in

Kata WNI Tentang Pornografi di Jepang, Mencengangkan!

Di Jepang, industri pornografi memang sangat populer. Bahkan kepopulerannya sampai merambat ke seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Loading...

Lalu bagaimana pendapat warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Jepang tentang pornografi di Negeri Sakura itu? Untuk mengetahuinya, simak ulasannya berikut ini.

1. Membaca majalah dewasa di tempat umum sudah biasa

Seorang WNI pernah menceritakan pengalamannya ketika naik kereta. Di sana ia melihat seorang kakek tua membaca majalah dewasa dengan santai tanpa menghiraukan orang di sekitarnya. Padalah dalam majalah tersebut berisi foto wanita tanpa busana dan orang-orang di dekatnya bisa saja melihat majalah tersebut.

loading...

Baca Juga: 5 Fakta Mencengangkan Tentang Wanita Jepang, Suka Pria Indonesia Hingga Malu Kalau Masih Perawan

Namun orang di sekitarnya juga menghiraukan apa yang dibaca si kakek itu. Mereka cuek-cuek saja karena membaca majalah dewasa di tempat umum sudah bukan hal aneh lagi.

2. Majalah dan film dewasa dijual bebas

Majalah dan film-film dewasa dijual dengan bebas di konbini, semacam mini market. Majalah, video, hingga komik dewasa disimpan di ruangan yang terpisah dan diberi tirai, lengkap dengan tulisan khusus dewasa. Jika ingin masuk ke sana, tentunya pelanggan harus cukup umur dulu.

3. Bekerja di industri film esek-esek gak terlalu dipandang negatif

Orang Jepang ternyata tak terlalu memandang negatif soal pekerjaan bintang film dewasa. Bekerja di industri dewasa sudah dinggap jadi profesi yang biasa. Meskipun demikian, bukan berarti gak ada pandangan negatif. Biasanya para bintang film dewasa tidak mendapat restu dari orang tuanya dan teman-temannya.

Baca Juga: 5 Fakta Kohey Nishi, Bintang Film Dewasa Jepang Bertubuh Mini

4. Maraknya pornografi dan angka kelahiran

Salah seorang WNI menjelaskan kalau angka kelahiran di Jepang sangat rendah. Hal itu dikarenakan hidup berkeluarga di Jepang sangat mahal. Jadi orang-orang Jepang lebih berhati-hati sebelum mereka menikah. Sebagian bahkan lebih memilih tidak menikah karena tidak mau menanggung biaya hidup yang mahal, apalagi jika sampai punya anak.

Namun selain itu, maraknya pornografi jadi penyebab kenapa angka kelahiran di Jepang sangat rendah. Sebab pornografi bisa memenuhi kebutuhan biologis seseorang tanpa harus melakukan hubungan seksual yang bisa menyebabkan kehamilan.

Sumber: Detik
loading...
Loading...
Loading...