in ,

Meski Kontroversi, Ini 6 Pelajaran Berharga dari Film Game of Thrones

Meski Kontroversi, Ini 6 Pelajaran Berharga dari Film Game of Thrones 1

Hanya tinggal dua minggu lagi sebelum Game of Thrones Season 8 dirilis pertengahan April mendatang. Season 8 akan jadi final season dari film serial besutan HBO ini. Nanti kita akan tahu bagaimana akhir cerita film yang cukup mengundang rasa penasaran ini.

Sejak season 1 dirilis pada 2011 lalu, Game of Thrones cukup mengundang kontroversi, khususnya di Indonesia, karena banyak menayangkan adegan seks yang tak wajar dan adegan yang sadis.

loading...

Jika kalian nonton film ini dari season 1 sampai season 7, kalian akan menemukan banyak pelajaran berharga tentang kehidupan, kepemimpinan, kedamaian, kebencian, peperangan dan masih banyak lagi.

Berikut 10 pelajaran berharga yang bisa kita ambil dari film serial Game of Thrones. Khusus yang pernah nonton aja yah, kalau belum pasti kalian gak akan paham.

1. Penderitaan hidup bisa membuat seseorang jadi sangat kuat

Meski Kontroversi, Ini 6 Pelajaran Berharga dari Film Game of Thrones 2

Setelah Ned Stark di eksekusi, keluarga Stark harus terpisah dan harus menjalani kehidupan yang berat, terutama bagi Arya Stark, Sansa Stark, Brandon Stark dan Jon Snow. Penderitaan hidup membuat mereka jadi orang yang sangat kuat.

Arya tadinya hanya anak perempuan ingusan yang punya cita-cita jadi petarung hebat. Melihat sang ayah, kakaknya Robb Stark dan ibunya dibunuh, hal itu menambah kebencian dalam diri Arya.

Dia mempunyai list daftar orang yang akan dia bunuh. Untuk mewujudkannya dia berlatih keras jati petarung hebat. Tak hanya jago memainkan pedang kecil, Arya juga memiliki kekuatan Faceless Men, kekuatan mengganti wajah dengan wajah orang lain. Bisa dibilang Arya adalah pembunuh paling berbahaya dalam Game of Thrones.

Sedangkan kakaknya, Sansa Stark, juga hidup menderita karena melihat ayahnya dipenggal dan hidup bersama orang-orang yang membunuh ayahnya. Tapi dia berhasil lolos dari cengkraman para Lannister. Dari situ, Sansa belajar banyak hal tentang strategi, cara berdiplomatik dan bahkan tentang peperangan.

Brandon Stark harus mengalami kelumpuhan setelah didorong oleh Jaime Lannister dari atas menara. Setelah kejadian itu, dia dianugrahi kemampuan penglihatan.

Setelah ayah dan ibunya tewas dibunuh, Bran melarikan diri dari Winterfell karena banyak orang yang mengincarnya. Dia pun bersama beberapa sahabatnya harus melakukan perjalanan ke luar The Wall untuk menjadi Three Ayed Raven. Selama perjalanan, banyak rintangan yang harus dilalui Bran, terutama dari para White Walker.

Setelah jadi Three Ayed Raven, Bran mampu melihat semua kejadian di masa lalu dan semua yang sedang terjadi di dunia ini. Bisa dibilang Bran adalah karakter terkuat di Game of Thrones dengan kemampuannya itu. Dia bahkan jadi kunci untuk mengalahkan Night King.

Jon Snow, anak haram Ned Stark yang selalu mendapat hinaan dan cacian, memulai perjalannya dengan menjadi anggota Night’s Watch. Dia rela menyerahkan hidupnya untuk menjaga The Wall dari para Wilding dan White Walker seumur hidupnya.

Tak disangka-sangka, garis kehidupannya membawanya jadi Lord Commander atau pemimpin Night’s Watch. Dari situ dia harus banyak mengambil keputusan sulit sebagai seorang pemimpin, termasuk membiarkan para Wilding melewati The Wall karena tidak ingin membiarkan mereka dibantai oleh para White Walker.

Karena mengambil keputusan sulit itu, Jon dibunuh oleh anggotanya sendiri, tapi ia dihidupkan kembali oleh Penyihir Merah. Jon pun menghukum mati para penghianat. Dan tak lama kemudian, dia dipertemukan dengan saudaranya, Sansa Stark.

Kemudian Jon terpaksa memimpin pasukan Wilding untuk menyerang pasukan Bolton yang telah merebut Winterfell dari keluarganya. Jon dan pasukannya hampir kalah, tapi ia mendapat bantuan dari pasukan Vale berkat bantuan Sansa. Peperangan pun dimenangkan oleh Jon. Dan wilayah Utara serta Winterfell kembali lagi ke tangan Stark.

