Inspirasi

6 Tanda Kamu Sudah Beranjak Dewasa Yang Tidak Kamu Sadari

6 Tanda Kamu Sudah Beranjak Dewasa Yang Tidak Kamu Sadari

Kedewasaan setiap orang berbeda beda, ada yang masih muda sudah mempunyai pola pikir yang dewasa dan tak jarang juga yang dewasa secara umur tapi berperilaku kekanak-kanakan. Dewasa secara mental, lebih dilihat dari bagaimana kamu menghadapi masalah.

Tentunya seiring berjalannya waktu, sikapmu ketika menghadapi masalah berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh pengalaman-pengalaman yang sudah kamu alami sebelumnya, serta perkembangan pola pikir yang membuatmu jauh lebih bijaksana.

Sikap yang dewasa itu bisa dilihat dari apa yang kamu lakukan sehari-hari. Misalnya beberapa hal ini. Meski sepele, tapi menandakan kamu sudah jauh lebih dewasa. Berikut tanda bahwa kamu sudah beranjak dewasa namun jarang kamu sadari.

1. Mampu bersikap baik pada orang yang kamu benci

Dalam hidup dan kehiupan ini kita sering bertemu dengan beragam jenis manusia. Ada yang menyenangkan dan tidak sedikit yang menyebalkan. Ada yang kamu sukai dan adapula yang kamu benci. Itu bisa terjadi karena apa yang kamu perbuat, ada yang suka dan ada yang iri dengan semua yang kamu dapatkan.

Namun, di satu sisi, terkadang kita dituntut untuk tetap berinteraksi dan bekerja sama dengan orang yang kita benci. Kamu mampu bersikap dengan baik meski bertemu dengan orang yang nggak kamu suka. Kamu dewasa, karena nggak mencampuradukkan urusan personal dengan urusan lainnya.

2. Mementingkan Kebutuhan Daripada Keinginan

Pernah nggak sih kamu begitu ingin membeli sesuatu? Walaupun kalau ditanya, kamu juga nggak tahu apa fungsinya. Atau setidaknya, kamu nggak butuh-butuh banget dan kalau nggak beli, kamu tetap akan bisa hidup dengan baik.

Keinginanmu untuk membeli itu didasari rasa ingin semata. Mungkin karena warnanya cantik, penasaran, atau sekadar buang duit saja. Tapi di momen ini, kamu mampu menahan keinginan itu meskipun kalau dipaksa, ya kamu sebenarnya mampu. Kamu mempertimbangkan fungsinya dan situasi keuanganmu sendiri sebelum impulsif memutuskan sesuatu. Hal ini nggak mudah, lo.

3. Memulai Kembali komunikasi dengan orang yang kamu benci dan memutus kasus saling diam

Konon katanya, belum benar-benar sahabat kalau kalian belum pernah bertengkar. Entah karena sikapmu atau sikapnya yang kelewat menjengkelkan, perbedaan pendapat tentang suatu hal, hingga kesalahpahaman. Kamu juga sama. Dengan sahabat baikmu, terkadang kamu berseberangan.

Hal itu membuat kalian sempat diam-diaman. Namun, alih-alih membawa persoalan ini ke media sosial, kamu berani mengajaknya bicara dan meluruskan semua. Bagaimanapun, kamu mengerti jika permasalahan antarsabahat seperti ini harus diselesaikan baik-baik kalau kamu nggak mau kehilangan sahabatmu.

4. Mengakui ketika berbuat kesalahan, dibanding memutarbalikan fakta dan mencoba membenakan diri

Hal ini masih ada hubungannya dengan poin tiga. Andaikan saja, setelah pembicaraan baik-baik antarsahabat sudah dilakukan, dan ternyata kamu yang melakukan kesalahan, kamu bisa dengan lapang dada mengakuinya. Kamu menyadari kealpaan yang kamu lakukan, bukannya malah mencari-cari alasan dan kambing hitam untuk menutupi kesalahanmu.

Mau mengakui kesalahan dan mau memperbaiki diri supaya nggak salah lagi, adalah salah satu ciri sikap yang dewasa. Nggak semua orang bisa melakukannya, lo. Lihat saja di media sosial, banyak tuh orang-orang yang ribut saling menyalahkan.

5. Berani memutuskan pilihan dengan memahami resikonya

Apakah orang yang sudah dewasa selalu tahu apa yang dia lakukan? Apakah dewasa berarti mengetahui pasti apa yang diinginkan dan apa yang harus dilakukan di setiap situasi? Ah, nggak juga. Karena kebanyakan dari kita memang sering nggak tahu apa yang sedang dan harusnya dilakukan.

Terkadang, hari-hari berjalan begitu saja seperti aliran air. Namun, kamu tahu pasti kalau hidup itu sekumpulan keputusan yang harus diambil dengan risikonya masing-masing. Kamu juga tahu bahwa keputusan itu harus diambil sendiri olehmu. Karena, meski nggak tahu juga bagaimana yang benar, hidupmu adalah tanggung jawabmu.

6. Bersifat legowo dengan semua hal yang terjadi

Menerima kegagalan itu luar biasa sulitnya. Bayangkan saja, kamu begitu menginginkan satu hal ini. Kamu sudah mengusahakan yang terbaik, dan mengorbankan beberapa hal yang sebenarnya sama berharganya. Namun, setelah usaha yang sedemikian keras, nyatanya hasil yang diharap nggak bisa didapatkan.

Sakit sekali, bukan? Namun, kamu mengerti bahwa pengaturan semesta terkadang memang membingungkan. Dan nggak semua keinginan bisa didapatkan. Ketika kegagalan lagi-lagi datang, kamu tetap bisa tersenyum meski perihnya bukan kepalang. Nggak apa-apa…

Menjadi dewasa itu ternyata nggak mudah, ya? Harus pandai-pandai berkompromi dan menahan diri. Harus mau mengakui kesalahan diri sediri dan menyadari bahwa ada banyak perspektif dan kamu nggak mungkin benar terus. Terlebih, harus mengambil keputusan meski nggak tahu juga apa yang harus dilakukan. Tapi, memang begitulah hidup ini ‘kan?

To Top