in ,

Di Desa Ini, Manusia dan Buaya Hidup Saling Berdampingan dengan Damai

Di Desa Ini, Manusia dan Buaya Hidup Saling Berdampingan dengan Damai

Buaya adalah predator air tawar paling buas. Sangat mustahil bila ada manusia mampu bersahabat dengan seekor buaya. Kecuali di desa yang terletak di Afrika ini, di mana buaya dan penduduk setempat hidup saling berdampingan dnegan damai.

Di Burkina Faso, Afrika Barat, ada sebuah desa kecil yang disebut Bazoule. Penduduk desa itu yang merupakan keturunan Mossi, bisa hidup berdampingan dengan buaya muara (Crocodylus).

Meskipun Bazoule terletak di negara yang sangat jarang ada kolam, tapi di desa ini terdapat sebuah kolam tempat hidup sekitar 150 ekor buaya yang sangat jinak.

Terlepas dari reputasi buaya yang sangat ganas dan menakutkan, para penduduk desa bebas bercengkrama dengan kawanan buaya tanpa harus takut akan diserang. Mereka bisa diajak bermain, bahkan duduk dan berbaring bersama.

Buaya tersebut pernah menyelamatkan penduduk desa.

Di Desa Ini, Manusia dan Buaya Hidup Saling Berdampingan dengan Damai

Menurut legenda lokal, sekitar abad ke-15, buaya-buaya tersebut pernah menyelamatkan penduduk desa. Ketika itu kekeringan sedang melanda dan sulit sekali untuk mendapatkan air. Kemudian seekor buaya menuntun para penduduk hingga menemukan sebuah kolam yang dipenuhi air, demikian seperti dikutip dari Odditycentral.

Berkat buaya tersebut, para Mossi pun bisa bertahan hidup. Lama kelamaan berdirilah desa Bazoule. Karena memiliki hutang budi sama buaya di sana, para penduduk bisa hidup berdampingan dengan mereka.

Ketika ada buaya yang mati, warga akan melakukan upacara pemakaman dan kemudian menguburnya layaknya manusia.

Setiap tahunnya, penduduk suka mengadakan festival yang disebut Koom Lakre untuk menghormati kawanan buaya itu. Tak hanya dianggap sebagai penyelamat, buaya-buaya itu dianggap juga sebagai peramal yang dapat mengabulkan doa para penduduk selama festival.

Belum ada satupun kasus buaya menyerang manusia.

Di Desa Ini, Manusia dan Buaya Hidup Saling Berdampingan dengan Damai

Selama hampir lebih dari 70 tahun hidup berdampingan, belum pernah ada satu pun kasus buaya menyerang manusia. Ibu-ibu bisa mencuci pakaian di pinggir kolam dan bahkan anak-anak bisa bebas bermain di sekitarnya.

Hubungan yang akrab antara penduduk desa dengan buaya itu telah menyita perhatian turis asing untuk langsung datang ke sana. Banyak turis yang penasaran dengan buaya yang bisa bersahabat dengan manusia.

Biasanya turis akan membeli seekor ayam yang nantinya akan dijadikan umpan untuk memancing buaya keluar dari dalam kolam.

Hanya ada satu masalah yang harus dihadapi penduduk desa, yaitu curah hujan yang sangat rendah. Jika kekeringan terus melanda, kemungkinan besar air dalam kolam itu akan kering total. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, jika hal itu sampai terjadi, maka buaya-buaya itu akan kembali menuntun para warga untuk menemukan sumber air yang baru.