in

Posisi Tidur Dapat Menentukan Kesehatan Dan Kematian

Ilustrasi tidur (foto: Dari Berbagai Sumber)

Banyak yang menyebutkan bahwa tidur merupakan saudara dari kematian, mengapa? Karena pada saat tidur manusia terlihat seperti orang yang mati. Mata terpejam, respon tubuh berkurang, tidak sadarkan diri, dan tubuh tenang namun sedikit bergerak pada saat-saat tertentu.

Tidur merupakan cara tubuh untuk memperbaiki sel-sel yang rusak. Tidur merupakan salah satu cara untuk mengobati kelelahan, namun tahukah Anda posisi tidur yang kurang baik dapat mempercepat kematian?

Loading...

Bukan hal aneh jika banyak orang yang mengambil posisi tidur dengan seenaknya. Ada yang terlentang, tengkurap, berbaring pada satu sisi badan menghadap kiri ataupun kanan. Terlepas dari itu ada baiknya kita memperhatikan sisi manfaat dan bahaya dari posisi tidur, bukan hanya mementingkan kenyamanan.

Dr. Zhafir Al-Athar mengatakan, ketika seseorang tidur dengan posisi tengkurap akan menyebabkan terjadinya sesak nafas, sebab beban punggung yang begitu berat menghalangi dada untuk beraktivitas mengembang dan mengempis saat menarik dan mengeluarkan nafas. Selain itu tidur dengan posisi seperti ini juga dapat membuat jantung dan otak bekerja sangat keras.

Banyak penelitian yang menyebutkan posisi tidur tengkurap dapat juga mengakibatkan kematian pada anak-anak secara mendadak dibandingkan dengan posisi tidur pada salah satu sisi badan.

Anda pernah mengalami “ngorok” ketika tidur? Anda tahu apa penyebab dari hal itu? Seorang ahli menerangkan bahawa posisi tidur terlentang menyebabkan bernafas melalui mulut karena dengan posisi ini tubuh akan terbuka dan mengakibatkan “Ngorok” ketika tidur dengan posisi terlentang.

Bukan hal itu saja yang akan terjadi ketika kita tidur dengan posisi terlentang, posisi tersebut dapat mengakibatkan masuknya udara kotor karena kita bernafas melalui mulut sehingga udara yang masuk tidak terfilter dengan baik.

Tidak seperti bernafas melalui hidung, udara yang masuk akan terfilter oleh lendir hidung dan suhu akan lebih teratur. Banyaknya udara kotor yang masuk tanpa adanya penyaringan akan menyebabkan orang yang tidur dengan posisi terlentang akan lebih mudah terserang penyakit pernafasan bahkan peradangan pada gusi.

Tidur terlentang juga dapat mengakibatkan bau mulut tidak sedap bahkan akan menyebabkan kegelisahan yang luar biasa. Posisi tidur ini dapat menyebabkan gangguan pada tulang bahkan jika terjadi pada anak-anak akan menyebabkan kepala menjadi datar.

Posisi tengkurap dan terlentang berdampak tidak baik pada kesehatan namun bukan hanya posisi tidur seperti itu saja yang tidak baik, posisi tidur pada sisi sebelah kiri juga berdampak buruk bagi kesehatan. Posisi tidur ini menyebabkan hati tertekan oleh paru-paru sebelah kanan yang masanya lebih besar dari paru-paru sebelahnya. Tidur seperti ini sangat berdampak tidak baik terutama pada usia lanjut, karena posisi ini akan menyebabkan penundaan pengosongan lambung.

Tidur dengan posisi seperti ini juga menyebabkan mimpi buruk dan ngelindur. Anda pernah mengalami ngelindur? Nah, mungkin inilah salah satu sebab Anda tidur ngelindur. Maka ada baiknya jika hal itu tidak ingin terjadi pada Anda hindarilah posisi tidur seperti ini.

Jika ketiga posisi tersebut kurang baik, jadi posisi tidur seperti apakah yang sebaiknya dilakukan ketika kita tidur? Jawabannya adalah posisi tidur menghadap ke sebalah kananlah yang merupakan posisi terbaik ketika kita tidur.

Hal itu dikarenakan paru-paru kiri lebih kecil dari paru-paru kanan, sehingga beban tidak terlalu berat bagi jantung, hati juga berada pada posisi yang nyaman dan tidak tergantung. Lambung juga berada pada posisi yang paling nyaman karena lambung tidak menggantung. Posisi tidur ini juga akan memudahkan tungas dari batang tenggorokan rongga paru-paru kiri untuk mempercepat pengeluaran berupa kotoran mukus atau ingus.

Jadi, dapat kita simpulkan senyaman apapun posisi kita saat tertidur, tetapi tidak membuat tubuh kita lebih sehat, itu malah dapat mempercepat kematian. Maka mulailah mengubah posisi tidur yang baik dan benar.

Sumber: Kompasiana

Loading...