in

Kecewa, Caleg Gagal Bongkar Empat Makam Milik Warga

Kecewa, Caleg Gagal Bongkar Empat Makam Milik Warga 1
Foto: instagram.com/makassar_iinfo

Pemilihan umum memang sudah selesai dilaksanakan, namun sampai sekarang masih meninggalkan jejak miris yang membuat kita semua tak habis pikir. Salah satunya yang terjadi di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Bagaimana tidak, empat makam terpaksa dibongkar oleh pihak keluarga karena lahan tempat makam itu berada merupakan milik caleg yang gagal terpilih dalam pemilihan legislatif kemarin.

Dilansir dari akun Instagram @makassar_iinfo, oknum caleg di Dapil 1 Takalar itu sepertinya kecewa karena tidak mendapat dukungan penuh dari keluarga Daeng Ngampa di kelurahan Patte’ne.

Baca Juga: Inilah Beragam Aksi Caleg yang Gagal dalam Pemilu

Tidak terpilih, makam pun dibongkar

Kecewa, Caleg Gagal Bongkar Empat Makam Milik Warga 2
Foto: instagram.com/makassar_iinfo

Kecewa berat, caleg yang tak disebutkan namanya itu meminta empat makam milik keluarga Daeng dipindahkan dari lahan yang diduga miliknya. Padahal empat makam dari keluarga Daeng itu sudah puluhan tahun berada di lahan tersebut.

Menurut keterangan salah seorang keluarga yang makamnya dibongkar, Muhammad Rusli Ronrong, mengatakan kalau sang caleg bersama istrinya datang ke rumah kakaknya Daeng Ngampa, namun pemilik rumah kebetulan sedang tidak ada.

Rusli kebetulan sedang berada di tempat. Kemudian istri si caleg tiba-tiba menyuruh Rusli untuk memberitahu Daeng Ngampa agar segera memindahkan kuburan istrinya.

“Kebetulan saya ada di situ, dan istri caleg itu mengatakan, beritahu Daeng Ngampa, suruh pindahkan kuburan istrinya yaitu Daeng Lebong ke tempatnya Haji Bonto, karena Daeng Ngampa tidak memilih suamiku,” kata Rusli, seperti dilansir dari sulselberita.com (11/6).

Baca Juga: 4 Kasus Korupsi di Kementerian Agama yang Sangat Miris

Kejamnya politik

Kecewa, Caleg Gagal Bongkar Empat Makam Milik Warga 3
Foto: instagram.com/makassar_iinfo

Rusli sangat menyayangkan sikap caleg dan istrinya itu karena mengaitkan orang yang sudah meninggal dengan urusan politik.

“Terus terang, saya ini tim si caleg, tapi saya sangat kecewa karena hanya beda pilihan, keluarga kami yang sudah meninggal jadi korban kejamnya politik,” ujar Rusli.

Keempat makam tersebut kemudian dipindahkan ke tanah keluarga besar Abdul Rauf Daeng Ngampa, tidak jauh dari lokasi pemakaman sebelumnya.

Kejadian serupa pernah terjadi juga di Maluku Utara ketika warga mengembalikan karpet masjid ke caleg yang mengungkit soal perolehan suara. Karpet itu merupakan pemberian caleg yang gagal terpilih.

Dari sini kita tahu kalau niat mereka untuk memimpin rakyat tidak tulus. Tapi untung mereka tidak terpilih karena bisa merugikan rakyat nantinya kalau jadi pemimpin.

Loading...
Loading...