Health

Inilah 8 Gejala Fisik Tanda Seseorang Menderita Gangguan Kecemasan atau Anxiety

Inilah 8 Gejala Fisik Tanda Seseorang Menderita Gangguan Kecemasan atau Anxiety

Pembahasan tentang gejala fisik yang disebabkan oleh gangguan psikologis seperti kecemasan, masih cukup sulit ditemukan dalam artikel di internet. Pasalnya, gejala tersebut memang terlihat sepele jika dibandingkan dengan dampaknya terhadap kondisi psikologis kita. Namun bukan berarti gejala fisik tersebut pantas untuk diabaikan, ya.

 

Jika terus diabaikan, gangguan kecemasan malah bisa membuat kita mengalami sakit fisik, lho! Sudah banyak orang yang mengalaminya. Stres dan kecemasan yang berlebihan membuat mereka mengalami sakit punggung, gangguan pencernaan, eksim, atau bahkan penyakit jantung.

Maka dari itu, penting untuk tahu apa saja gejala fisik gangguan kecemasan dan bagaimana cara meredakannya. Yuk, simak beberapa di antaranya berikut ini!

Baca Juga : Inilah 5 Alasan Kenapa Orang dengan IQ Tinggi Selalu Gagal Dalam Urusan Cinta

1. Otot tegang dan kaku

Kecemasan yang kamu rasakan juga memengaruhi otot, terutama yang tersambung dengan alat gerak. Pundak, lengan, punggung, kaki, dan leher terasa sakit dan kaku.

Bukan hanya itu, kita juga cenderung mengepalkan tangan dan menggertakkan gigi. Hal ini akan memicu ketegangan otot lengan dan rahang.

2. Jantung berdebar sangat kencang

8 Gejala Fisik Tanda Terjadi Gangguan Kecemasan atau Anxietymedicalnewstoday.com

Gejala yang paling umum dari gangguan kecemasan adalah detak jantung yang meningkat drastis menurut National Institute of Mental Health (NIMH). Kenapa hal ini dapat terjadi?

Ternyata ketika kita sedang dilanda stres, otak mengeluarkan hormon bernama adrenalin dan kortisol. Keduanya dikenal bisa merangsang reseptor pada jantung dan memacunya lebih cepat.

3. Napas jadi pendek-pendek

Napas tersengal-sengal adalah gejala gangguan kecemasan berikutnya. Bagaimana gejala ini bisa terjadi? Saat stres, jantung yang berdetak kencang memompa darah ke seluruh tubuh.

Paru-paru harus bisa mengimbanginya dengan menangkap oksigen sebanyak mungkin. Hasilnya, napas pun menjadi pendek-pendek. Padahal cara tersebut justru semakin meningkatkan kecemasan kita.

4. Perut bermasalah

Saat kita merasa cemas dan gelisah, perut juga ikut bereaksi. Bahkan bisa dibilang, organ tersebutlah yang paling terdampak. Kamu akan merasakan sakit, konstipasi, diare, atau kembung.

Menurut studi yang diterbitkan oleh PubMed Central tahun 2015, ini dapat terjadi karena tubuh kita memiliki gut-brain axis, sistem komunikasi yang menghubungkan saraf dengan pencernaan. Ketika otak merasakan stres, maka gut-brain axis akan mengirimkan sinyal ke organ-organ di dalam perut kita.

5. Kepala terasa sakit dan pening

Tekanan psikologis membuat kita khawatir setiap saat. Semua pikiran negatif akan berkumpul di kepala membentuk skenario terburuk yang mungkin terjadi.

Jika kita terus larut dalam lingkaran ini, maka kepala akan terasa sakit, pusing, dan pening. Jadi ungkapan “seakan kepala mau meledak” itu ada benarnya juga.

Baca Juga : Inilah Perbedaan Antara Pria Korea Selatan dan Utara Bak Langit dan Bumi

6. Keringat dingin

Keluarnya keringat dingin adalah gejala selanjutnya dari gangguan kecemasan, menurut NIMH. Bagaimana ini bisa terjadi? Ternyata sistem saraf simpatetik yang aktif ketika stres mampu merangsang kelenjar keringat di seluruh tubuh untuk menjadi lebih aktif. Maka dari itu, tubuh pun dibanjiri oleh cairan tersebut.

7. Terus merasa lelah

Tubuh terasa lelah memang bisa menandakan berbagai kondisi, salah satunya adalah gangguan kecemasan. Pikiran negatif yang terus muncul di kepala akan menguras energimu, secara harfiah. Selain itu, hormon stres yang diproduksi otak pun akan membuat tubuh tegang dan terjaga sehingga tidak heran jika kita merasa kelelahan.

8. Pola tidur terganggu

Kelanjutan dari poin sebelumnya, ketika gangguan kecemasan melanda, tubuh memang lelah tetapi kita akan sulit tidur. Selain berkaitan dengan hormon stres, kondisi ini juga dipengaruhi oleh pikiran yang tak berhenti bekerja dan otot yang tegang. Padahal saat gejala kecemasan melanda, salah satu cara terbaik untuk meredakannya adalah dengan mendapatkan tidur yang cukup

To Top