in ,

Jangan Terus-Terusan Mengagumi Prestasi Orang Lain, Kapan Membuat Prestasi Sendiri?

Jangan Terus-Terusan Mengagumi Prestasi Orang Lain, Kapan Membuat Prestasi Sendiri? 1

Kamu pasti pernah donk mengagumi prestasi orang lain. Contohnya saja kamu kagum sama Atta Halilintar, seorang pria biasa dari keluarga sederhana yang sukses jadi seorang Youtuber dengan penghasilan miliaran. Atau kamu kagum sama sosok inspiratif seperti Najwa Shihab atau Sri Mulyani yang sudah mengukir banyak prestasi.

Saat kamu mengagumi prestasi yang dibuat orang lain, kamu biasanya menghayal, “andaikan aku seperti mereka, jadi orang hebat yang disegani banyak orang.” Selain menghayal, pernah tidak kamu memikirkan bagaimana cara membuat prestasi untuk diri sendiri?

loading...

Mengagumi prestasi orang lain boleh-boleh saja, tapi kamu jangan terus-terusan mengagumi prestasi orang lain, sementara kamu sendiri hanya diam pada suatu keadaan. Jadikan prestasi orang lain pembelajaran buat kita, agar kita bisa membuat prestasi sendiri.

Menciptakan prestasi itu tak semudah yang kita bayangkan.

Jangan Terus-Terusan Mengagumi Prestasi Orang Lain, Kapan Membuat Prestasi Sendiri? 2

Menilai prestasi orang itu tak cukup dari hasilnya saja, lihatlah bagaimana perjalanan orang-orang hebat untuk menciptakan sebuah prestasi. Tak mudah, penuh lika-liku dan kadang mengalami kegagalan. Tapi karena keyakinan dan tekad merka yang kuat, mereka berhasil meraih impiannya.

Baca Juga: Buka Banyak Harta, Ini Makna Sukses yang Sebenarnya, Gak Sembarang Orang Bisa Meraihnya

Menciptakan prestasi itu tak semudah seperti yang kamu pikirkan. Jika kamu ingin mendapatkan sesuatu secara instan, rasanya sangat mustahil. Jika kamu ingin jadi orang hebat tapi sudah menyerah hanya karena satu kegagalan, lebih baik kamu jangan bermimpi lagi.

Perlu tekad dan keyakinan yang kuat untuk mengejar sesuatu yang hebat. Kenapa harus punya tekad yang kuat? Sebab saat kamu mulai melangkah, kamu akan menghadapi berbagai macam rintangan. Kamu akan dihadapkan pada keraguan dan tak menutup kemungkinan beberapa orang akan menghina kamu.

Modal utama untuk membuat prestasi hebat itu adalah tekad dan keyakinan yang kokoh.

Jangan Terus-Terusan Mengagumi Prestasi Orang Lain, Kapan Membuat Prestasi Sendiri? 3

Hal pertama yang harus kamu miliki adalah tekad dan keyakinan yang kokoh. Kemudian kamu harus mampu menerawang apa yang kamu kejar, apakah potensinya besar atau tidak. Setelah kamu yakin dengan apa yang kamu kejar, langkahkan kakimu!

Perjalanan kamu sangat panjang, jadi jangan berharap kamu bisa meraihnya dengan cepat. Dalam perjalanan, kamu mungkin akan dihadapkan pada keraguan, apakah kamu harus melanjutkannya atau berhenti?

Selain itu, kamu harus bisa menghadapi omongan orang lain. Kadang orang-orang akan menganggap apa yang kamu kejar merupakan sesuatu yang mustahil, bodoh atau tidak berguna. Jadikan omongan tersebut sebatas nasihat, tapi jangan sampai mematahkan semangatmu untuk terus melangkah.

Dan suatu saat nanti, kamu akan dihadapkan pada kegagalan yang amat pahit. Ketika mengejar sesuatu dan kamu gagal, kamu merasa impianmu sudah hancur lebur. Tapi anggapan itu salah, justru kegagalan itu adalah awal dari kesuksesan.

Tergantung kamunya, apakah kamu akan berhenti ketika gagal, atau menjadikan kegagalan pembelajaran? Jadikanlah kegagalan pembelajaran, meski banyak orang menghina kamu karena gagal, tetaplah berjuang.

Baca Juga: Jangan Suka Menilai Seseorang dari 5 Hal Ini Karena Kebaikan Itu Hanya Bisa Dilihat Oleh Hati

Jika kamu gagal lagi, teruslah belajar dan berjuang karena masih ada yang ketiga dan seterusnya. Tidak ada alasan untuk berhenti selama apa yang kamu kejar baik untuk semua orang.

Prestasi itu bukan soal uang dan jabatan.

Jangan Terus-Terusan Mengagumi Prestasi Orang Lain, Kapan Membuat Prestasi Sendiri? 4

Dan yang paling penting, kamu jangan menganggap bahwa kekayaan dan jabatan tinggi adalah prestasi yang luar biasa. Prestasi yang hebat itu yaitu ketika kamu mampu menyebarkan kebaikan kepada orang lain dan selalu membantu orang yang membutuhkan.

Jadilah motivator bagi orang lain, jadilah panutan bagi orang lain. Bantulah mereka yang terjatuh agar bangun lagi, berikan dorongan kepada mereka yang sedang berjalan agar mau berlari.

Ketika kamu bisa menyebarkan kebaikan, kamu sudah membuat prestasi besar. Menyebarkan kebaikan tak harus menunggu kamu kaya dulu atau dewasa dulu, tapi mulai saat ini juga kamu sudah bisa mengukir prestasi yang hebat.

loading...
Loading...
Loading...