Health

Tahukan Kamu? Ternyata Minum Susu Tak Sesuai Aturan Bisa Buat Berat Badan Naik

Tahukan Kamu? Ternyata Minum Susu Tak Sesuai Aturan Bisa Buat Berat Badan Naik

Minum susu secara rutin memang bisa memberi manfaat luar biasa bagi tubuh. Berbagai manfaat bisa diperoleh seperti menguatkan tulang, menyehatkan jantung, mengurangi rasa gelisah, serta meningkatkan massa otot.

Meski demikian kita dianjurkan agar tidak boleh berlebihan minum susu. Ahli Gizi Mayapada Hospital Kuningan, Christina Andhika Setyani SGz RD, mengatakan, minum susu pun ada aturannya.

Baca Juga : 5 Alasan Cinta Sejati Tak akan Pernah Mengekang

Menurut Christina, sebagaimana yang disarankan National Health Service, minum susu sesuai aturan main akan dapat manfaatnya.

Seperti bayi di bawah satu tahun, hanya oleh mengonsumsi air susu ibu (ASI). Lalu, anak berumur satu sampai dua tahun diberikan susu penuh atau whole milk dan produk susu karena susu dan produk susu lainnya merupakan sumber lemak terbaik pada kelompok usia ini.

“Sementara untuk anak usia lebih dari dua, dapat diberikan semi skim milk. Ini disebabkan variasi makanan lain lebih dapat diterima,” kata Christina saat berbincang dengan Health Liputan6.com.

Kemudian, untuk anak-anak berumur satu sampai tiga tahun disarankan mengonsumsi lebih dari 300 mililiter (ml) per hari. Sebab, kebutuhan kalsium anak usia segini sekitar 350 miligram per hari.

Susu mengandung kalsium dan protein. Keduanya, kata Christina, baik untuk kesehatan tulang.

Lebih lanjut Christina mengatakan bahwa menurut penelitian National Center for Biotechnology Information (NCBI), rekomendasi konsumsi susu tergantung dari asupan kalsium, protein hewani, dan vitamin B12 masing-masing orang yang didapatkan dari bahanan makanan yang dikonsumsi.

Nah, konsumsi susu yang berlebihan dapat mengakibatkan terjadinya dua hal, yaitu masalah pencernaan dan berisiko terjadinya kenaikan berat badan. Kok bisa?

Christina, menjelaskan, mengonsumsi susu terlalu banyak dapat meningkatkan risiko intoleransi laktosa. Suatu kondisi saat tubuh tidak dapat mencerna laktosa yang terkandung di dalam susu.

“Intoleransi laktosa diakibatkan kurangnya enzim laktase yang bertugas mencerna laktosa. Gejalanya biasanya kram perut, kembung, sampai diare,” katanya.

Baca Juga : Jangan Sampai Tejebak, Ini Tanda Kamu Sedang Menjalin Cinta Sendirian

Bagaimana dengan susu yang dapat berisiko menaikan berat badan?

Saat ini, kata Christina, susu biasanya sudah dimodifikasi dengan berbagai campuran sehingga meningkatkan kandungan lemak serta gula.

“Dengan berbagai macam campuran ini, biasanya dapat menyebabkan peningkatan berat badan yang cukup signifikan bila tidak diimbangi dengan olahraga dan pola makan seimbang,” tandasnya.

To Top