in ,

3 Curhatan Sedih Para Bintang Film Biru di Balik Layar

3 Curhatan Sedih Para Bintang Film Biru di Balik Layar

Para penikmat “film biru” mungkin menganggap kalau kehidupan para aktor dan aktrsinya penuh dengan kenikmatan. Jangan salah sangka dulu, kehidupan mereka di balik layar berbanding terbalik ketika mereka sedang beradegan.

Sebenarnya para bintang film biru memiliki banyak tekanan dan penderitaan yang disebabkan karena pekerjaan mereka. Pemaksaan, kekerasan, dan cacian adalah teman sejati para pemeran film dewasa.

Berikut ini Wow Menariknya berhasil menghimpun lima kisah miris dan tragis para bintang film biru ketika mereka berada di balik layar. Ternyata tak seindah dan senikmat seperti yang dibayangkan banyak orang.

1. Tekanan menyebabkan banyak aktris film biru tewas secara mengenaskan

3 Curhatan Sedih Para Bintang Film Biru di Balik Layar
Foto: starnow.co.uk

Lucie Bee (27), salah satu aktris film dewasa yang sudah bekerja sejak tahun 2010 lalu, menceritakan rahasia kelam di balik gemerlap industri film dewasa. Selama bertahun-tahun melakukan pekerjaan kotor ini, Lucie mengaku merasa depresi yang ditimbulkan karena pekerjaannya. Dia bahkan mengaku sudah putus asa menghadapi semua masalah ini.

Dia mengatakan sebagian besar aktris akan merasa terisolasi karena mereka tidak memiliki teman untuk diajak bicara baik-baik.

“Bila Anda tidak memperoleh bantuan itu dan Anda tidak memiliki banyak orang yang setidaknya bisa mendengarkan Anda untuk membicarakan apa yang sedang Anda hadapi, hal ini bisa sangat mengisolasi. Terisolasi dan merasa sendiri sangat menyebalkan,” kata Lucie kepada news.com.au.

“Apa yang membuat kita merasa terbunuh saat ini adalah stigma. Ketika kita memasuki industri ini, kita akan mendapatkan stigmatisasi. Mereka memperlakukan kita seperti sampah, sambil di saat bersamaan mereka juga menikmati apapun yang kita ciptakan,” kata Lucie.

Baca Juga: 5 Bintang Film Biru yang Meninggal Secara Tragis

Dalam beberapa bulan terakhir, tercatat ada empat bintang film dewasa yang meninggal secara tragis. Di antaranya adalah Shyla Stylez, August Ames, Yuru Luv dan yang terakhir adalah Olivia Nova. Mereka berempat adalah salah satu contoh dari sekian banyak aktris film dewasa yang meninggal karena tekanan dan depresi.

2. Banyak aktris yang sebenarnya tidak ingin terjun ke industri kotor ini

3 Curhatan Sedih Para Bintang Film Biru di Balik Layar
Foto: scoopnest.com

Tidak semua aktris film biru melakukan pekerjaan ini berdasarkan keinginannya sendiri. Kebanyakan ada yang terpaksa karena kondisi ekonomi, ada yang ditipu, dan bahkan ada yang dipaksa serta diancam.

Salah satunya adalah Saki Kozai, wanita asal Jepang ini sebenarnya punya mimpi jadi model. Namun malang, alih-alih ditawari jadi model terkenal oleh salah satu agensi, ia malah dijadikan aktris film dewasa.

Dalam sebuah wawancara dengan kantor berita AFP, Kozai menceritakan kalau dirinya pernah ditawari jadi model terkenal di Tokyo ketika usianya baru 24 tahun. Ia pun menerima tawaran tersebut dan langsung menandatangani sebuah kontrak dengan lembaga yang mengaku sebagai agen model terkemuka. Namun malang nasib Kozai, harapannya ternyata tak sesuai kenyataan.

Perempuan yang sekarang sudah berusia 30 tahun itu malah dipaksa untuk melakukan adegan tak senonoh di depan kamera. Dia dipaksa melepas bajunya di depan 20 orang yang melihatnya. Karena tak punya pilihan lain, ia terpaksa menuruti kemauan mereka sambil menangis.

Kozai bahkan dipaksa untuk memutus komunikasinya dengan keluarga. Dia pun terpaksa melakukannya karena tidak punya pilihan lain. Selama bertahun-tahun, ia dipaksa melakukan pekerjaan kotor ini oleh produsen.

Sekarang Kozai sudah meninggalkan agensinya dan telah mengajukan gugatan ke pengadilan. Dia berharap tidak ada wanita lain yang mengalami kejadian pahit seperti yang dialaminya.

3. Para aktris diperlakukan seperti binatang

3 Curhatan Sedih Para Bintang Film Biru di Balik Layar
Foto: beritacenter.com

Seorang aktris film biru bernama Corina Taylor pernah mengatakan kalau semakin sering dirinya syuting, maka dirinya semakin merasa stres. Dia mengatakan kalau para produsen memperlakukan mereka seperti binatang dan harus kerja tanpa kenal lelah.

Ia mengaku sering dipaksa melakukan adegan kekerasan dan beberapa kali ia hampir pingsan karena kesakitan. Namun pihak produsen mengabaikan kondisinya begitu saja seolah tak ada yang perlu dikhawatirkan.

Corina bahkan sempat diadukan dengan lawan main yang mengidap HIV. Ketika itu ia tidak menyadari kalau lawannya mengidap HIV, namun beruntung ia tidak jadi melakukan syuting karena ada keperluan mendadak. Dia mengatakan kalau produsen tidak akan peduli dengan kesehatan dan keselamatan para pemerannya.

Selain mereka bertiga, sebenarnya masih banyak para aktris film biru yang merasakan hal serupa dan menderita di luar sana karena terikat dengan kontrak kerja.