Infomen

Tega, YouTuber Ini Ngeprank Dengan Membagikan Sembako Berisi Sampah

Tega, YouTuber Ini Ngeprank Dengan Membagikan Sembako Berisi Sampah

Tindakan menjahili seseorang atau yang sering kita sebut prank memang cukup menarik perhatian khalayak ramai. Tidak jarang kegiatan atau video-video yang dibumbui prank ini menjadi hiburan yang membuat penasaran bahkan membuat tertawa.

Tahukah kamu asal muasal prank? Prank sendiri berasal dari bahasa Inggris yang artinya gurauan. Menurut beberapa sumber, prank awalnya dipopulerkan oleh Remi Gaillard.

Remi adalah seorang pria asal Prancis yang memulai merekam keusilannya di tahun 1999 dan membuat situs pribadinya pada tahun 2001 yang beralamat di www.nimportequi.com. Pada tahun 2007 ia mulai mengunggah keusilannya di chanel Youtube.

Prank milik Remi Gaillard ini benar-benar seru dan menghibur. Sebut saja ketika dia mengubah lift menjadi seperti kamar pribadi dengan hiasan sedemikian rupa hingga orang-orang kebingungan. Selain itu ia pernah menjadikan lift sebagai lantai dansa hingga pantai.

Youtubers yang lain akhirnya banyak membuat video prank sebagai penarik viewers. Semua ini lalu menjadikan para penikmat youtube mulai menikmati video-video berisi prank yang memberikan hiburan dengan keusilan yang dilakukan oleh pembuat konten.

Berjalannya waktu tidak sedikit konten yang berisi prank menjadi kelewatan karena melanggar norma yang ada bahkan juga mengancam keselamatan seseorang. Baru-baru ini ada video yang berisikan prank yang dihujat banyak orang. Video prank ini berasal dari seorang youtuber bernama Ferdian Paleka.

Apa yang dilakukan Ferdian Paleka disaat masa prihatin karena wabah Covid-19 adalah menjadikan pembagian sembako sebagai konten video pranknya. Di dalam video tersebut Ia dengan temannya mengisi beberapa dus dengan beberapa sampah dan batu.

Kemudian dengan menggunakan mobil mereka membagikan dus yang seolah berisi sembako itu kepada beberapa warga di pinggir jalan.

Korban dari prank ini beberapa adalah waria, yang ternyata kemudian melaporkan tindakan dari pemuda tersebut ke polisi. Komunitas transgender atau waria Kota Bandung yang tergabung dalam Srikandi Pasundan mendampingi empat korban prank mendatangi Satreskrim Polrestabes Bandung untuk melaporkan perbuatan Ferdian Paleka yang dianggap keterlaluan dengan membuat konten pembagian bantuan sembako di dalam dus tapi ternyata isinya sampah.

Meskipun video prank tersebut sudah dihapus, pihak kepolisian telah menerima dan menindaklanjuti laporan tersebut dengan memburu sang youtuber.

Semoga dengan kejadian ini Ia bisa menyesali perbuatannya, dan kita belajar banyak dari kejadian ini dengan tidak melakukan hal-hal tidak terpuji seperti itu. Karena tindakan berbagi seharusnya menjadi tindakan terpuji yang menginspirasi dan membantu orang lain menghadapi kesusahannya.

To Top