in ,

Alasan Kartika Putri Memutuskan Berhijab, Renungan Untuk Wanita yang Belum Hijrah

Sudah seminggu lebih Kartika Putri memutuskan untuk berhijab. Aktris sekaligus presenter itu mantap berhijab dan ingin kembali lagi beribadah kepada Allah SWT. Sontak saja keputusannya itu membuat banyak pihak termasuk keluarga dan penggemarnya terkejut.

Ketika menghadiri sebuah acara di televisi lokal, Kartika mengungkapkan alasannya untuk berhijab. Artis kelahiran Palembang itu mengatakan kalau dirinya bermimpi sudah meninggal dan tengah disalatkan.

“Sampai di bulan Januari awal tahun baru, aku bermimpi disalatin, dingajiin sama mama, kondisinya aku jadi mayat. Di situ aku nggak terima bahwa aku nggak mau mati dulu. Nggak mau,” ujar Kartika.

Sejak saat itu, Kartika mulai teringat kembali akan dosa-dosa yang pernah dilakukannya selama ini. Karena mimpi itulah, ia berkeinginan untuk beribadah lagi kepada Allah dan memohon ampunan atas semua dosa-dosanya.

Renungan buat wanita yang belum hijrah!

Keputusan Kartika Putri untuk berhijab mengingatkan kita semua, khususnya perempuan yang belum hijrah, untuk segera bertobat sebelum ajal menjemput.

Sebab ajal itu tidak menunggu tobat seseorang, jika waktunya sudah tiba, tak ada yang bisa menghalangi malaikat Izrail untuk mencabut nyawa orang tersebut. Ajal itu tidak melihat muda atau tua, ajal itu tidak melihat si kaya atau si miskin, ajal itu tidak melihat status orang tersebut di dunia ini.

Ketika nyawa sudah lepas dari raga, baru seseorang menyadari bahwa kekayaannya dan ketenarannya di dunia tidak bisa menyelamatkannya. Bagi orang yang lalai dalam beribadah, dia akan menangis memohon untuk dikembalikan ke dunia agar bisa bertobat dan beribadah lagi.

Namun sayang, meski suara tangisannya terdengar dari Barat ke Timur, meski air matanya sudah berubah jadi darah, tidak ada kesempatan lagi untuk bertobat. Para pendosa hanya akan menyesali semua perbuatannya di dunia dan berkata kenapa dulu aku tidak beribadah dan malah terbuai oleh kesenangan duniawi

“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia).” (QS: Al-Mu’minun, ayat 99)

“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.” (QS: Az-Zumar, ayat 42)

Selama hayat masih dikandung badan, masih ada kesempatan untuk bertobat, tak peduli dosa orang tersebut sudah sebesar dan setinggi gunung karena Allah itu samudera ampunan.

“Kemudian, sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) bagi orang-orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohannya, kemudian mereka bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS: An-Nahl, ayat 119)

Mumpung masih ada kesempatan, mari kita selalu senantiasa memohon ampunan kepada Allah dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan dosan yang pernah dilakukan dulu.