in

Di Jepang, Cowok Berwajah Tampan Dikenai Pajak Lebih, yang Jelek Dikurangi

Di Jepang, Cowok Berwajah Tampan Dikenai Pajak Lebih, yang Jelek Dikurangi 1

Sebagai negara yang memiliki perekonomian terkuat di Asia, Jepang memang menyimpan banyak keunikan. Salah satunya cowok berwajah tampan akan dikenai pajak lebih, sedangkan yang jelek pajaknya akan dikurangi. Kok bisa begitu?

Jepang menghadapi permasalahan serius di mana angka kelahiran di Negeri Sakura itu sangat rendah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, seorang analisi ekonomi bernama Morinaga Takuro menawarkan solusi yang terbilang unik.

Morinaga mengusulkan kepada pemerintah untuk memberlakukan pajak ganda kepada pria yang memiliki wajah ganteng. Di sisi lain, pria yang punya wajah jelek pajaknya bisa dikurangi. Apa hubungannya yah?

Baca Juga: Konon, 5 Hantu Jepang Ini Suka Memangsa Manusia

Dengan menerapkan peraturan unik ini, pria yang kurang tampan diharapkan bisa mencari perempuan, kemudian menikah dan memiliki anak.

Berkah untuk yang jelek

Di Jepang, Cowok Berwajah Tampan Dikenai Pajak Lebih, yang Jelek Dikurangi 2

Menurut Morinaga seperti dilansir situs naviri.org, kaum muda Jepang sedang mengalami ‘kesenjangan cinta’, maksudnya kesenjangan cinta ini membuat kaum muda tidak ingin mencari pasangan dan menikah yang pada akhirnya berdampak pada rendahnya tingkat kelahiran di Jepang.

Jika peraturan ini benar-benar diterapkan, nanti pria yang tergolong tampan harus membayar pajak dua kali lebih besar, sedangkan pria jelek pajaknya akan dikurangi sebesar 10-20 persen.

Baca Juga: 5 Fakta Mencengangkan Tentang Wanita Jepang, Suka Pria Indonesia Hingga Malu Kalau Masih Perawan

Untuk menentukan tampan atau tidaknya pria, nanti akan dibentuk satu panel yang anggotanya terdiri dari perempuan. Panel inilah yang akan memutuskan tampan atau tidaknya seorang pria.

Jadi, jika pria tampan dikenai pajak lebih dan pria kurang tampan dikurangi pajaknya, maka perekonomian negara dalam satu tahun ke depan akan membaik.

Selain itu, peraturan ini akan membuat pria yang merasa kurang tampan dan perekonomiannya rendah mau menikah dan memiliki anak. Cuma risikonya, pria yang ganteng jadi tidak mau menikah karena akan merasa terbebani oleh pajak.

Kalau peraturan ini diterapkan di Indonesia, yang jelek akan bersorak sorai.

Loading...