in ,

Apa Sih Bedanya Pacaran dan Taaruf?

Zaman sekarang pacaran sudah jadi hal biasa di kalangan para muda mudi. Sayangnya, pacaran bisa menjerumuskan sepasang kekasih ke dalam kemaksiatan. Ya faktanya memang begitu, pacaran itu bagaikan pisau, bisa sangat berguna jika digunakan secara bijak, tapi di sisi lain bisa melukai kita jika digunakan secara tidak bijak.

Oleh karena itu beberapa ulama ada yang mengharamkan pacaran karena cenderung banyak negatifnya ketimbang positifnya. Namun dalam Islam ada yang namanya taaruf, pasti kalian semua pernah mendengarnya. Pada dasarnya taaruf memiliki tujuan yang sama dengan pacaran, yaitu memperkenalkan dua insan berbeda hingga melanjutkan ke jenjang pernikahan.

loading...

Namun taaruf memiliki banyak perbedaan dengan pacaran. Lalu apa sih bedanya pacaran dan taaruf? Untuk mengetahuinya, simak ulasannya di bawah ini.

1. Tujuan taaruf dan pacaran

Tujuan taaruf yaitu sebagai langkah awal untuk mengenalkan dua keluarga yang akan menjodohkan salah satu anggota keluarganya. Jika pihak yang dijodohkan setuju, maka tinggal dilanjutkan ke jenjang pernikahan.

Biasanya pernikahan akan dilaksanakan tak lama setelah taaruf dilakukan, mungkin beberapa minggu atau dua bulan setelah taaruf. Inti tujuan taaruf yaitu bukan untuk berlama-lama dalam proses pengenalan, tapi lebih mempercepat ke pernikahan untuk menghindari maksiat.

Baca Juga: 5 Pelajaran Berharga Buat yang Putus Setelah Pacaran Bertahun-Tahun

Sedangkan tujuan pacaran tidak jelas. Kebanyakan orang yang pacaran hanya sebatas ingin senang-senang. Mereka memang memiliki keinginan untuk menikah, tapi mereka lebih suka berlama-lama dalam pacaran. Pacaran dianggap sebagai kesenangan yang berlangsung lama dan dapat jadi jembatan untuk melakukan kemaksiatan.

2. Taaruf memiliki batasan, sedangkan pacaran tidak

Dalam taaruf, ada batasan-batasan tertentu yang harus dipatuhi oleh pasangan yang melakukan taaruf. Salah satunya kaum laki-laki dan perempuan harus menjaga pandangan mereka, tidak boleh bertemu terlalu sering sampai tiba waktu pernikahan, ketika ngobrol, jangan membicarakan hal yang tidak bermanfaat dan tentunya jangan berduaan di tempat yang sepi.

Sedangkan pacaran tidak memiliki batasan, tergantung prinsip dari dua belah pihak yang berpacaran. Mereka bebas melakukan apa saja, termasuk melakukan kemaksiatan.

3. Taaruf atas dasar cinta, pacaran dominan nafsu

Karena tujuannya untuk cepat-cepat menikah, sudah pasti taaruf didasarkan atas cinta. Meskipun belum saling mengenal, dengan taaruf, setidaknya dua insan berbeda bisa saling memiliki atas dasar cinta.

Kalau pacaran dominannya atas nama nafsu. Banyak yang berpacaran hanya karena ingin melakukan maksiat.

Baca Juga: Logika Cowok Yang Harus Dipahami Cewek Agar Pacaran Jadi Harmonis

4. Taaruf tidak bikin kecewa, pacaran banyak kecewanya

Pacaran berlama-lama tak menjamin akan lanjut ke pernikahan. Hingga akhirnya banyak yang kecewa hingga patah hati. Banyak hal yang sudah kamu korbankan demi pasanganmu, tapi pada akhirnya dia bukan milikmu. Wajar saja kamu merasa kecewa sekali.

Sedangkan taaruf, kemungkinan untuk kecewa sangat kecil sekali. Jika dua belah pihak sudah setuju dijodohkan, maka bisa dipastikan keduanya akan naik ke pelaminan tanpa harus mengeluarkan biaya jalan-jalan, makan-makan dan sebagainya.

Nah begitulah perbedaan taaruf dilihat dari tujuan dan manfaatnya. Meskipun demikian bukan berarti Wow Menariknya menyalahkan pacaran yah, tapi ingat pacaran itu seperti pisau, maka gunakalan dengan bijak jika tidak ingin mencelakaimu.

loading...
Loading...
Loading...