in

Fakta-Fakta Mengerikan Penembakan Brutal di Masjid Selandia Baru

Fakta-Fakta Mengerikan Penembakan Brutal di Masjid Selandia Baru 1

Umat muslim di seluruh dunia tengah dirundung duka setelah teroris melakukan penembakan secara brutal terhadap jemaah di dua masjid di kota Christchruch, Selandia Baru pada Jumat (15/3/2019).

Pada saat kejadian, para jemaah sedang menunaikan ibadah sholat Jumat. Lalu tiba-tiba sejumlah orang masuk begitu saja dan kemudian menembak para jemaah dengan senapan secara tak manusiawi. Puluhan nyawa tak berdosa jadi korban aksi gila para teroris tersebut.

Sejauh ini, Wow Menariknya berhasil menghimpun fakta-fakta mengerikan penembakan brutal yang terjadi di masjid di Selandia Baru, yang kami himpun dari berbagai sumber.

1. Seperti dilansir Reuters, kepolisian Selandia Baru menyebut korban tewas dalam serangan teroris itu sudah mencapai 49 orang. Lebih lanjutnya, 41 orang tewas di Masjid Al Noor, 7 orang lainnya tewas di sebuah masjid di pinggiran Linwood dan satu orang tewas saat di rawat di rumah sakit.

2. Sebanyak 4 pelaku penembakan sudah ditangkap, 3 laki-laki dan 1 perempuan. Mereka tampaknya sudah merencakan serangan ini jauh sebelum kejadian.

3. Salah satu pelaku penembakan sempat menyiarkan live streaming. Pelaku menempelkan kamera pada helmnya dan menyiarkan aksi penembakan brutal secara live di internet. Video berdurasi 17 menit itu kini telah dihapus oleh pihak otoritas Selandia Baru.

4. Dalam live streaming tersebut, pelaku menyebut namanya sebagai Brenton Tarrant, seorang pria kulit putih berusia 28 tahun kelahiran Australia.

5. Di akun media sosial yang diduga milik Brenton Tarrant, dia sempat memposting foto senapan dan perlengkapan militer yang ditulisi nama-nama juga pesan terkait nasionalisme kulit putih.

6. Di antara korban luka, ada dua orang WNI yang merupakan ayah dan anak, yaitu Zulfirmansyah dan Mohammad Rais. Kabarnya salah satu dari mereka kini sedang kritis di rumah sakit.

7. Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, mengatakan bahwa sebagian korban merupakan pendatang dan migran, tetapi mereka tetapi bagian dari Selandia Baru.

8. Sejumlah bangunan dan fasilitas ditutup pasca insiden. Kepolisian setempat menyarankan siapa pun untuk sementara waktu jangan dulu datang ke masjid sampai ada pemberitahuan selanjutnya.

Sejauh ini, belum diketahui apa motif di balik serangan tersebut meskipun ini dianggap sebagai serangan teroris. Namun beberapa media menyebutkan kalau pelaku adalah anti-Islam.

Loading...
Loading...