How To?

Bunda, Hindari Mengatan 5 Hal Ini Pada Si Kecil Ya!

Bunda, Hindari Mengatan 5 Hal Ini Pada Si Kecil Ya!

Tumbuh kembang si kecil menjadi tanggung jawab orang tua. Tak hanya bertumbuh secara fisik, mental hingga karakter ternyata bisa dipengaruhi orang tua.

Kebanyakan orang tua takut jika anaknya menjadi kasar, di sisi lain ada juga orang tua yang tidak ingin anaknya menjadi penakut. Untuk mencegah dua hal tersebut, ternyata bisa orang tua latih sejak dini lho pada si kecil. Misalnya saja dari hal-hal yang biasa kita katakan seperti beberapa contoh di bawah ini.

1.Saat si kecil memukul-mukul sesuatu

Saat sedang bosan atau mungkin kesal, si kecil mungkin akan mulai mencari perhatian dengan memukul-mukul sesuatu. Daripada memarahinya dengan mengatakan “jangan dipukul”, lebih baik mengutarakan kalimat yang lebih lembut misalnya “coba dipegang pelan-pelan ya!”

2. Saat si kecil tak bisa diam

Orang tua mungkin akan ikut kesal saat si kecil sulit diatur dan tak mau diam. Jangan sampai terbawa emosi sampai mengeluarkan kata-kata seperti “jangan loncat-loncat” atau “jangan teriak-teriak” atau bahkan sampai menggunakan tangan. Ajari anak dengan lembut, misalnya “ayo duduk manis” atau “bicara pelan-pelan ya”.

3. Saat si kecil berebut sesuatu

Hal ini juga kadang membuat jengkel saat si kecil tak mengalah dan berbagi. Agar tetap akur, jangan mengatakan hal seperti “jangan rebutan”, tapi cobalah untuk mengatakan dengan lembut “berbagi ya”.

4. Saat si kecil berlari-lari

Karena takut terluka, mungkin orang tua akan mencegah anaknya berlarian. Orang tua secara latah akan mengatakan “jangan lari”. Hal ini justru akan membuat anak menjadi takut dan ragu untuk berlari. Untuk itu, coba ganti kalimat tersebut dengan “jalan pelan-pelan ya”.

5. Saat si kecil sulit makan

Satu hal lagi yang kerap kali membuat orang tua kesal adalah ketika si kecil sulit makan atau tidak mau mengunyah makanannya. Semakin dipaksa untuk mengunyah, mereka justru akan semakin mendiamkannya bahkan memuntahkannya. Untuk itu ajaklah anak untuk mengunyah makanan. Jangan gunakan kalimat “jangan diemut makanannya” tapi sebaiknya gantilah dengan kalimat ajakan seperti “ayo dikunyah makanannya”.

Kata “jangan” sebenarnya tidak dilarang. Asalkan tidak berlebihan. Jika memang bisa menggunakan kata-kata positif dan lembut, kenapa harus menggunakan kata kasar? Jadilah contoh yang baik untuk si kecil, baik dari perbuatan maupun lisan.

To Top