How To?

5 Kesalahan Penggunaan Tisu Basah yang Bisa Menyebabkan Iritasi Parah!

5 Kesalahan Penggunaan Tisu Basah yang Bisa Menyebabkan Iritasi Parah!

Tisu basah menjadi barang wajib dimiliki bagi sebagian orang. Terutama bagi para Moms yang punya anak kecil. Penggunaan tisu basah juga nggak terbatas untuk anak-anak saja, orang dewasa pun sering mengandalkan tisu basah. Selain praktis karena nggak perlu air untuk membersihkan sesuatu, tisu basah juga diandalkan karena memiliki wangi yang segar.

Sayangnya, masih banyak yang nggak memerhatikan penggunaan tisu basah dengan baik. Meski praktis dan efisien, tisu basah juga menyimpan bahaya dan kegunaan khusus yang jarang sekali diperhatikan penggunanya. Apakah kamu termasuk selektif dalam menggunakan tisu basah? Cek yuk, apa saja kesalahan dalam penggunaan tisu basah!

Baca Juga : Mana Yang Benar, Membersihkan Wajah Dengan Kapas Atau Tisu?

1. Terlalu mengandalkan tisu basah untuk membersihkan banyak permukaan.

Meski tisu basah mengandung antiseptik, tapi tetap nggak bisa membunuh kuman dan bakteri secara menyeluruh. Bahkan, bukannya kuman hilang Tisu basah bisa membuat kumat semakin menempel pada tangan. Meski mengandung air pun tisu basah tetap nggak bisa menggantikan cuci tangan dengan air. Alangkah lebih baik jika tisu basah digunakan saat mendesak misalnya dalam perjalanan dan saat berada di tempat yang sulit mendapatkan air. Jika di rumah, usahakan nggak terlalu mengandalkan tisu basah, lebih baik menggunakan air mengalir.

2. Kurang jeli memilih kandungan bahan dalam tisu basah

Teliti sebelum membeli perlu terapkan saat memilih tisu basah. Cermati kandungan bahannya dan pastikan aman untuk kulit sensitif. Banyak sekali merek tisu basah yang menggunakan pengawet aman, tapi nggak baik untuk jenis kulit sensitif. Misalnya Sodium Lauryl Sulfate (SLS/SLES). SLS memang digunakan pada produk yang memiliki sifat membersihkan dan efektif untuk mengangkat kotoran dan minyak.

Zat SLS ini aman digunakan pada tubuh, tapi sifatnya sementara atau harus dibilas misalnya sabun, sampo dan pasta gigi. Pada penggunaan yang menetap, SLS bisa menimbulkan iritasi ringan dan sedang pada kulit sensitif. Selain SLS, Moms juga perlu mewaspadai paraben atau zat yang mencegah pertumbuhan jamur, ada juga alkohol, Methylisothiazolinone dan Propylene Glycol yang bisa menyebabkan kulit kering.

3. Menggunakan tisu basah untuk membersihkan make up atau kotoran di wajah.

Tisu basah biasa nggak direkomendasikan untuk membersihkan wajah. Biasanya ada tisu basah khusus untuk wajah yang memang memiliki formula khusus untuk membersihkan riasan. Jika membersihkan wajah menggunakan tisu basah biasa, kotoran wajah nggak bisa terangkat dengan sempurna, akibanya bisa menimbulkan iritasi. Tisu basah biasa bisa menyebabkan kulit kering, mengurangi efektifitas skincare, memunculkan garis halus, dan berbahaya untuk kulit sekitar mata.

4. Menyeka luka atau kulit iritasi menggunakan tisu basah

Selain untuk membersihkan tangan dan benda kotor, tisu basah juga sering digunakan untuk menyeka luka sebelum mengobatinya. Tujuannya supaya bersih dari bahteri dan aman ditetesi obat luar. Padahal beberapa tisu basah mengandung pengawet Methylisothiazolinone (MI). Methylisothiazolinone merupakan pengawet yang aman pada produk pembersih, tapi memiliki efek samping bisa menyebabkan iritasi jika digunakan tanpa dibilas.

5. Membiarkan kemasan tisu basah terbuka

Semua kemasan tisu basah dari berbagai merek pasti dilengkapi dengan penutup yang bisa dibuka tutup berulang kali. Namun, seringnya Moms lupa untuk menutupnya lagi setelah mengambil isinya. Selain tisu cepat kering, kemasan yang nggak terteup sempurna juga mengakibatkan masuknya bakteri dan jamur ke dalam wadah tisu basah. Hal ini mengakibatkan tisu basah ngga higienis, apalagi jamur mudah berkembang di media yang lembab.

To Top