Gokil

Mitos-Mitos Tentang Jurusan Hukum Ini Sebaiknya Jangan Kamu Percayai

Mitos-Mitos Tentang Jurusan Hukum Ini Sebaiknya Jangan Kamu Percayai

Siapa di sini yang berniat masuk jurusan hukum? Kalau ada, mungkin sekarang kamu sudah mendengar banyak hal tentang jurusan hukum. Misalnya saja anak hukum itu nanti kerjanya paling jadi hakim atau pengacara, harus hafal undang-undang atau harus jago berbicara di depan umum.

Sebagian opini tersebut malah membuatmu jadi malas masuk jurusan hukum. Tapi jangan khawatir, tidak semua opini yang kamu terima tentang jurusan hukum benar apa adanya, sebagian ada yang melenceng.

Kalau hati kamu maunya masuk ke hukum, apa salahnya mencoba. Siapa tahu nanti kamu bisa jadi hakim yang adil dan mampu membela kebenaran. Negara butuh sekali penegak hukum yang jujur dan adil lho.

Berikut ini Wow Menariknya merangkum mitos-mitos tentang jurusan hukum yang sebaiknya jangan kamu percayai sepenuhnya.

1. Lulusan anak hukum paling jadi hakim atau pengacara

Mitos-Mitos Tentang Jurusan Hukum Ini Sebaiknya Jangan Kamu Percayai

Profesi yang paling erat kaitannya dengan jurusan hukum adalah hakim dan pengacara. Cakupan jurusan hukum tampaknya sempit banget deh. Tapi kamu gak usah risau, gak menutup kemungkinan setelah lulus kamu jadi pegawai bank, akuntan, penasehat perusahaan dan sebagainya.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Ini Bakalan Sering Kamu Dengar Setelah Lulus Kuliah, Sabar Yah!

Seperti yang kita tahu, antara pekerjaan dan gelar yang kita miliki kadang suka berlawanan. Urusan pekerjaan nanti tak selalu mengacu pada jurusan kuliah yang kamu ambil. Begitupun dengan jurusan hukum, kalau kamu gak suka jadi hakim atau pengacara, ya silahkan saja bebas pilih profesi lainnya.

2. Pengacara itu suka membela orang yang salah

Mitos-Mitos Tentang Jurusan Hukum Ini Sebaiknya Jangan Kamu Percayai

Kebanyakan orang suka berpikiran kalau pengacara itu suka membela orang yang salah karena mereka disewa dengan bayaran yang tak sedikit. Karena sudah dibayar, otomatis dia akan membela orang yang telah menyewa jasanya.

Faktanya tidak demikian kok, masih banyak pengacara-pengacara jujur yang tidak mau membela orang yang salah dengan harga berapapun. Selain itu, kamu nanti bisa membuka jasa advocat sendiri, tapi pastikan kamu jadi pengacara yang jujur.

3. Anak hukum harus hafal betul semua undang-undang

Mitos-Mitos Tentang Jurusan Hukum Ini Sebaiknya Jangan Kamu Percayai

Saat membayangkan masuk jurusan hukum, kamu bakalan disuruh menghafal seluruh undang-undang yang ada. Kalau gak hafal, kamu tidak akan pernah bisa lulus. Faktanya kamu tidak harus hafal betul keseluruhan undang-undang, tapi sebagian besarnya kamu harus hafal lho.

Sebab hukum itu mengacu pada undang-undang. Jika kamu tidak hafal satupun undang-undang, kan malu karena kamu itu anak hukum. Jadi tidak ada salahnya kamu menghafal poin-poin penting dalam undang-undang.

Baca Juga: 8 Singkatan Jurusan Kuliah Ini Bikin Kamu Baper

4. Anak hukum itu harus pandai berbicara di depan umum

Mitos-Mitos Tentang Jurusan Hukum Ini Sebaiknya Jangan Kamu Percayai

Sulit sekali bukan berbicara di depan umum itu, bagi sebagian orang bicara di depan umum dianggap sangat menakutkan. Pas mau masuk jurusan hukum, pasti kamu berpikiran nanti harus pandai berbicara di depan umum.

Gak terlalu salah sih anggapan seperti itu, skill public speaking juga sangat penting dikuasai seorang anak hukum. Tapi jangan terlalu fokus pada itu, skill yang paling penting harus kamu kuasai adalah kemampuan analisis, strategi mengumpulkan informasi, mengolah data dan menemukan solusi, itulah beberapa skill yang wajib kamu kuasai sebagai anak hukum.

Nah itulah beberapa mitos tentang anak hukum yang sebaiknya jangan kamu percayai sepenuhnya. Apapun itu, semuanya tergantung pada diri kamu sendiri.

To Top