in

Di Kamerun, Wanita Dipaksa Menyetrika Payudara Agar Tidak Diperkosa

Foto: DW

Setiap negara punya cara sendiri untuk mengurangi kasus pemerkosaan terhadap perempuan. Lain lagi dengan Kamerun, negara di Afrika Tengah itu memiliki cara yang sangat ekstrim untuk mengurangi angka pemerkosaan.

Bagaimana tidak, negara tersebut memiliki ritual menyetrika payudara, ngeri bukan? Ritual ini sudah berlangsung selama ratusan tahun. Tujuannya yaitu untuk melindungi perempuan dari pemerkosaan dan hamil di bawah umur.

loading...

Dikutip dari DW, ritual mengerikan ini sudah menimpa lebih dari 3,8 juta gadis-gadis di wilayah Afrika, khususnya Kamerun.

Prosesnya pun sangat mengerikan untuk dibayangkan, apalagi sampai dirasakan. Yakin kalian ingin mengetahui bagaimana proses ritual menyetrika payudara wanita?

Baca Juga: 5 Ritual Mengerikan Yang Hanya Ada Di India

Proses ritual ini sangat menyakitkan dan sangat kejam.

Foto: DW

Kalian yang minta sendiri, prosesnya dilakukan dengan menggunakan sebuah palu yang terbuat dari batu pipih. Kemudian palu itu akan dipanaskan di atas bara api yang menyala-nyala.

Kemudian palu panas tersebut akan ditempelkan pada dada wanita sehingga jaringan payudaranya terputus dan membuatnya tidak bisa tumbuh besar.

Mirisnya lagi, proses ritual tersebut dilakukan oleh orang tua si gadis. Umumnya ritual ini dilakukan terhadap gadis-gadis remaja, bahkan sudah dilakukan pada gadis yang baru berusia 8 tahun. Ngeri yah?

Alhasil, wanita yang sudah menjalani ritual ini tidak akan tampak seperti wanita pada umumnya. Tak sampai disitu, mereka kemudian akan dipakaikan kemben yang terbuat dari bahan karet dan sangat ketat untuk meratakan payudaranya.

Baca Juga: 7 Ritual Kecantikan Yang Baik Dilakukan Sebelum Tidur

Dengan begitu, mereka tidak akan rentan jadi korban pemerkosaan. Sebab payudara dianggap sebagai aset perempuan yang bisa mengundang syahwat laki-laki hingga penyebab utama pemerkosaan.

Walaupun cara ini tampaknya ampuh mengurangi angka pemerkosaan di Afrika Tengah, tapi perempuan yang melakukan ritual ini tampaknya akan mengalami tekanan batin. Wajar saja begitu karena payudara merupakan aset perempuan yang paling berharga dan paling dibanggakan.

Tak heran jika banyak pihak yang menentang ritual ini karena dianggap tidak manusiawi. Meskipun begitu, ritual ini sampai sekarang masih terus berjalan.

Bagaimana boy, kalian setuju atau tidak jika ritual mengerikan ini dimusnahkan untuk selama-lamanya?

loading...
Loading...
Loading...