Inspirasi

Kata Bijak Orang Miskin Terdengar Seperti Kentut dan Kentut Orang Kaya Terdengar Seperti Kata Bijak

Kata Bijak Orang Miskin Terdengar Seperti Kentut dan Kentut Orang Kaya Terdengar Seperti Kata Bijak

Kebanyakan orang masih suka membedakan antara si kaya dan si miskin. Biasanya orang kaya suka dipuja-puja, dihormat dan disegani, sedangkan orang miskin kadang suka direndahkan, diinjak-injak martabatnya dan setiap perkataannya dianggap seperti kentut.

Padahal apa yang membedakan antara orang kaya dan miskin? Paling perbedaannya cuma dari banyaknya uang yang dimiliki. Tapi selain itu, si kaya dan si miskin sama saja. Sama-sama butuh makan, darahnya berwarna merah, gak ada ceritanya orang kaya darahnya emas dan orang miskin darahnya hitam

Dan yang paling penting, si kaya dan si miskin sama-sama akan meninggal, semuanya akan dimasukkan ke dalam tanah. Semewah dan sejelek apapun rumahnya waktu hidup, pada akhirnya kita menempati rumah yang sama, yaitu di dalam tanah. Tapi kenapa harus ada perbedaan antara si kaya dan si miskin?

Dulu, Jack Ma, founder Alibaba dan orang terkaya di China pernah berkata, “Ketika kamu belum sukses, perkataan bijakmu terdengar seperti kentut, dan ketika kamu sukses, kentutmu terdengar seperti kata bijak.”

Baca Juga: 6 Kunci Hidup Tenang dan Bahagia Tanpa Perlu Kaya Dulu

Jack Ma bukan berasal dari keluarga kaya raya. Dia berasal dari keluarga yang tidak mampu. Sebelum jadi orang terkaya di China, ia pernah hidup sengsara.

Ketika hidupnya sengsara, tidak ada orang yang mau menerima idenya dan bahkan banyak yang merendahkannya. Setiap perkataannya dianggap tidak berguna dan setiap hal yang dilakukannya dianggap tidak masuk akal.

Pernah suatu ketika Jack Ma ditolak bekerja di salah satu gerai makanan cepat saji. Dari beberapa orang yang melamar, hanya dia yang ditolak bekerja. Namun dari situlah awal mula kesuksesan Jack Ma.

Orang-orang akan menerimamu ketika berhasil

Kata Bijak Orang Miskin Terdengar Seperti Kentut dan Kentut Orang Kaya Terdengar Seperti Kata Bijak

Ketika ia berhasil mendirikan Alibaba, persepsi orang lain terhadap dirinya mulai berubah. Orang-orang mulai menyanjungnya dan mulai mendengarkan ide-idenya. Setiap perkatannya dianggap motivasi dan setiap kebiasaan yang dilakukannya dianggap panutan.

Belajar dari situ, kita tahu kalau manusia itu hanya akan menghargai kita setelah meraih keberhasilan. Dan ketika kita mengalami kegagalan, mereka hanya akan mencemooh, memalingkan wajahnya dan menganggap semua perkataanmu seperti kentut.

Oleh karena itu jangan pernah sekalipun mencari-cari penilaian baik dan pujian dari orang lain karena kamu hanya akan mendapat kekecewaan. Terus kejarlah apa yang kamu yakini selama itu benar, sekalipun seluruh orang di dunia ini mencemoohmu.

Baca Juga: Kekayaan Sesungguhnya Bukanlah Banyak Harta Benda, Tapi Hati yang Tenang

Karena ketika kamu berhasil, mereka yang tadinya mencemoohmu akan mulai menyanjungmu. Semua perkataanmu akan dianggap aspirasi bagi mereka.

Dan untuk kita semua, jangan pernah membedakan antara orang kaya dan miskin. Semuanya sama, kita harus hormat kepada siapapun, menghargainya dan berprilaku baik kepada mereka.

Andaikan kamu mau merendahkan seseorang yang ekonominya berada di bawahmu, tanyalah pada diri sendiri, apa yang membedakanmu dengan dia sampai berani merendahkannya? Karena kamu lebih kaya, apakah kamu akan hidup selama-lamanya di dunia ini?

Jadi, sekalipun itu orang termiskin di dunia ini, tapi kalau perkataannya benar, dengarkanlah dan renungkanlah sebagai bahan pembelajaran. Dan sekalipun itu orang terkaya di dunia ini, tapi kalau perkataannya salah, jangan kalian ikuti.

Siapapun kita, di mata Allah kita semua sama!

You May Like

Loading...
To Top