in

Tanda-Tanda Pernikahan Akan Berakhir Dengan Perceraian Menurut Penelitian

Tanda-Tanda Pernikahan Akan Berakhir Dengan Perceraian Menurut Penelitian
Ilustrasi (Foto: comparehero.my)

Setiap pasangan kekasih pasti bahagia ketika tiba waktunya naik ke pelaminan. Saat itu banyak pasangan yang berpikir bahwa cinta mereka tidak akan pernah bisa dipisahkan meski harus menghadapi rintangan yang berat. Namun faktanya rasa cinta tersebut mulai memudar seiring berjalannya waktu hingga terjadilah perceraian.

Ada banyak faktor yang menyebabkan pasangan suami istri yang sudah membina rumah tangga selama bertahun-tahun memutuskan untuk berpisah. Hubungan yang tidak harmonis, permasalahan ekonomi dan adanya orang ketiga, sering dijadikan kambing hitam sebagai penyebab perceraian.

Menurut para ilmuwan, tanda-tanda perceraian sebenarnya sudah bisa dikenali sejak awal-awal pernikahan. Pasangan suami istri yang memiliki tanda-tanda ini cenderung memiliki risiko perceraian lebih besar. Simak ulasan lengkapnya berikut ini, seperti dilansir dari Elitereaders.

Loading...

1. Nikah terlalu cepat atau telat nikah

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Profesor Nicholas Wolfinger dari Universitas Utah, mengatakan bahwa pasangan yang menikah di usia remaja atau di usia 30 tahunan ke atas berisiko bercerai. Profesor Wolfinger menulis di blog nya bahwa usia yang tepat untuk menikah yaitu usia 20 tahun.

2. Suami tidak memiliki pekerjaan tetap

Menurut sebuah penelitian di Harvard, uang tidak selalu jadi faktor utama penyebab perceraian, tapi pekerjaan juga bisa jadi penyebabnya. Seperti yang dipublikasikan dalam American Sociological Review, penelitian yang dilakukan pada tahun 2016 lalu, menjelaskan bahwa kesempatan untuk bercerai akan meningkat sebesar 3,3% jika suami tidak memiliki pekerjaan tetap.

Alexandra Killewald, salah satu peneliti, mengatakan bahwa istri masih memandang suami sebagai pencari nafkah dan bisa mempengaruhi kekuatan rumah tangga.

Baca juga: Komik Sedih Ini Gambarkan Perceraian Hanya Akan Membuat Anak Menderita

3. Tidak lulus SMA

Rendahanya tingat pendidikan bisa juga jadi faktor penyebab perceraian. Situs Biro Statistik Tenaga Kerja pernah membagikan hasil survei dari National Longtidunial Survey of Youth pada tahun 1979, yang isinya seperti ini:

“Kesempatan bercerai setelah menikah lebih rendah bagi orang dengan pendidikan tinggi, dengan lebih dari setengah pernikahan pasangan yang tidak lulus SMA berakhir dengan perceraian bila dibandingkan dengan 30% pasangan yang lulus perguruan tinggi.”

Menurut psikolog Eli Finkel, ia percaya bahwa pendidikan bisa mempengaruhi pendapatan yang ujung-ujungnya bisa mempengaruhi keharmonisan rumah tangga.

4. Menghindar dari permasalahan yang sulit

Bila Anda dan pasangan cenderung untuk menjauh dari dikusi suatu permasalahan yang rumit, itu adalah pertanda buruk bagi rumah tangga Anda. Menurut sebuah penelitian tahun 2013 yang dipublikasikan dalam Journal of Marriage and Family, menemukan bahwa sifat menghindar yang dilakukan oleh suami atau istri, cenderung bisa meningkatkan risiko perceraian.

Penelitian ini berdasarkan pendapat dari 350 pasangan yang baru menikah yang diwawancarai oleh para peneliti.