in ,

Kisah Sedih Guru Honorer yang Tinggal di WC, Cuma Digaji 350 Ribu per Bulan

Kisah Sedih Guru Honorer yang Tinggal di WC, Cuma Digaji 350 Ribu per Bulan 1

Kesejahteraan guru honorer di Indonesia masih jauh dari yang diharapkan. Mereka belum memiliki gaji pokok dan hanya mendapatkan penghasilan alakadarnya, paling ratusan ribu saja per bulan. Bahkan ada yang sudah belasan tahun menjabat sebagai guru honorer tapi tak kunjung diangkat jadi PNS.

Seperti yang dialami Nining, guru honorer di SDN Karya Buana 3 ini harus hidup dalam kemiskinan sampai terpaksa tinggal seatap dengan toilet sekolahnya di Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Perempuan berusia 44 tahun itu terpaksa tinggal di toilet sekolahnya lantaran rumahnya yang terbuat dari bilik roboh. Lebih menyedihkan lagi pendapatan Nining per bulan hanya 350 ribu rupiah. Itu pun gajinya cair per tiga bulan.

Baca Juga: 10 Momen Dihukum Guru Ini Bikin Kamu Kangen Masa-Masa Sekolah Dulu

Dengan pendapatan segitu, Nining tidak bisa memperbaiki rumahnya. Sementara itu suaminya, Eby, hanya bekerja serabutan.

“Honor Rp 300 ribu tiap bulan, dibayar per tiga bulan cairnya,” kata Nining kepada VIVA, Senin 15 Juli 2019.

“Enggak punya rumah, rumahnya roboh, mau mendirikan lagi uangnya gak ada, buat anak sekolah,” tambahnya.

Dengan pendapatan Rp 1,050 juta per tiga bulan, Nining gunakan uangnya untuk membiayai dua anaknya. Anak pertamanya sudah lulus SMA dan sekarang merantau di Jakarta, sedangkan anak keduanya mengenyam pendidikan di pesantren Yayasan Darul Ullum.

Nining mengajar kelas 1 SD semua pelajaran. Sebelum mengajar, dia dan suaminya pernah membuka warung jajanan di sekolah. Setelah mengajar, warung dijaga oleh suaminya.

Baca Juga: Guru Ini Dirikan Sekolah Gratis Untuk Murid Miskin, Kisahnya Bikin Nangis!

Lantai rumahnya masih tanah, tempat tidurnya masih lawas, dinding rumah terbuat dari triplek dan atapnya dari asbes. Untuk aliran listrik menyatu dengan listrik SDN Karya Buana. Di dalam rumahnya hanya ada beberapa barang elektronik, seperti televisi dan rice cooker.

Mirisnya lagi, Nining sudah jadi guru honorer selama 15 tahun lamanya tapi tak kunjung diangkat jadi PNS. Harapannya sederhana, ia hanya ingin diangkat jadi PNS agar kedua anaknya bisa sekolah lebih tinggi lagi.

Kita doakan saja, semoga pemerintah melirik nasib Nining yang sudah mengabdikan dirinya jadi guru selama 15 tahun lamanya. Dia berhak mendapatkan penghasilan yang layak.

Loading...
Loading...