in ,

Fakta Sedih Razan Al Najjar, Perawat Palestina yang Ditembak Tentara Israel

Fakta Sedih Razan Al Najjar, Perawat Palestina yang Ditembak Tentara Israel
Razan Al Najjar

Kematian Razan Al Najjar ditangan tentara Israel telah membuat seluruh warga Palestina dan dunia internasional geram. Sebab, bagaimana bisa tentara Israel tega menembak mati petugas medis yang hendak mengobati korban yang terluka. Padahal tenaga medis tidak boleh dijadikan sasaran di daerah konflik.

Razan dikenal sebagai sosok perempuan yang gigih bekerja meski ia hanya relawan. Dia selalu membantu warga yang terluka tanpa takut mati meskipun peluru tentara Israel bisa kapan saja mengenainya. Semua itu ia lakukan dengan sepenuh hati karena cinta kepada negara dan perdamaian.

Berikut fakta-fakta sedih tentang Razan Al Najjar yang berhasil kami himpun dari berbagai sumber. Dia adalah malaikat Palestina yang sudah menyelamatkan banyak nyawa.

Baca Juga: Razan Al Najjar, Paramedis Cantik Palestina yang Tewas Ditembak Tentara Israel

1. Bekerja 13 jam sehari

Fakta Sedih Razan Al Najjar, Perawat Palestina yang Ditembak Tentara Israel

Razan dengan sukarela mendedikasikan hidupnya sebagai paramedis untuk membantu warga Palestina yang terluka. Tanpa ada imbalan, dia rela bekerja selama belasan jam sampai ia ditembak mati oleh tentara Israel.

Dalam sebuah wawancara dengan New York Times, Razan mengatakan kalau ia bekerja merawat korban luka selama 13 jam dari pukul 7 pagi sampai 8 malam.

2. Baju medisnya terlihat berlumuran darah

Fakta Sedih Razan Al Najjar, Perawat Palestina yang Ditembak Tentara Israel

Dalam foto di atas, ayah Razan (kiri) tampak memegang baju medis putrinya yang berlumuran darah. Baju tersebut jadi saksi kekejaman tentara Israel yang dengan tega menembak mati seorang malaikat penyelamat.

3. Pemakamannya dihadiri ribuan orang

Fakta Sedih Razan Al Najjar, Perawat Palestina yang Ditembak Tentara Israel

Air mata dari ribuan warga Palestina terus mengalir saat menghadiri pemakaman Razan pada hari Sabtu (2/6) kemarin. Mulai dari keluarga, kerabat, hingga petugas medis lainnya ikut mengantarkan jenazah perempuan berusia 21 tahun itu.

4. Niat tulusnya jadi petugas medis

Fakta Sedih Razan Al Najjar, Perawat Palestina yang Ditembak Tentara Israel

“Kami memiliki satu tujuan, untuk menyelamatkan nyawa dan mengevakuasi orang. Dan untuk mengirim pesan ke dunia  bahwa tanpa senjata, kita bisa melakukan apa saja,” kata Razan dalam sebuah wawancara.

“Tugas saya adalah memberikan pertolongan pertama kepada yang terluka sampai mereka mencapai rumah sakit.”

“Kami melakukan ini karena cinta negara, dan itu adalah pekerjaan kemanusiaan.”

“Menjadi tenga medis bukan hanya untuk pria, tapi ini juga untuk wanita.”

Selamat jalan Razan Al Najjar, semoga semangatmu dalam membantu orang lain bisa menginspirasi banyak orang. Tanpa senjata, kita bisa membantu yang membutuhkan.

Loading...
Loading...