Baca Juga: Mengintip Lokasi Syuting Film Game of Thrones Di Dunia Nyata

Jon pun dinobatkan jadi King of the North. Dari seorang anak haram, bisa jadi seorang raja yang disegani rakyatnya. Para Wilding pun menghormati Jon dan berhutang nyawa kepadanya.

Penderitaan hidup telah membuat mereka semua jadi orang-orang yang sangat kuat. Tanpa ada penderitaan ini, mereka tidak akan mungkin jadi orang yang sangat kuat. Jadi jangan mengeluh jika kamu mengalami masa-masa sulit dalam hidup karena siapa tahu itu akan menuntunmu jadi orang yang lebih kuat dan hebat.

2. Kadang dalam hidup ini, kita akan dihadapkan dalam sebuah pilihan sulit, tapi hati kita berkata bahwa pilihan itu adalah hal yang benar untuk dilakukan.

Meski Kontroversi, Ini 6 Pelajaran Berharga dari Film Game of Thrones 3

Saat jadi Lord Commander Night’s Watch, Jon Snow harus membuat pilihan sulit. Dia harus membiarkan para Wilding melewati gerbang The Wall. Meskipun Wilding adalah musuh bebuyutan Night’s Watch, Jon harus melakukan itu karena jika tidak, para Wilding akan dibantai oleh para White Walker.

Namun jika dia membiarkan hal itu, bakalan banyak anggota yang membencinya dan mungkin membunuhnya. Tapi rasa kemanusiaan Jon begitu tinggi, dia pun membiarkan para Wilding melewati The Wall karena mereka juga berhak mendapatkan kehidupan yang layak.

Keputusannya itu telah membuat Jon dibunuh oleh anggotanya sendiri. Tapi pada akhirnya dia dihidupkan kembali.

Tak hanya Jon yang harus mengambil pilihan sulit, Jaime Lannister pun juga harus mengambil keputusan serupa. Meskipun di awal-awal Jaime begitu menyebalkan, tapi rupanya dia memiliki kisah heroik.

Sewaktu masih jadi Kingsguard Mad King si Raja Gila, Jaime diberikan dua pilihan sulit, dia harus melanggar sumpah dan membunuh rajanya sendiri atau membiarkan ratusan ribu orang meninggal karena Mad King berencana meledakan kota.

Jaime pun memlih untuk membunuh Mad King, tapi dia dituduh bersalah karena telah melanggar sumpahnya. Meskipun tidak diberikan hukuman mati, Jaime mendapat julukan Kingslayer atau pembunuh raja. Julukan itu dianggap penghinaan oleh Jaime, tapi dia tidak mempedulikan perkataan orang lain.

Orang-orang menganggap Jaime sebagai perusak sumpah dan pembunuh raja yang tidak memiliki jiwa ksatria.

Lakukan hal benar meski itu adalah pilihan yang sulit dan dianggap salah oleh orang lain.

3. Hanya ketegaran hati dan tekad yang kuat yang bisa memberikan kita kekuatan untuk melalui masa-masa sulit.

Meski Kontroversi, Ini 6 Pelajaran Berharga dari Film Game of Thrones 4

Daenerys Targaryen terpaksa tinggal di sebrang Narrow Sea karena semua keluarga Targaryen sudah dibunuh saat masa pemberontakan terhadap ayahnya, Mad King. Dia harus rela dijual sebagai budak, diperkosa dan bahkan dianiaya.

Namun karena Daenerys memiliki ketegaran hati dan tekad yang kuat untuk tetap bertahan, dia pada akhirnya memiliki tiga ekor naga besar, 10.000 pasukan Unsullied dan ratusan ribu pasukan Dothraki. Dia yang tadinya tidak memiliki apa-apa, jadi seorang ratu.

Namun Daenerys berbeda dengan ayahnya, Mad King, dia justru memiliki sifat baik hati. Dengan kekuatannya itu, dia membebaskan ratusan ribu budak di berbagai macam tempat.

Selain Daenerys, Tyrion Lannister, adik Jaime Lannister, juga mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya. Meski ia seorang Lannister yang kaya raya, tetap saja dia sering mendapat penghinaan karena Tyrion seorang cebol atau kurcaci. Bahkan ayahnya sendiri, Tywin Lannister, tidak terlalu mengakuinya sebagai anak.

Bahkan ayahnya sendiri sempat berniat menjatuhkan hukuman mati kepada Tyrion. Tyrion tahu kalau dari dulu, ayahnya sangat mengharapkan kematiannya. Itulah hal menyakitkan yang dialami Tyrion. Pada akhirnya Tyrion membunuh ayahnya sendiri dan kabur dari Kings Landing menuju Narrow Sea untuk bertemu Daenerys.

Meski ia cebol, Tyrion dianugrahi kepintaran. Dia pun diangkat jadi Hand of the King dan penasehat oleh Daenerys.

