in ,

Fakta Mengejutkan Bisnis Prostitusi yang Dijalankan Yakuza

Yakuza adalah sebutan untuk mafia di Jepang. Mereka dikategorikan sebagai mafia paling berbahaya di dunia, sejajar dengan mafia Rusia. Tujuan mereka sebenarnya bukan untuk menjadi yang terkuat, melainkan untuk meraup uang sebesar-besarnya dengan memegang kendali beberapa bisnis.

Salah satu bisnis yang mendatangkan banyak keuntungan bagi Yakuza yaitu bisnis prostitusi. Perlu diketahui, sebagian besar bisnis prostitusi di Jepang, termasuk industri film dewasa, dipegang oleh mafia yang identik dengan samurai ini. Selain itu masih banyak bisnis prostitusi lainnya yang dipegang oleh Yakuza. Dari bisnis tersebut, tak heran jika Yakuza mendapatkan keuntungan sampai miliaran yen atau triliunan rupiah.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang fakta-fakta bisnis prostitusi Yakuza, simak ulasannya berikut ini yang kami peroleh informasinya dari Boombastis.

loading...

1. Memegang kendali industri film dewasa Jepang

Foto: lifestyle.com.vn

Banyak rumah industri film dewasa Jepang yang dikendalikan oleh Yakuza. Sebagian besar keuntungannya akan masuk ke kantong Yakuza. Tugas mereka hanyalah melindungi bisnis tersebut dari para saingannya dan bahkan pemerintah, serta melakukan langkah-langkah manajemen agar bisnisnya tetap berjalan.

Baca Juga: 10+ Potret Tubuh Wanita Yakuza yang Dipenuhi dengan Tato, Bikin Merinding!

Tahu tidak siapa yang bertugas menawarkan pekerjaan jadi bintang film dewasa? Alih-alih menyamar jadi produser, sebenarnya mereka adalah suruhan Yakuza. Biasanya mereka akan mencari target yang mengalami kesulitan ekonomi.

2. Menjalankan bisnis DVD film dewasa

Foto: boombastis.com

Tak hanya proses produksinya saja, Yakuza juga banyak yang menjalankan bisnis penjualan DVD khusus film dewasa. Dalam satu bulan, mereka bisa mengantongi keuntungan sampai miliaran rupiah.

Namun mereka banyak memproduksi DVD yang melanggar peraturan pemerintah dengan tidak menyensor bagian tubuh yang dianggap kurang pantas. Oleh karena itu ada tipe film dewasa Jepang dengan sensor dan tanpa sensor. Yang tanpa sensor sebenarnya produksi Yakuza.

3. Yakuza juga menjalankan bisnis Nyotaimori

Foto: boombastis.com

Kalian tahu apa itu Nyotaimori? Secara sederhana, istilah ini adalah menjadikan wanita tanpa busana sebagai tatakan makanan. Nanti makanan akan dihidangkan di bagian atas tubuh perempuan yang tidak mengenakan pakaian sehelaipun dalam posisi terlentang. Pelanggan bisa langsung menikmati makanan tersebut sambil menikmati keindahan tubuh wanita yang dijadikan Nyotaimori.

Bisnis ini dianggap ilegal di Jepang, tapi masih tetap berjalan di bawah perlindungan Yakuza. Mereka menjalankan bisnis ini dengan sangat rahasia. Hanya melalui pintu Yakuza, pelanggan bisa menyewa Nyotaimori.

Baca Juga: 5 Macam Tato Yakuza Dan Maknanya

4. Menjadikan remaja dan anak-anak sebagai target

Dibandingkan dengan wanita-wanita dewasa, Yakuza lebih menyasar target dari kalangan remaja dan bahkan anak-anak untuk melakukan prostitusi. Remaja dan anak-anak memiliki tarif yang lebih mahal dibandingkan dengan yang sudah dewasa karena mereka dianggap masih fresh.

Itulah beberapa fakta mengerikan tentang bisnis prostitusi Yakuza. Demi mendapatkan keuntungan segunung, mereka akan berusaha mati-matian untuk melindungi bisnis prostitusinya, meskipun harus perang dengan kelompok Yakuza lainnya.

loading...
loading...
Loading...
Loading...