Inspirasi

Jangan Asal Mengajukan 4 Pertanyaan Ini, Walau Sepele Tapi Bisa Menyakiti Perasaan Orang Lain

Jangan Asal Mengajukan 4 Pertanyaan Ini, Walau Sepele Tapi Bisa Menyakiti Perasaan Orang Lain

Mulut itu kadang bisa lebih tajam dari pedang. Jika tidak pandai menjaga, ucapan yang keluar dari mulut kita bisa saja menyakiti perasaan orang lain tanpa kita sadari.

Ketika seseorang tersakiti karena ucapan kita, rasa sakitnya itu bisa bertahan sangat lama dan tak menutup kemungkinan orang tersebut memendam dendam kepada kita. Oleh karena itu, kita harus senantiasa menjaga ucapan dan perbuatan agar tidak menyakiti perasaan orang lain.

Meskipun kedengarannya sepele, tapi bisa saja perkataanmu menyakiti hingga merobek-robek perasaan orang lain. Seperti beberapa pertanyaan ini, walau sepele tapi bisa menyakiti perasaan orang lain hingga berkeping-keping.

1. Kapan nikah?

Bertanya kapan nikah kepada seseorang memang tidak salah. Tapi jika pertanyaan ini dilayangkan kepada orang yang kurang tepat, bisa jadi pertanyaanmu ini akan menyakiti orang tersebut.

“Mau kapan nikah, umur udah tua tuh, masa belum nikah-nikah juga.”

Khususnya kepada orang yang masih jomblo atau yang belum ada biaya menikah. Bagi mereka, pertanyaan ini dianggap beban. Jadi gak usah banyak bertanya kapan nikah pada orang lain, mungkin saja dia belum bertemu jodohnya atau belum ada biayanya.

Baca Juga: 5 Hal Romantis yang Akan Kamu Alami Setelah Menikah

2. Kamu kok bertambah gendut, banyak makan yah?

Bagaimanapun, cewek itu paling gak suka kalau dirinya disebut gendut meskipun kenyataannya memang gendut. Kalau kamu punya teman cewek yang gendut, sebaiknya jangan sekali-kali kamu bertanya kepada dia kenapa semakin gendut!

“Kamu makin gendutan yah, pasti makannya banyak!”

Walau kesannya cuma bercanda, pertanyaan ini bisa menyakiti perasaan orang lain. Apalagi mengajukan pertanyaannya sambil tertawa, kesannya jadi seperti mau mengejek.

3. Belum hamil, mau kapan punya anak?

Pertanyaan ini benar-benar bisa menyakiti perasaan orang yang belum punya anak. Oleh karena itu kamu jangan sekali-kali mengajukan pertanyaan ini kepada pasangan yang belum punya anak. Bisa jadi istrinya mandul atau memang belum waktunya punya anak. Pertanyaan ini bisa membebani pikirannya.

4. Mau di rumah aja, kapan kerja?

Pertanyaan ini biasanya sering dilayangkan orangtua kepada anak-anaknya yang baru lulus SMA atau kuliah. “Kamu mau di rumah aja terus kayak begini, kapan mau kerjanya?” atau “Mau jadi pengangguran terus?”

Boleh-boleh saja sih bertanya ini kepada anak, tapi harus lemah lembut. Tapi jika melayangkan pertanyaan ini dengan nada yang keras, bisa jadi anakmu akan tersinggung. Mencari pekerjaan itu bukan perkara yang mudah, belum lagi dia baru menyelesaikan pendidikannya, biarkan saja dulu beristirahat selama beberapa waktu.

To Top