang Ditempa Untuk Jadi Orang Hebat di Masa Mendatang 1

Hidup terasa susah, masalah datang bertubi-tubi, rezeki seolah memushi, apakah itu yang kalian rasakan saat ini? Ketika dihadapkan permasalahan seperti itu, hidup terasa bimbang dan hati terasa gelisah. Kita kadang berkata dalam hati betapa malangnya nasib yang sedang menimpa kita saat ini.

Sementara melihat orang lain, hidupnya terasa sangat menyenangkan. Mereka bisa mendapatkan apapun yang mereka mau dengan cepat, pergi jalan-jalan kemanapun mereka mau, membeli barang sesuka hatinya, dan orang-orang banyak yang menyanjungnya.

Sedangkan kita sendiri, mau makan saja susah, sudah kerja banting tulang siang dan malam, tapi hasilnya sedikit sekali. Orang-orang menganggap kita seperti makhluk rendahan yang tak sederajat dengan mereka. Kadang kita suka berkata dalam hati, apakah Tuhan itu memang adil atau tidak?

Beratnya hidup ini merupakan modal awal untuk jadi orang hebat.

Jangan Sedih Hidup Susah Sekarang, Mungkin Kita Sedang Ditempa Untuk Jadi Orang Hebat di Masa Mendatang 2

Memang sulit memikirkan apa yang direncanakan Tuhan. Tapi walau begitu, rencana Tuhan itu tetap yang terbaik. Hanya saja Tuhan mendidik kita dengan cara yang berbeda. Tuhan ingin kita jadi orang yang kuat, baik dari fisik, mental dan jiwa. Oleh karena itu Tuhan melatih kita dengan beban-beban hidup yang berat agar kita jadi orang hebat.

Tidak mungkin kita pergi ke gym untuk menguatkan otot, lalu instruktur gym menyuruh kita tiduran, makan-makan enak dan bermalas-malasan, tentu instruktur gym akan menyuruh kita mengangkat beban yang berat. Mulai dari yang 1 kg, lalu naik lagi ke yang 2 kg, 5 kg, 10 kg dan seterusnya.

Baca Juga: Kisah Bai Fang Li, Tukang Becak yang Sekolahkan 300 Anak Miskin

Merenungkan hal itu, ternyata semakin kuat kita, semakin berat beban yang akan kita angkat. Mau bagaimana lagi, kita sudah memiliki niat ingin menguatkan badan, tentu kita harus menanggung beban yang berat. Namun hasilnya kita jadi memiliki tubuh yang kuat, berotot dan tenaga yang besar.

Sama halnya dengan perumpamaan itu, mungkin Tuhan sedang mendidik kita untuk jadi orang hebat di masa mendatang. Oleh karena itu, kita diberikan beban-beban kehidupan yang amat berat, bahkan sejak dari kecil atau ketika muda. Memang sangat pahit, tapi jika terus dijalani dengan penuh keikhlasan, kita pasti bisa jadi orang hebat di masa mendatang.

Kebanyakan orang hebat itu pernah melalui masa sulit.

Jangan Sedih Hidup Susah Sekarang, Mungkin Kita Sedang Ditempa Untuk Jadi Orang Hebat di Masa Mendatang 3
Foto: Variety

Coba kita melirik perjuangan orang-orang sukses sekarang. Jangan melihat mereka dari kesuksesannya saja, tapi lihatlah perjuangan mereka dari nol, bagaimana lika-liku kehidupannya yang memang pahit untuk dibayangkan.

Chairul Tanjung contohnya, si anak singkong ini dulunya hidup miskin. Dia harus belajar hidup mandiri sejak duduk di bangku kuliah. Semua biaya kuliah dia yang tanggung dari hasil kerjanya sebagai tukang fotokopi di kampusnya. Dia juga sempat jatuh bangun dalam membangun bisnisnya sampai akhirnya beliau memiliki kerajaan bisnis yang besar.

Selain Chairul Tanjung, ada Jack Ma. Pendiri Alibaba Group sekaligus orang terkaya di Tiongkok ini dulunya juga hidup sengsara. Dulu, Jack Ma pernah melamar jadi pelayan di restoran cepat saji. Dari semua orang yang melamar jadi pelayan, hanya Jack Ma seorang yang ditolak. Kegagalan dan pahitnya nasib telah merubah pola pikir Jack Ma hingga jadi orang sukses seperti sekarang.

Andaikan Tuhan menakdirkan Jack Ma diterima jadi pelayan, mungkin dia akan jadi pelayan seumur hidupnya. Tapi Tuhan memberikan jalan hidup lain bagi Jack Ma. Begitulah cara Tuhan mendidik kita, yaitu dengan memberikan sesuatu yang berwujud pahit.

Mengutip perjalanan hidup para nabi.

Jangan Sedih Hidup Susah Sekarang, Mungkin Kita Sedang Ditempa Untuk Jadi Orang Hebat di Masa Mendatang 4
Foto: Klikuk

Jika melirik perjalanan hidup para nabi, mereka sudah diberikan berbagai macam kesulitan sejak dari kecil. Tuhan sudah mendidik para nabi dengan berbagai macam kesulitan dan cobaan berat sejak mereka masih muda. Tujuannya untuk menjadikan mereka orang yang hebat, kuat dan penuh kasih sayang karena kelak mereka akan jadi pemimpin umat.

Nabi Muhammad sudah tidak punya orang tua sejak kecil. Dia hidup sengsara bersama pamannya dan bekerja sebagai pengembala. Sejak diangkat jadi nabi, beliau harus menghadapi banyak cobaan yang berat. Semua harta beliau habis untuk berdakwah, dihina dan mendapat perlakuan kasar dari kaumnya sendiri, kemudian beliau ditinggalkan istri tercinta dan permasalahan tak kunjung usai.

Baca Juga: Kenapa Kebanyakan Nabi Yatim? Ini Hikmahnya yang Harus Kita Pahami

Tapi hal itu tidak membuat Nabi Muhammad berkecil hati, rasa cintanya dan keyakinannya malah semakin kuat. Semua cobaan berat yang sudah dilaluinya telah membuat Nabi Muhammad berhasil menaklukan Mekkah dan menyebarkan Islam di seluruh tanah Arab. Dari seorang pengembala kambing, jadi seorang pemimpin Muslim yang adil.

Pahit manisnya hidup ini adalah alat tempa untuk kita

Jangan Sedih Hidup Susah Sekarang, Mungkin Kita Sedang Ditempa Untuk Jadi Orang Hebat di Masa Mendatang 5
Foto: WordPress

Ada persamaan di antara kisah orang-orang hebat di atas, yakni semuanya ikhlas menjalani hidup ini dan tak luput dari perjuangan. Pahit manisnya hidup ini telah menaikan mereka dari nol jadi orang yang hebat.

Jadikan pahit manisnya kehidupan sekarang bak alat tempa bagi kita agar jadi orang yang kuat dan hebat di masa mendatang. Layaknya sebuah pedang yang awalnya tidak tajam, tapi setelah ditempa, pedang tersebut jadi sangat tajam.

Hadapi semua kesulitan yang menimpa kita saat ini dengan penuh keikhlasan, bersabarlah dan teruslah berjuang. Kelak ketika kita jadi orang hebat, gunakanlah kehebatanmu untuk membantu sesama.

Loading...
Loading...