in

Kumpulan Video Detik-Detik Tsunami Banten Akibat Letusan Anak Krakatau

Kumpulan Video Detik-Detik Tsunami Banten Akibat Letusan Anak Krakatau 1

Letusan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda telah menyebabkan tsunami yang menerjang beberapa wilayah di Banten pada Sabtu (22/12/2018), sekitar pukul 21:30 WIB.

Menurut informasi yang dipublikasikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), tsunami yang disebabkan oleh erupsi Anak Krakatau menerjang pantai di Kabupaten Pandeglang, Serang dan Lampung Selatan.

Sejauh ini korban tewas bertambah jadi 43 orang, 584 orang luka-luka dan 2 orang hilang. Ratusan bangunan di Pandeglang mengalami kerusakan parah. Puluhan kapal dan kendaraan juga rusak akibat terjangan tsunami.

Kemungkinan besar erupsi Gunung Anak Krakatau telah menyebabkan longsor bawah laut yang pada akhirnya menyebabkan tsunami.

Sejauh ini belum diketahui berapa ketinggian tsunami yang terjadi di Banten. Menurut BMKG, korban jiwa akan terus bertambah akibat bencana ini.

Di media sosial netizen sudah ramai membicarakan tentang tsunami Anyer. Beberapa ada yang mengunggah video detik-detik tsunami di Banten. Berikut beberapa video yang berhasil kami himpun.

Baca Juga: 5 Cara Agar Selamat dari Tsunami

Video amatir berdurasi 10 detik ini diambil detik-detik ketika tsunami menerjang sekitar Anyer, Banten setelah erupsi Anak Krakatau.

Video ini menunjukkan detik-detik Anak Krakatau meletus.

View this post on Instagram

. Sabtu 22 Desember 2018 pukul 18.00 wib telah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau berupa abu vulkanik berwarna hitam pekat yang mengarah ke timur laut dan timur. Selain itu, pengamatan langsung dilapangan oleh tim patroli pengamanan kawasan Kepulauan Krakatau Balai KSDA Bengkulu Lampung juga memperlihatkan adanya lontaran material pijar yang terjadi terus menerus. Suara dentuman juga terdengar cukup keras yang menyebabkan pos jaga Pulau Panjang tersebut bergetar. Kondisi cuaca terpantau cerah, angin bertiup lemah ke arah timur laut dan ombak laut tenang. . Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG), erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada 22 Desember 2018 pukul 17:22 WIB, tinggi kolom abu teramati lebih dari 1.500 m di atas puncak (± 1.838 m di atas permukaan laut). Erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 58 mm dan durasi ± 5 menit 21 detik. . . . Sumber video : Tim Patroli Kepulauan Krakatau BKSDA Bengkulu Lampung, 22 Desember 2018, 18.00 wib.. . . #kphkkepulauankrakatau #skw3lampung #bksdabengkulu #KementerianLHK #gununganakkrakatau #gunungberapi #erupsianakkrakatau #banten #lampung #lampungselatan #bandarlampung #pandeglang #anyer #bpbd #bmkg #pvmbg #volcano #naturereserve #cagaralam #cagaralamlaut

A post shared by KPHK Kepulauan Krakatau (@krakatau_ca_cal) on

Video ini menunjukkan detik-detik tsunami menghantam panggung band Seventeen di sekitar Pantai Carita.

View this post on Instagram

(Detik-detik panggung band Seventeen saat diterjang tsunami) Personel dan kru Seventeen band dikabarkan ikut hilang pasca Tsunami di sekitar Pantai Carita. Ombak besar menerjang saat mereka tengah manggung di Pantai Tanjung Lesung. Mereka tampil dalam employee gathering PLN UIT JBB. Bassis dari band ini Muhammad Awal Purbani atau Bani telah ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa. Selain Bani, manajer dari band Seventeen Oki Wijaya juga telah ditemukan dalam keadaam tidak bernyawa. Semoga para korban Husnul Khatimah dan keluarga diberikan ketabahan 🙏 Cr : @sorot.news #seventeenband #bandseventeen #seventeen #pln #plnuitjbb #tsunamianyer #bmkg #gununganakkrakatau #krakatau #lampung #pantaianyer #pantaicarita #selatsunda #banten #tsunami #bencanaalam #serang #bandarlampung #viral #infobanten #infolampung #bencana #gunungkrakatau #pantai #anyer #bpbd #pandeglang

A post shared by CIREBON KALEM (@cirebonkalem) on

Pada waktu kejadian, band Seventeen sedang manggung. Penonton tak tahu bahaya apa yang sedang mengancam mereka. Setelah selesai menyanyi, tiba-tiba tsunami menghantam panggung Seventeen.

Erupsi Anak Krakatau

Kondisi pasca tsunami

Loading...
Loading...