in

Tega, Muslim Uighur di China Dipaksa Makan Daging Babi Saat Imlek

Foto: mirror.co.uk

Diskriminasi terhadap penduduk muslim Uighur di China masih belum ada akhirnya. Sebelumnya sempat ramai pemberitaan tentang penganiayaan terhadap muslim Uighur di China. Sekarang muncul kasus serupa di mana pendudum muslim Uighur dipaksa memakan daging babi saat perayaan Imlek beberapa hari lalu.

Seperti dilansir Wow Menariknya dari Mirror, Sabtu (9/2/2019), penduduk muslim Uighur di Prefektur Otonomi Ili Kazakh, di China barat, diduga telah diundang ke acara meriah perayaan Imlek di mana daging babi sudah disajikan untuk mereka.

loading...

Dikatakan mereka dipaksa untuk makan daging babi dan jika tidak mau mereka diancam akan di kirim ke kamp pendidikan ulang. Konon katanya di kamp tersebut banyak umat muslim China yang mendapat perlakuan tidak mengenakan.

Salah seorang penduduk muslim mengatakan kepada Radio Free Asia (RFA), “Orang-orang Kazakhtan di Xinjiang tidak pernah (makan babi). Mulai tahun lalu, beberapa orang dipaksa memakan daging babi untuk merayakan festival orang China.”

“Festival utama kami adalah Idul Fitri dan Idul Adha.”

Baca Juga: Negara Yang Pernah Melarang Penduduknya Berpuasa Di Bulan Ramadhan

Salah seorang warga muslim lainnya menjelaskan jika penduduk muslim tidak mau ikut merayakan festival perayaan Tahun Baru Imlek, seperti menggantung lentera dan memakan daging babi, mereka dianggap bermuka dua dan diancam akan dikirim ke kamp pendidikan ulang.

Dipaksa minum alkhol dan makan daging babi.

Foto: mirror.co.uk

Pemerintah di China diklaim telah memerintahkan semua rumah di Prefektur Otonomi Illi Kazakh, termasuk yang beragama Islam, untuk memasang dekorasi khas Tahun Baru Imlek di luar rumah mereka.

Menurut keterangan juru bicara kelompok pengasingan Kongres Uighur Dunia, Dilxat Raxit, menjelaskan bahwa muslim Uighur dipaksa untuk mengikuti budaya China oleh pemerintah setempat.

“Menurut informasi kami, pemerintah China tengah meningkatkan kampanye untuk mengasimilasi warga Uighur ke dalam budaya China Han,” kata Raxit.

“Mereka dipaksa untuk merayakan Tahun Baru Imlek, untuk memasang dekorasi kuplet,” tambahnya.

Baca Juga: 5 Negara Yang Tak Disangka Penduduk Muslimnya Bertambah Pesat

“Mereka juga memaksa warga Uighur untuk minum alkohol, untuk membuktikan bahwa mereka bukan Islam yang ekstrimis dan untuk menghormati budaya tradisional China.”

Pemerintah China awalnya membantah tentang keberadaan kamp pendidikan ulang khusus untuk kaum muslim. Namun menurut keterangan Shohrat Zakit, ketua pemerintah daerah muslim Uighur, mengatakan bahwa kamp pendidikan ulang adalah alat yang efektif untuk melindungi negara dari terorisme.

Selama ini pemerintah telah menaruh keceurigaan terhadap penduduk muslim di China, khususnya Uighur. Sebab mereka dianggap sebagai kelompok muslik ekstrimis yang bisa menebar ancaman terorisme.

loading...
Loading...
Loading...