in ,

Fakta Baik dan Buruk Suporter Sepakbola Indonesia

Tragedi berdarah antara Bobotoh dan The Jack kembali lagi terjadi. Seorang Jackmania tewas dikeroyok oleh Bobotoh sebelum laga Persib vs Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (23/9/2018).

Ini bukan pertama kalinya kasus suporter tewas karena bentrokan. Dilihat dari bentrokan antara Bobotoh dan The Jack dalam lima tahun ke belakang saja, sudah ada beberapa suporter yang meregang nyawa. Belum lagi bentrokan antara suporter lainnya. Semua tragedi berdarah itu menunjukan citra buruk suporter sepakbola Indonesia yang masih memiliki sifat kekanak-kanakan.

Tanpa bermaksud menghakimi, berikut ini ada beberapa fakta baik dan buruk suporter sepakbola Indonesia menurut Wow Menariknya.

loading...

Fakta Baik:

1. Punya totalitas yang tinggi

Soal totalitas, suporter Indonesia sudah tak diragukan lagi. Mereka rela mengorbankan waktu dan materi hanya demi menyaksikan tim kesayangannya bermain. Bahkan mereka rela menjual barang-barang milik mereka sendiri untuk ongkos dan beli tiket. Semua itu mereka lakukan demi tim kesayangannya.

Baca Juga: Kenapa Sepak Bola Indonesia Tak Ada Kemajuan?

2. Setia kawan dengan sesama kubu

Para suporter Indonesia sebenarnya sangat setia kawan dengan teman sesama kubunya. Misalkan Bobotoh dengan Bobotoh lagi, The Jack dengan The Jack lagi. Meski mereka tidak mengenal satu sama lain, tapi karena mereka mendukung tim yang sama, mereka saling menolong dengan teman sesama kubu. Sayangnya, satu kubu kadang kurang akrab dengan kubu lainnya.

3. Kreatif

Suporter Indonesia itu punya jiwa yang kreatif. Kadang mereka suka menyuarakan dukungannya terhadap tim kesayangan dengan nyanyian, koreo gerakan tangan atau korea dengan media kertas. Bila dibandingkan dengan suporter sepak bola di negara lain, suporter bola di Indonesia bisa disebut yang paling kreatif.

Fakta buruk:

1. Kurang disiplin

Kedisiplinan para suporter di Indonesia masih sangat kurang. Mereka kadang suka berbuat onar di tribun, seperti membuang sampah sembarangan, merusak kursi dan bahkan nekat naik ke atas pembatas tribun.

2. Brutal

Memang suporter Indonesia itu punya sifat setia kawan, tapi hanya berlaku bagi teman sekubunya atau sekutunya. Tapi ketika dipertemukan dengan kubu suporter musuhnya, mereka bisa bertindak brutal. Seperti bentrok antara Bobotoh dan The Jack yang tidak pernah ada hentinya.

Baca Juga: Sejarah Panjang Permusuhan Viking vs The Jak Mania

3. Terlalu fanatik

Fanatik boleh-boleh saja, tapi jika terlalu fanatik akibatnya sangat buruk. Contohnya saja kasus pengroyokan kemarin, para Bobotoh pelaku pengroyokan pasti mereka terlalu fanatik hingga berani mengkroyok seorang suporter The Jack hingga tewas.

4. Tidak dewasa

Para suporter masih memiliki sifat brutal, tidak disiplin dan terlalu fanatik karena mereka belum dewasa. Memang dilihat dari umur, mereka sudah dewasa, tapi pola pikirnya masih seperti anak-anak yang tak memperhitungkan perbuatannya. Karena belum dewasa, masih ada sifat sok jagoan yang pada akhirnya mencelakakan dirinya sendiri.

Semoga saja kedepannya suporter setiap tim di Indonesia bisa akrab. Jangan terus menebar kebencian dan memupuk dendam dengan saudara sendiri karena kita satu bangsa dan satu budaya.

loading...
loading...
Loading...
Loading...