in

Astaga, Warga Malah Menyambut Letusan Krakatau 1883 dengan Perayaan

Foto: Wikipedia

Pada 26 Agustus 1883, Gunung Krakatau di Selat Sunda pernah meletus hebat hingga membuat bumi jadi gelap dan menyebabkan tsunami setinggi 40 meter. Setidaknya ada lebih dari 36.000 korban tewas dalam bencana ini.

Beberapa orang menggambarkan letusan Krakatau ketika itu seperti kiamat. Kekuatannya setara dengan 30.000 kali bom atom di Hiroshima. Lebih dari 20 juta ton sulfur dilepaskan ke atmosfer yang menyebabkan musim dingin vulkanik selama 5 tahun.

Ketinggian kabut asap pada fase terakhir mencapai ketinggian 80 kilometer. Abu vulkanik yang disemburkan Krakatau juga membuat bumi jadi gelap gulita.

Sejak 20 Mei 1883, Krakatau sudah menunjukkan aktivitas vulkanik yang sangat aktif. Namun karena pengetahuan warga masih sangat minim, warga menganggapnya biasa-biasa saja.

Baca Juga: 5 Fakta Anak Krakatau yang Mencengangkan

Dua bulan kemudian, letusan kecil fase pertama terjadi. Letusan tersebut disaksikan oleh warga lokal di pesisir Sumatera dan Jawa. Mirisnya, warga yang masih buta akan bencana alam malah menyambut letusan tersebut dengan perayaan.

Perayaan berubah jadi tragedi mengerikan.

Pada 26-27 Agustus 1883, Perayaan tersebut berubah jadi tragedi mengerikan ketika Krakatau mengeluarkan kekuatan terdahsyatnya.

Ledakan awal pada 26 Agustus sore menghancurkan dua pertiga bagian utara dari pulau dan menghasilkan tsunami setinggi 40 meter. Kemudian empat ledakan susulan terjadi pada 27 Agustus.

Suara ledakan Gunung Krakatau ketika itu sampai terdengar ke Singapura dan Australia. Bebatuan dan abu vulkanik dilemparkan ke udara sampai ketinggian 80 km hingga menutupi daerah seluas 827.000 km persegi.

Baca Juga: Letusan Gunung Toba Pernah Nyaris Lenyapkan Umat Manusia

Sebanyak 36.000 orang tewas dalam bencana ini. Sebagian besar tewas karena tsunami yang bercampur dengan lava panas dan materi-materi beracun. Sedangkan 4.500 di antaranya tewas terpanggang karena aliran piroklastika.

Letusan maha dahsyat Krakatau pada 1883 menjadi cikal bakal munculan Gunung Anak Krakatau yang kini terus membesar dan menunjukkan aktivitas vulkanik yang aktif.

Andaikan Anak Krakatau benar-benar mengeluarkan letusan terhebatnya, apakah kekuatannya akan sama dengan ibunya?

loading...
Loading...
Loading...