Infomen

5 Hal Unik yang Harus Diketahui Tentang Anak Krakatau

5 Hal Unik yang Harus Diketahui Tentang Anak Krakatau

Saat ini Indonesia memiliki banyak gunung berapi yang aktif, salah satunya adalah Gunung Anak Krakatau. Beberapa jam terakhir warganet dirisaukan akan suara dentuman yang terdengar saat dini hari di sekitar Jabodetabek. Dentuman yang terdengar itu dikaitkan dengan Gunung Anak Krakatau yang mengalami erupsi.

Dikutip dari berita CNN Indonesia, Kasbani mewakili Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menegaskan Pemantauan Gunung Api di Pasauran, Carita tak mendengar suara dentuman tersebut.

“Kalau terkait dengan Gunung Anak Krakatau dari pos yang lebih dekat saja tidak terdengar dentumannya,” kata Kasbani.

Lalu untuk lebih memahami tentang Anak Gunung Krakatau, berikut adalah fakta-fakta unik tentang salah satu gunung berapi aktif tersebut.

1. Terbentuk karena Letusan Dahsyat Gunung Krakatau

5 Hal Unik yang Harus Diketahui Tentang Anak Krakatau

Foto: brilio.net

Letusan Gunung Krakatau yang hebat terjadi tahun 1833 mengakibatkan gelombang tsunami setinggi 46 meter membuat seluruh bagian gunung Krakatau hilang sepenuhnya. Hingga pada tanggal 11 Juni 1927 Gunung Anak Krakatau terbentuk kembali dan mulai tumbuh pada tanggal 30 Januari 1930.

2. Ketinggian Gunung yang Bertambah

5 Hal Unik yang Harus Diketahui Tentang Anak Krakatau

Foto: pesona.travel

Kecepatan pertumbuhan tinggi Gunung Anak Krakatau sekitar 0.5 meter per bulan. Setiap tahun menjadi lebih tinggi sekira 6 meter dan lebih lebar 12 meter.

Baca Juga: Empat Hal Mengerikan Seputar Letusan Gunung Krakatau 1883

3. Hampir Seluruh Permukaan Gunung Anak Krakatau Rawan Bencana

5 Hal Unik yang Harus Diketahui Tentang Anak Krakatau

Menurut Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) menujukkan bahwa hampir seluruh permukaan Gunung Anak Krakatau yang berdiameter kurang lebih 2 kilometer merupakan kawasan rawan bencana. Saat ini Gunung Anak Krakatau berpotensi mengeluarkan lontaran material pijar dan aliran lava dari pusat erupsi serta awan panas yang mengarah ke selatan.

4. Letusan Gunung Anak Krakatau Bertipe Strombolian

5 Hal Unik yang Harus Diketahui Tentang Anak Krakatau

Foto: pikiran-rakyat.com

Letusan Gunung Anak Krakatau yang terjadi beberapa kali pada 20 Juni 2016, 19 Februari 2017, 29 Juni hingga 22 Desember 2018 memiliki tipe letusan strombolian. Letusan Strombolian adalah letusan gunung berapi yang mengeluarkan semburan lava pijar dari magma yang dangkal, umumnya terjadi pada gunung api sering aktif di tepi benua atau di tengah benua.

5. Letusan Gunung Anak Krakatau Tidak Akan Sebesar Induknya

5 Hal Unik yang Harus Diketahui Tentang Anak Krakatau

Foto: bantennews.co.id

Menurut Penelitian letusan Gunung Anak Krakatau tidak akan sebesar induknya. Hal tersebut dikarenakan adanya perbedaan diameter Gunung Anak Krakatau berkisar 2 kilometer, sedangkan Gunung Krakatau berdiameter 6 kali lipat lebih besar yaitu 12 kilometer.

To Top