Empat Orang Ini Klaim Pernah Pergi Ke Planet Lain

Sepanjang sejarah umat manusia, belum ada manusia yang pernah menginjakan kakinya di planet lain, selain di planet Bumi. Namun ada juga beberapa orang yang mengklaim pernah pergi ke planet lain.

Entah bagaimana beberapa orang tersebut pergi ke planet lain, yang jelas mereka benar-benar mengatakan pernah mengunjungi planet lain dan bertemu dengan penduduknya.

Loading...

Seperti dirangkum Wow Menariknya dari Listverse, berikut ada beberapa orang yang mengklaim pernah pergi ke planet lain, dna bahkan bertemu dengan penduduk dari planet yang mereka kunjungi.

4. Emanuel Swedenborg

(foto: Listverse)

Seorang filsufut asal Swedia, Emanuel Swedenborg percaya bahwa alam semesta ini dipenuhi dengan planet-planet yang dihuni oleh makhluk hidup, sama seperti Bumi. Dia juga mengaku pernah melihat surga, neraka dan kosmos.

Tak sampai disitu, Emanuel juga mengaku bisa berkomunikasi dengan roh dan makhluk hidup di planet luar. Dia bisa melakukan perjalanan ke planet di tata surya dengan bantuan malaikat dan datang kembali ke Bumi dengan membawa cerita dari planet luar yang ia kunjungi.

Salah satunya, ‘Manusia dari Bulan’ yang digambarkannya sebagai kerdil dengan ukuran tubuh seperti anak tujuh tahun, berbadan gemuk, dan memiliki suara menggelegar. Kemudian, dia menceritakan tentang penduduk planet Merkurius yang tak jauh berbeda dengan manusia dan haus akan ilmu pengetahuan.

Tak sampai disitu, Emanuel juga pernah pergi ke planet Venus. Dia mengatakan penduduk Venus dibagi menjadi dua kelompok, yang pertama kelompok yang cinta damai dan lemah lembut, dan kedua kelompok pencuri yang sangat ganas. Penduduk Venus disebut memakai pakaian yang terbuat dari kulit kayu.

Selanjutnya, penduduk Jupiter yang digambarkan Emanuel memiliki tubuh tegak, bersuara lembut, bahagia, dan berkeluarga. Kemudian, penduduk Saturnus yang digambarkan sebagai orang yang rendah hati dan terkendali, serta memakai pakian yang terbuat dari daun.

Bagaimana, kamu percaya?

3. Kapten Kaye

Ilustrasi planet Mars (foto via: Daily Star)

Pada tahun 2014, seorang pria bernama Kapten Kaye mengklaim telah menghabiskan 17 sampai 20 tahun jadi militer di planet Mars, di mana ia harus melindungi lima koloni sipil di sana. Dia mengklaim direkrut oleh Angakatan Pertahanan Mars (MDF) dari bagian sebuah badan rahasia Amerika Serikat.

Menurut Kaye, koloni manusia utama di Mars adalah Aries Prime, yang dibangun di tengah-tengah kawah. Dia juga mengatakan bahwa di Mars memiliki atmosfir dan iklim yang nyaman. Misinya di sana yaitu untuk mempertahankan koloni manusia dari dua ras pribumi, yakni ras reptil dan ras serangga.

Apa yang diceritakan Kaye selanjutnya benar-benar sangat mengejutkan. Dia mengatakan bahwa ada pertempuran besar antara koloni manusia dengan penduduk pribumi, di mana manusia mengalami kekalahan besar dan memilih hengkang dari planet Mars.

2. Sackville G. Leyson

(foto: Listverse)

Pada tahun 1906, Utah’s Emery Coutny Progress menerbitkan sebuah artikel tentang perjalanan baru ke planet Mars yang dilakukan oleh Sackville G. Leyseon, presiden Society for Psychical Research, melalui proyeksi psikis.

Dia menggambarkan planet Mars sebagai dunia api cair yang dikelilingi oleh awan merah darah. Di sana, terdapat dua suku asli Mars, yakni kedua suku itu merupakan orang telanjang yang tertutup bulu. Perbedaan di antara kedua suku itu, suku pertama memiliki tubuh besar, dan yang kedua memiliki tubuh kecil.

Suku yang lebih besar digambarkan memiliki telinga besar, hidung seperti singa, dan mata besar di tengah-tengah dahi. Mereka disebutkan tinggal di rumah-rumah bebatuan.

Sementara itu, spesies yang lebih kecil digambarkan sebagai makhluk yang memiliki kaki seperti cicak yang mampu menempel di dinding, lengkap dengan mata dan lubang di pipi mereka. Spesies yang satu ini disebutkan tinggal di ruang bawah tanah.

1. Dana Howard

(foto: Listverse)

Dana Howard pernah menulis beberapa buku yang menggambarkan perjalanannya pergi ke planet Venus. Salah satunya, “My Flight to Venus (1954)”, “Diane: She Came From Venus (1956)”, dan “Over the Threshold (1957)”.

Dia menggambarkan sosok penduduk Venus memiliki kepala bercahaya dengan mahkota api, dan helai rambut berwarna emas.

Howard mengklaim memasuki kapal ruang angkasa yang terbuat dari bahan tembus pandang. Kemudian dia menghilang, dan tiba-tiba berada di planet Venus. Di sana ia bertemu dengan salah satu penduduk Venus bernama Diane, yang disebutkannya telah membantunya menulis beberapa buku dalam perjalanan ke Venus.

Dia juga menulis tentang obat-obatan yang ada di Venus, yang dikatakan bisa memanipulasi kehidupan. Tak hanya itu, Howard juga menceritakan teknologi yang digunakan di Venus, seperti teleportasi yang bisa dilakukan lewat pikiran.

Yang lebih mengejutkannya lagi, Howard mengklaim telah menikah di planet Venus dan memiliki seorang anak angkat. Percaya?

Loading...