in ,

Jalan Tol Kematian, Saksi Bisu Kekejaman Amerika Serikat yang Disembunyikan

Jalan Tol Kematian, Saksi Bisu Kekejaman Amerika Serikat yang Disembunyikan 1
Foto: Viral Nova

Banyak orang yang tidak tahu kejahatan perang yang terjadi selama Perang Teluk pada awal tahun 1990-an. Salah satunya kekejaman yang dilakukan Amerika Serikat terhadap pasukan Irak.

Pada tanggal 22 Februari 1991, Irak sepakat untuk melakukan genjatan senjata yang diusulkan Soviet yang akan memungkinkan mereka untuk menarik pasukan dari Kuwait.

Namun, pihak administrasi Presiden George H. W. Bush menolak untuk percaya bahwa pemerintah Irak benar-benar sudah melakukan genjatan senjata.

AS menyerang Irak secara membabi buta.

Jalan Tol Kematian, Saksi Bisu Kekejaman Amerika Serikat yang Disembunyikan 2
Foto: Viral Nova

Baca Juga: 4 Dosa Keji Tentara Amerika Terhadap Warga Irak

Kemudian pada malam 26 Februari 1991, militer Irak membentuk koloni besar dan mulai menarik mundur pasukan mereka melalui Jalan Tol rute 80 yang menghubungkan Irak dengan Kuwait. Saat itulah, pasukan koalisi AS dan Kanada menyerang koloni tersebut.

Pesawat tempur AS dan Kanada melakukan pemboman pada bagian depan dan belakang koloni militer Irak untuk mencegah mereka mundur.

Ratusan bom dijatuhkan.

Jalan Tol Kematian, Saksi Bisu Kekejaman Amerika Serikat yang Disembunyikan 3
Foto: Viral Nova

Beberapa jam kemudian, pasukan koalisi menjatuhkan ratusan bom di tengah-tengah pasukan Irak yang terjebak.

Serangan tersebut membuat semua orang dan kendaraan hancur lebur. Pada keesokan harinya, jalan tol tersebut penuh dengan ribuan mayat berserakan di mana-mana dan banyak kendaraan yang hancur lebur.

Baca Juga: Kenapa Amerika Selalu Mendukung Israel?

Sejak peristiwa itu, jalan tol ini dijuluki Jalan Tol Kematian.

Jalan Tol Kematian, Saksi Bisu Kekejaman Amerika Serikat yang Disembunyikan 4
Foto: Viral Nova

Namun, Amerika berusaha menyembunyikan tindakan busuk mereka dari media. Tapi bagaimanapun, keburukan mereka terkuak. Anehnya, komandan Amerika yang memimpin serangan itu tidak dituntut secara resmi atas tindakan mereka.

Loading...