Jika kita tegar menghadapi semua kesulitan dalam hidup ini, dan tetap mempertahankan tekad kita, tak menutup kemungkinan kita akan jadi orang hebat di masa mendatang dan berguna untuk orang lain.

4. Kekuasaan hanya akan membawakan penderitaan

Meski Kontroversi, Ini 6 Pelajaran Berharga dari Film Game of Thrones 5

Game of Thrones memang banyak menceritakan peperangan antara Tujuh Kerajaan untuk merebutkan kekuasaan. Namun dari peperangan itu, hanya penderitaanlah yang dihasilkan. Anak, saudara, perempuan yang tidak bersalah jadi korban peperangan dan perebutan kekuasaan.

Cersei Lannister, saudara permepuan Jaime dan Tyron Lannister adalah seorang ratu yang begitu mencintai anak-anaknya. Dia memang memegang kekuasaan dan selalu berhasil menyingkirkan musuh-musuhnya. Tapi apa yang terjadi, satu per satu anaknya meninggal. Kekuasaan yang dimiliknya justru malah membawakan banyak penderitaan bagi Cersei. Semkain kuat kekuasannya, malah semakin banyak musuhnya.

Ada banyak raja berkuasa yang duduk di singgasana dengan mahkota emas, tapi hati mereka dipenuhi dengan kegelisahan dan ketakutan karena banyak orang yang menginginkannya mati.

Baca Juga: 11 Pelajaran Berharga dari Sosok Uzumaki Naruto, From Zero to Hero

5. Persatuan dan kesatuan kadang harus terwujud melalui kekacauan

Meski Kontroversi, Ini 6 Pelajaran Berharga dari Film Game of Thrones 6

Peperangan antara raja-raja di Westeros tidak ada akhirnya. Sementara Night King dan pasukan mayat hidupnya sedang menuju The Wall untuk melenyapkan peradaban manusia. Tidak ada raja yang mampu mengalahkan Night King dan pasukannya, tapi hanya persatuanlah yang mampu mengalahkan mereka.

Itulah yang akan kita lihat nanti di Season 8 di mana raja-raja yang tadinya saling berperang akan bersatu untuk mengalahkan pasukan mayat hidup. Jika mereka bertarung bersama, mereka akan saling memahami satu sama lain dan terciptalah perdamaian.

Waktu penjajahan dulu, rakyat Indonesia bersatu karena mengingingkan hal yang sama, yaitu kemerdekaan. Setelah merdeka dan memiliki kepentingan yang berbeda-beda, perpecahan pun terjadi.

Kadang persatuan dan kesatuan itu terwujud karena ada bahaya yang lebih besar sedang mengancam. Persatuan tidak bisa diwujudkan hanya dengan diskusi. Jika sebuah negara ingin bersatu, apakah harus ada bahaya besar dulu yang mengancam seperti peperangan?

6. Kehidupan ini sudah ada yang mengatur

Meski Kontroversi, Ini 6 Pelajaran Berharga dari Film Game of Thrones 7

Dalam film Game of Thrones, Tuhan selalu jadi topik pembahasan meskipun dalam film tersebut ada banyak Tuhan yang disembah. Namun dalam film ini intinya meyakini bahwa Tuhan itu hanya satu dan Tuhan itu jauh lebih besar dan berkuasa dari apapun.

Semua konflik antar kerajaan dan penderitaan hanyalah sekenario Tuhan agar mereka mempersiapkan diri untuk menghadapi sesuatu yang lebih besar dan berbahaya, yaitu peperangan dengan pasukan mayat hidup.

Konflik antar kerajaan hanyalah bagian eliminasi. Orang-orang yang dianggap tidak layak atau hanya akan menghambat persatuan untuk melawan pasukan Night King akan dieliminasi alias dibuat mati.

Secara kebetulan, pasukan Daenerys datang ke Westeros, Jon Snow jadi Raja Utara, Cersei jadi Ratu Seven Kingdoms di waktu bersamaan. Mereka adalah bagian dari rencana Tuhan untuk menyatukan seluruh umat manusia agar bersatu melawan pasukan mayat hidup.

Daenerys dipilih jadi orang pilihan karena dia memiliki sifat baik hati dan tegas, begitupun dengan Jon Snow. Sedangkan Cersei, meskipun dia jahat, tapi dia adalah sosok ibu yang sangat mencintai anaknya. Dia hanya ingin melindungi keluarganya dari bahaya. Tidak ada yang lebih berharga selain anak dan keluarganya.

Meskipun itu hanya film, tapi ada betulnya juga. Di kehidupan nyata ini, kita kadang suka bertanya-tanya kenapa jalan hidup kita seperti ini, tapi yakinlah bahwa Tuhan punya rencana baik untuk kita asalkan kita tetap berada di jalan kebenaran. Semua kehidupan ini sudah ada yang mengatur.

loading...
Loading...
Loading...