How To?

Tips Mengajarkan Anak Berpuasa di Usia Dini

Tips Mengajarkan Anak Berpuasa di Usia Dini

Sebagai orang tua yang baik, tentu saja menginginkan anak menjadi seseorang yang taqwa sedini mungkin. Anak mampu belajar mematuhi segala yang diperintahkan oleh Allah dan menjauhi segala yang dilarang oleh Allah merupakan impian setiap orang tua.

Salah satunya adalah bagaimana cara mengajarkan anak usia dini untuk menerapkan rukun islam yang ke 3, yaitu berpuasa pada bulan Ramadhan.

Memang belum ada kewajiban dari anak usia dini untuk melaksanakan ibadah puasa, hanya seseorang yang telah akhil baligh yang diwajibkan untuk berpuasa.

Namun, apa salahnya mengenalkan puasa kepada anak sejak dini, hal ini akan berguna bagi masa depan anak. Tidak sedikit orang yang mengalami keberatan saat menghadapi bulan suci Ramadhan, karena tidak dibiasakan untuk belajar berpuasa sejak kecil.

Anak usia dini memiliki karakter yang unik dan tentunya sangat berbeda dengan orang dewasa. Metode pembelajaran yang diterapkan oleh orang tua harus di sesuaikan dengan karakter yang dimiliki oleh anak usia dini.

Jika kita sebagai orang tua menerapkan metode pembelajaran yang tidak sesuai dengan karakternya, maka jangan banyak berharap maksud kita memberi pembelajaran kepada anak akan tersampaikan dengan baik.

Baca Juga: 5 Golongan Orang yang Puasa Tapi Masuk Neraka

Kami akan mencoba mengulas beberapa langkah yang tepat untuk mengajarkan puasa pada anak usia dini

Pertama, ceritakan kisah orang yang sedang berpuasa, bagaimana suka cita saat berhasil melewati 30 hari lamanya berpuasa, bertemu dengan hari raya Idul Fitri. Singkat saja langsung ke intinya, jangan sampai berbelit-belit karena salah satu karakteristik anak usia dini adalah memiliki tingkat konsentrasi yang pendek, kalau ceritanya panjang anak akan malas untuk mendengarkannya.

Kedua, jelaskan bahwa Allah telah memerintahkan umat Islam untuk berpuasa sesuai dengan isi surat yang tercantum dalam Al-Qur’an. Jelaskan pula apa hukuman atau dampak negatif ketika umat Islam tidak melaksanakan perintah Allah untuk berpuasa.

Ketiga, jika anak belum berniat untuk belajar berpuasa maka jangan sekali-kali mencoba untuk memaksanya, karena dengan paksaan akan menimbulkan efek negatif bagi anak.

Apalagi sampai membentak anak untuk berpuasa, yang ada akan berdampak buruk bagi perkembangan anak karena satu kali bentakan itu artinya ribuan sel dalam otak yang harusnya tumbuh dengan baik malah mati begitu saja. Ih ngeriii

Keempat, jika anak sudah memasuki ranah pendidikan anak usia dini tentu saja di sekolahnya guru akan membantu menjelaskan apa itu puasa, bagaimana cara menjalakannya, kerap kali guru bertanya “siapa yang sudah mencoba belajar puasa?”

Teman-temannya yang lain akan mengacungkan tangannya, hal itu sangat memotivasi anak untuk mencoba belajar berpuasa, karena dalam usianya tersebut anak memiliki rasa ingin bersaing yang tinggi. Ketika temannya melakukan suatu hal, maka ia akan tertarik untuk melakukannya juga.

kelima, anak usia dini merupakan peniru ulung. Dia akan meniru apa yang orang tuanya lakukan. Maka hati-hatilah dalam berperilaku di depan anak usia dini. Anak belum paham mana yang baik dan mana yang buruk, maka tugas kita sebagai orang tua adalah memberikan contoh yang baik kepada anak, agar yang anak tiru adalah hal yang baik pula.

Seperti halnya berpuasa, jika kita melakukan berbagai cara agar anak mau belajar berpuasa namun kita sendiri tidak berpuasa dihadapan anak, maka besar kemungkinan usaha mengajarkan puasa pada anak akan gagal.

keenam, jangan pernah menuntut anak untuk berpuasa penuh sampai adzan magrib. Jika anak mencoba puasa sampai pukul 10 pagi atau sampai adzan dzuhur berkumandang itu adalah pencapaian yang besar bagi anak, tugas kita setelah itu adalah memberikannya hadiah. Dengan begitu anak akan merasa senang dan semakin termotivasi untuk terus belajar berpuasa.

Begitulah sebagian tips dari kami untuk mengajarkan anak usia dini berpuasa. Selamat mencoba!

To Top